PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
47


__ADS_3

"Ndin , udah masuk."


Agnes sudah dihalaman sekolah saat ia sampai. Ini hari pertamanya masuk setelah semingguan ini izin.


Andin mengangguk ." ke kelas yuk ." ajaknya.


"kamu duluan deh , aku ke toilet dulu."


"oh oke ."


Andin bergegas menuju tangga di sudut ruang.


Sesampainya di lantai 2 , ia berbelok ke kanan menuju kelasnya ketika tiba-tiba ..


Brukkk !!!!


Mereka bertabrakan.


Andin mendongak. "Rey ... ngapain berdiri disini ,ngagetin tahu !"


"siapa juga yang ngagetin , orang dari tadi aku disini." elaknya.


Andin memonyongkan bibirnya. "ngapain disini , kelas kamu kan diatas."


"kenapa ?" tanyanya balik , sambil menyilangkan tangan di dada. "nggak boleh ?" kali ini mendekatkan wajahnya ke Andin.


Ia menggeleng , tanpa menjawab lalu berjalan melewati Rey.


Begitu masuk kelas , dilihatnya Amel sudah duduk manis dibangkunya , kelas masih lumayan sepi juga.


"Ndin." panggil Amel begitu melihatnya di ujung pintu . Ia bergegas ke bangkunya.


"apa ini ?" tanya Andin , melihat di atas mejanya ada kotak makan merah.


"dari Rey." jawab Amel .


Oh ternyata Rey tadi memang dari kelasnya.


Andin menaruh tasnya , lalu duduk.


Di pintu dilihatnya Agnes masuk , berjalan ke sisi kanan dan terus ke belakang , lalu menaruh tasnya di kursi paling belakang.


Andin menatap Amel.

__ADS_1


"iya Agnes pindah duduk disana , tukeran sama Iren." jawab Amel , bahkan sebelum ia menanyakannya.


"tapi kenapa ?" tanya Andin heran.


Amel mengangkat bahunya .


Ia mulai berfikir , sikap Agnes memang sedikit berbeda akhir-akhir ini .


Pukul 15.00


Andin baru beranjak keluar sekolah setelah tadi ada rapat kepengurusan OSIS dadakan .


"pulang dulu pak ." sapanya pada satpam di depan .


Sampai setengah perjalanan , tiba-tiba sebuah mobil hitam memepetnya.


"Andin."


Ketika kaca mobil turun , ia tak bisa menyembunyikan keterkejutannya .


" Tante Wina." ucapnya tak percaya.


" yuk masuk ." ajaknya


Andin menggeleng. "nggak usah tante , udah deket kost an aku." tolaknya.


" kamu ada acara habis ini ?" tanya tante Wina begitu Andin sudah di dalam mobil.


Andin menggeleng .


" ikut ke rumah tante ya ."


Andin menatapnya . " nggak usah deh tante , aku nggak enak."


" nggak enak kenapa ? nggak ada siapa-siapa juga , kan tante tinggal sendiri."


" tapi..."


" udah ikut aja , nanti bantuin tante masak yah."


Andin akhirnya mengangguk.


Mereka sampai di rumah yang terbilang cukup mewah , meski tak sebesar rumahnya Rey juga. Mobil terparkir di halaman tak jauh dari pintu masuk.

__ADS_1


" yuk turun."


Andin bergegas turun setelah tante Wina terlebih dulu keluar.


"masuk."


Mereka masuk melewati ruang tamu yang langsung terhubung ke ruang tengah .


" tunggu disini ya , tante ganti baju dulu." katanya , sambil menunjuk sofa cream yang ada di ruang tengah.


Tante Wina berjalan masuk , lalu mengambil ponsel dari tasnya.


Tak lama mereka berdua sudah berkutat di dapur minimalis itu , kali ini tante Wina hanya mengenakan dress rumah warna abu sebatas lutut , rambutnya digulung ke atas .


"kamu suka pete nggak ?" tanya tante Wina , mengeluarkan daging dan seikat pete dari kantong kresek .


"suka sih tante ."


" bagus deh ." lalu ia mengambil set pisau yang ada di rak atas. "biasanya tante masak buat makan sendiri , tapi ternyata Rey juga suka."


Andin menoleh ." Rey suka pete juga.


Tante Wina mengangguk. lalu beralih ke kulkas dan mengeluarkan kentang yang terbungkus plastik. "kita buat kentang balado pete aja gimana ?" usulnya.


"boleh , biar aku aja yang kupasin."


Kentang balado pete dan semur daging sudah tersaji di meja . Andin menaruh nasi , sementara tante Wina menata piring dan sendok .


"duduk Ndin."


Mereka sudah duduk di meja makan . Ketika terdengar suara pintu terbuka di depan.


"masuk Rey , kebetulan udah mateng ini ."


Andin berbalik , Rey sudah ada disana , berjalan ke arah mereka.


" kamu kesini juga ?" tanya Andin , ketika ia mengambil kursi di sampingnya.


" kenapa ? aku nggak boleh ikutan makan ?"


"udah ." tante Wina menengahi , lalu mulai menyendokkan nasi ke masing-masing piring." kamu mau kentangnya ." tawarnya ." tadi Andin loh yang masak."


"beneran ?" Rey menatapnya.

__ADS_1


Andin menggeleng. " cuma bagian ngupas aja ."


Tante Wina tertawa.


__ADS_2