
" tante ,gimana ?" Wina masuk lagi ke dalam mobil .
Riki dan Rey yang penasaran langsung mencecarnya dengan pertanyaan .
" udah...Rey naik tadi ."
" wah penasaran gue .."Rino melongok dari dalam mobil ." Kira-kira diterima ga ya ."
" kalo Rey mana ada yang nolak ..kalo loe gue percaya ..kalau ditolak ." Ejek Riki , diiringi tawanya yang menggelegar .
" Rese loe ."
" jangan gitu ...siapa tahu ntar jodohnya cantik ..." seru Wina .
" amiiin ." ucap Rino sambil mengangkat kedua tangannya .
" kita disini dulu ya ...nunggu mereka turun .." ucap Wina lagi .
" beres tante ." Ucapnya berbarengan .
" kompak kalian ." Wina terbahak .
Diluar mendung cukup tebal dan nampaknya sudah mulai gerimis juga .
" wah ...udah hujan nih ,sebentar lagi ada adegan hujan-hujanan romantis mereka ." Seloroh Rino .
Riki menatapnya ." Ngiri loe , nggak punya pasangan sendiri ."
" kagaaaak ...duh tapi penasaran gue , Rey diterima atau ditolak ya ." Ucapnya lagi .
" udah sabar aja ..." kemudian Wina mengambil dompet di tas dan mengeluarkan uang seratus ribuan dan memberikannya ke Rino ." Mau beli camilan nggak ?" Tawarnya .
Rino mengangguk cepat ." Maulah tante.."
" ya udah cepat beli ,bawa kesini ."
Rino bergegas keluar dari mobil .
" Rey ."
Rey sudah berdiri di sana .Membawa kue tart kecil dengan lilin di atasnya .Sengaja ia menutupi dengan tangannya , agar api yang sudah menyala tak tertiup angin , apalagi ini sudah mulai gerimis .
" kamu kenapa di sini ?"
Tanpa menjawab , Rey menaruh kue tart di atas meja .
" udah buruan ,make a wish dulu ." Perintah Rey .
Andin memejamkan mata sebentar ,lalu membuka mata dan langsung meniup lilin .
" selamat ulang tahun ya ."
" makasih ."
Lalu mereka memotong kue dan menikmati berdua .
" jadi tadi tante Wina kamu suruh bohong ya ?" Selidik Andin .
Rey terkekeh ." Nggak ...yang nyuruh Rino sama Riki ,soalnya mereka nggak berhasil ngerayu kamu ngajak ke sini ."
__ADS_1
" terus ...ini cafe kenapa sepi banget di sini ?"
" ya nggak tahu .."
" nggak usah bohong ." Andin menatapnya ,membuat Rey sedikit gugup .
" nggak ."
Rey tiba-tiba berdiri dan menarik tangan Andin .
" mau ngapain ?" tanya Andin heran .
Rey menuntunnya ke pojok ruangan , tempat favoritnya selama ini .
Gerimis sudah membasahi , tapi mereka tetap di sana .
" kamu kedinginan ?" tanya Rey .
Andin menggeleng ." tapi ini hujannya bentar lagi deras , kita turun aja yuk ..." ajaknya .
Ketika Andin berbalik dan mau beranjak , Rey memegangi tangannya .
" aku mau ngomong sesuatu ..." ucapnya serius .
" ngomong apa ?"
" aku suka sama kamu ..."
Andin menatapnya heran ." maksud kamu ?"
" aku cinta sama kamu ." ucap Rey lantang , sambil memegang kedua tangan Andin .
Hujan turun mulai deras ,tapi mereka tetap masih bertahan di sana .
Andin berniat melepaskan tangannya ,tapi ternyata genggamannya lebih erat .
Rey menarik nafas panjang ." aku serius .." kali ini tatapannya terlihat tajam .
Andin balas menatapnya dan memang seperti ada ketulusan di sana , tapi ...ia ingat satu hal ..
Andin menggeleng ." aku nggak bisa ." ucapnya ,lalu menarik tangannya dan kali ini berhasil .
Rey kaget dengan jawabannya ." tapi kenapa ? kamu ada cowok lain ?"
Lagi-lagi Andin menggeleng .
" terus kenapa...?" tuntut Rey lagi .
Andin diam .
" Andin jawab ." Rey memegangi kedua bahunya .
Andin menatapnya tajam ." karena aku tahu maksud kamu dekat sama aku selama ini ."
Mendengar itu Rey sangat terkejut ,seperti ada yang menghantam dadanya sekarang .
Apa maksud ucapan Andin ini ?
" Maksud kamu apa ?"
Andin tersenyum ,tapi sorot matanya mengisyaratkan lain .
__ADS_1
" kenapa kamu nggak mau jujur Rey ...?"
" jujur soal apa ?"
Andin menarik nafas panjang ,lalu mengusap wajahnya yang sudah basah tersiram hujan .
" kamu mau dekat sama aku ...karena mau membalas budi ...bapak sudah menyelamatkan kamu waktu itu , benar begitu kan ...?!" ucapnya setengah teriak , karena hujan mulai lebat dan menimbulkan suara berisik . Suara mereka terkalahkan hujan .
Rey melotot ,tak menyangka ternyata Andin mengetahui semua itu , tapi bagaimana ia bisa tahu ..
" Andin aku minta maaf soal itu .." ucapnya penuh penyesalan ." aku sangat bersalah sama bapak kamu , aku ..."
" cukup Rey ..!" potong Andin tegas ." aku nggak pernah menyalahkan kamu soal kejadian ini ,itu semua murni kecelakaan ..."
Rey menundukkan kepalanya ." aku minta maaf .." ucapnya pelan .
" Rey dengerin aku .." Rey menatapnya ." kamu harusnya jujur sama aku , nggak perlu seperti ini juga ...kamu nggak harus pura-pura mau dekat dan berteman sama aku cuma karena rasa bersalah..."
" iya ...aku tahu itu ...awalnya aku berusaha dekat sama kamu memang karena rasa bersalah dan aku berjanji akan jagain kamu ,karena aku sudah membuat kamu kehilangan orang tua .Tapi ...setelah kita dekat selama ini ...aku merasa sesuatu yang beda dan ini bukan karena pura-pura atau kasihan sama kamu ...aku benar-benar suka sama kamu .." jelasnya .
Andin menatapnya , meski ia melihat sesuatu yang berbeda di sana ,tapi hati kecilnya berkata lain ...ia hanya takut Rey cuma kasihan padanya .
Cukup lama ia menatapnya dan bisa dilihat mata itu mulai berkaca-kaca , sudut matanya nampak basah .
Walaupun hujan sudah membasahi wajah Rey ,tapi ia bisa membedakan itu air matanya yang menetes .
Ada sisi hatinya yang merasa bahagia mendengar ucapan Rey tadi ,tapi sisi lain menolak dan keinginan itu lebih besar mendorongnya ...
" udah Rey cukup ...aku nggak mau dengar itu lagi ...!" sentaknya ,tapi itu tak membuat Rey menciut .
Rey mengeluarkan kotak dari saku celana dan membuka .
Andin terkejut dan ingat akan cincin itu ...cincin yang pernah dipilihnya .
" kamu ingat cincin ini .." Rey menunjukkan 2 cincin yang ada dikotak , lalu ia mengambil salah satunya ." kamu lihat ini .." ia menunjukkan bagian dalamnya ." ada ukiran nama kamu ...dan satunya ada nama aku .." Rey mengambil satunya lagi , yang ada namanya .
Ia memegang tangan Andin dan berniat memasukkan cincin itu ke jari manisnya .
Dengan cepat Andin menepisnya...
" maaf Rey aku nggak bisa ...selama ini kita berteman aku bisa terima itu ..tapi aku nggak mau lebih jauh lagi ...karena kamu melakukannya hanya untuk membalas budi ...bukan dari hati kamu ..."
Andin memegang sebentar cincin itu , lalu menaruh lagi di kotaknya .Tapi karena berbenturan dengan cincin satunya ,membuat sedikit bergeser . Cincin itu jatuh menggelinding di lantai .
Andin berlari menuju tangga ,sambil menangis dan bergegas turun .
Hujan semakin deras dan Rey masih mematung di sana .Tubuhnya basah kuyup tersiram derasnya hujan .
Diluar ....
Wina yang masih di parkiran , melihat Andin berlari turun dari tangga dan sendirian ...
" tante mau kemana ...hujan nya masih deras.." Riki yang duduk di sebelahnya sedikit panik ,melihatnya membuka pintu mobil dan langsung keluar .
" kalian tunggu di sini ." ucapnya sebelum berlari masuk .
Dengan cepat ia sampai di lantai 3 ...hujan deras dan petir semakin membuat suasana yang semakin gelap di sana terasa mencekam .Ia menghampiri Rey yang berdiri di pojok .Mematung .
Ia berdiri di depannya .
" Rey kenapa ?" tanya nya khawatir .
__ADS_1
Rey hanya diam .Tubuhnya menggigil kedinginan .
Wina mendekat dan memeluknya .