PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
24


__ADS_3

Sore ini , Agnes mengundangnya ke suatu tempat .Hari ini ulang tahunnya .. dan akan ada acara kecil-kecilan dengan sahabat-sahabatnya.


" Ndin , jangan bilang Amel dan yang lainnya ya ."


Andin mengangguk , memang cuma dia aja yang diajak , selain Rey, Riki dan Rino tentunya .


" jam berapa acaranya ?" tanya Andin.


" jam 4 ."


Nanti kamu bareng aku aja berangkat .


PARADISE CAFE


Mereka sampai di sana tepat jam 4 dan langsung disambut waiters didepan.


" Mbak Agnes ya."


Mereka diantar ke ruang VVIP yang ada di lantai 2 , ruangannya tidak terlalu besar ,hanya berkapasitas 5-6 orang.


Begitu mereka sampai , ternyata Rey ,Riki dan Rino sudah lebih dulu sampai.


" yah yang punya acara malah telat." seloroh Rino.


Agnes manyun." cuma berapa detik." ia menunjukkan jam ditangannya.


Agnes mengambil tempat duduk di samping Riki dan Andin langsung duduk disebelah Rino . Melihat Rey yang cuma sendirian ,Rino langsung berdiri dan menggeser Rey.


" tukar bro , loe disitu aja."


Akhirnya Rey yang duduk di sebelah Andin.

__ADS_1


Kue ulang tahun datang ,setelah meniup lilin ,mereka mengucapkan selamat ke Agnes. Tak lama waiters membawakan beberapa makanan yang memenuhi meja. Rino spontan sumringah dan langsung melahapnya.


"loe kalau lihat makanan kayak lihat cewek aja." ejek Riki.


"makanan lebih menarik dari cewek bro." Rino langsung mengambil beberapa lauk ke piringnya.


Andin sendiri mengambil sedikit nasi dan dendeng balado , tapi baru beberapa suap , ia mengipas-ngipas mulutnya dengan tangan , kepedesan.


Rey menyodorkan segelas air putih padanya . Mungkin karena buru-buru ,ia menenggaknya dan..


..uhuuuk ... membuatnya tersedak.


"pelan-pelan." ucap Rey mendekatkan wajahnya dan mengambil gelas di tangan Andin.


"eheeem ..." Riki berdehem.


Andin merasa tak enak dengan yang lakukan Rey . Ia pun berdiri ."aku ke toilet dulu ya."




" gaes , sorry ya gue harus duluan nih , ada urusan penting sama mama." sekali lagi Agnes menatap Andin ,meminta persetujuan.


" iya udah kamu duluan aja nggak pa pa."


" iya tenang aja , Andin aman sama kita." sahut Rino, sambil mengelus perutnya yang kekenyangan.


" kenapa loe bro ?" tanya Riki mengejek.


" mau brojol dia." sahut Rey , yang dibarengi tawa Riki.

__ADS_1


" rese loe pada." sungut Rino kesal.


"Andin dianterin Riki aja ya ,kan searah dari sini ." Kata Agnes menengahi obrolan mereka.


"whaaat!!! gue boncengin Andin !!" serunya ,pura-pura kaget.


"gue harus izin dulu nih ." lanjut Riki , lalu beralih ke Rey. " boleh nggak bro?" tanyanya.


Rey memelototinya. Riki terkekeh.


"Andin sama gue." Ucap Rey akhirnya.


Agnes yang mendengar itu berusaha mengalihkan pembicaraan . " ya udah kalau gitu , thanks ya kalian udah pada datang." lalu ia berjalan ke mobilnya.


"roman -romannya ada cinta segitiga nih . " celoteh Rino begitu melihat Agnes sudah menjauh.


" siapa? tanya Riki , mengernyitkan dahinya . " loe ,gue sama Rey ." tebak Riki.


"hiiiiiii jijik gue. " ucap Rino, lalu pergi.


Riki pun berpamitan.


" ya udah gue duluan ya , kalian hati -hati pulangnya. " Riki menepuk-nepuk bahu Rey. "Dan loe , langsung antar pulang ya jangan diapa-apain anak orang." Riki terkekeh.


Rey langsung menjitak kepalanya.


"sial!!!". Riki pun pergi ,meninggalkan mereka berdua disana.


Andin terdiam , tiba-tiba kepikiran akan ucapan Rino tadi, apa memang ini ada hubungannya dengan Agnes dan juga Rey?


" Ndin kenapa diem?". tanya Rey mengagetkannya.

__ADS_1


Andin menggeleng.


" ya udah yuk." Rey menarik tangannya.


__ADS_2