PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
55


__ADS_3

" iya sebentar ."


Siapa pagi-pagi begini yang datang , pikirnya.


" Bu Indah."


" boleh masuk , Ndin ."


Andin mengangguk , bu Indah kemudian masuk dan duduk di ranjangnya .


" kamu udah mau siap-siap sekolah ?"


" belum bu masih nanti kok ."


Lalu bu Indah menyuruh duduk didepannya.


" Ndin ibu minta maaf ya nggak bisa datang pas ibu kamu meninggal , ibu baru sampai kemarin malam habis pulang kampung."


Andin tersenyum . " iya bu nggak papa."


" terus rencana kamu selanjutnya gimana ?"


" ya... kalau sekarang mungkin masih fokus sekolah dulu bu , kan cuma tinggal beberapa bulan lagi . Nanti mungkin setelah lulus baru cari kerja ."


Bu Indah mengangguk setuju . " iya lebih baik sekarang kamu serius sama pelajaran dulu, tapi ... rumah kamu yang disana gimana ? kosong sekarang ?"


" iya bu , tapi disana ada tetangga yang udah seperti saudara sendiri , jadi bantu ngurus rumah juga ."


" kenapa nggak kamu sewa in aja ,lumayan kan uangnya bisa buat kamu sehari-hari."


" iya bu , saya juga mikirnya gitu daripada kosong."


Andin membuka laci di samping ranjangnya dan mengambil amplop putih di dalamnya.


" oh iya bu , ini uang kost nya ,maaf telat .. harusnya kemarin lusa , tapi ibu masih diluar kota ternyata."


Andin menyerahkannya ke bu Indah , tapi kemudian bu Indah menolak , membuatnya heran . " kenapa bu ?"

__ADS_1


" udah , untuk bulan ini dan selanjutnya kamu nggak usah mikirin uang kost lagi ya ."


" tapi kenapa bu ?"


" uangnya bisa kamu tabung , siapa tahu nanti kamu juga mau lanjutin kuliah. "


Andin menatap bu Indah merasa tak enak. " nggak bu jangan ditolak ya , kan ini emang kewajiban aku bayar uang kost ."


" udah Ndin simpan aja , kalau kamu nggak mau nanti ibu yang marah loh karena menolak pemberian ibu."


" tapi bu aku... "


" udah ...." potong bu Indah ." kamu simpan aja ." lalu mengembalikan lagi amplop ke tangan Andin.


" makasih bu." ucapnya .


" tangan kamu kenapa ?" tanya bu Indah , mungkin daritadi ia belum memperhatikan tangan kanannya yang terbungkus perban , makanya baru sekarang menanyakannya.


" oh ini , kemarin habis kesiram air panas disekolah ."


" iya bu , nggak sengaja tabrakan sama anak yang lagi bawa mangkok soto."


" ya ampun , ada-ada aja kamu , tapi udah ke dokter ?"


" udah kok bu."


" ya sudah kalau begitu , ibu pulang dulu ya ,mau siapin sarapan buat anak-anak."


Bu Indah lalu berdiri dan berjalan keluar.


" bu .." panggil Andin . Bu Indah menoleh . " sekali lagi makasih ya."


Bu Indah mengangguk lalu keluar kamarnya .


Andin mengambil tasnya dan mulai menata buku-buku yang nanti dibawanya.


Setelah selesai , ia berdiri dan memakai baju seragamnya , tak lama terdengar ada yang mengetuk pintu didepan.

__ADS_1


" siapa lagi yang kesini , apa bu Indah balik lagi ?" tanyanya dalam hati , lalu ia berjalan kepintu sambil merapikan seragamnya.


" Rey."


Rey sudah berdiri di depannya sekarang , lalu ia duduk dikursi depan dan menaruh paperbagnya di meja.


Andin duduk disebelahnya. "kamu ngapain ke sini pagi-pagi?"


Tanpa menjawab , Rey membuka paperbag dan mengeluarkan kotak makan didalamnya.


Nasi goreng dan telur ceplok. Tak ketinggalan susu coklat yang masih hangat di dalam tumbler.


" udah makan ." setelah membuka kotak makan , ia menyerahkan nya ke Andin. " ini aku sendiri loh yang masak."


Andin membelalakkan matanya . " masa...??? kok aku nggak percaya ya ."


Rey memonyongkan bibirnya , kesal ." heeeh... aku gini-gini jago masak ya , tanya bik Inah kalau nggak percaya."


Andin tertawa. " emang aku nggak percaya. "


" ya udah terserah , yang penting sekarang makan , cepetan !!" Andin malah diam dan cuma menatapnya.


" kenapa diam ? mau aku suapin aja .." tawarnya , lalu mengambil sendok.


" eh nggak , siapa juga yang mau minta disuapin . " tolak Andin sambil cengengesan . " kamu makan juga , pasti belum sarapan kan ?"


" udah tadi dirumah."


Andin lalu mengambil sendok , memang agak susah , karena telapak tangannya juga sebagian tertutup perban.


Melihat itu , Rey menarik kotak makan kearahnya.


" kenapa?" tanya Andin.


Rey mengambil sendok dan memotong telur ceplok menjadi bagian kecil-kecil supaya Andin lebih mudah untuk menyendoknya.


" makasih ya."

__ADS_1


__ADS_2