
" tante... aku nggak akan menceritakan ini ke Rey , asal tante mau bantu aku. "
Wina menghentikan langkahnya.
Kali ini merasa tertarik dengan perkataan Agnes. " bantu apa?"
" kalau tante mau bantu aku untuk dekat sama Rey , aku nggak akan bilang semua ke Rey." ucapnya lantang.
Wina terbahak. " jadi kamu mau ancam saya ?"
Agnes menggeleng . " anggap saja ini kesepakatan , tante setuju kan ?"
" nggak !"
Agnes mengernyitkan keningnya , heran dengan jawaban itu. " tapi kenapa ? bukannya posisi tante akan aman kalau Rey nggak tahu soal mamanya ." paksanya , kali ini ia yakin tante Wina akan terpengaruh.
" kamu nggak usah sok tahu ya , saya tegaskan sekali lagi , saya nggak mau membuat kesepakatan apapun sama kamu ."
" kalau begitu saya akan beritahu Rey semuanya ." ancamnya .
Wina menatapnya tajam ." silahkan ." tantangnya.
" saya akan buat Rey benci sama tante. "
" oh ya . " Wina mendekatkan wajahnya ke Agnes . " saya juga akan pastikan Rey nggak akan pernah suka sama kamu ." bisiknya . " karena sekarang saya tahu , Andin jauh lebih baik dari kamu dalam segala hal." lalu ia tersenyum dan berbalik . Melangkah pergi meninggalkan Agnes yang masih kesal.
" kenapa udah dibuka ?" tanya Rey begitu melihat tangan Andin sudah tidak terbalut perban lagi malam itu.
" udah nggak papa kok ." ia menggerak-gerakkan tangannya , menunjukkan kalau sudah sembuh , hanya meninggalkan bekas kemerahan saja dilengannya.
" kata dokter udah boleh dibuka ?"
Andin mengangguk , tadi sore ia memang membawanya ke rumah sakit untuk kontrol , dan memang kondisinya sudah membaik sekarang. " kamu dari rumah ? " tanya Andin balik , ini sudah jam 8 malam saat Rey tiba-tiba muncul di kost nya.
" nggak , habis jalan sama anak-anak?"
__ADS_1
Andin menatapnya ." Riki sama Rino ? tanyanya memastikan.
" iya siapa lagi emangnya ."
Andin berdiri lalu masuk ke kamarnya , tak lama ia keluar membawakan segelas air putih .
" Riki lagi marahan sama Susi. " kata Rey sewaktu Andin menyodorkan gelas ke arahnya.
Andin kembali duduk . " marahan kenapa ?"
Rey meneguk minumannya sedikit , lalu menaruh lagi gelasnya di meja ." karena Riki pergi sama Agnes , jadi batalin acara mereka berdua."
" kok gitu ?" Andin menatapnya heran ." biasanya juga kalian keluar sama Agnes nggak papa kan , Susi juga tahu itu."
" iya sih , tapi kemarin itu mereka cuma pergi berdua aja. "
" apa Susi cemburu kalau Riki juga menyukai Agnes ?"
Rey mengangkat bahunya . " nggak tahu juga , tapi sebenarnya Riki udah bilang juga kalau lagi jalan sama Agnes , karena Agnes lagi butuh teman curhat , tapi ya... namanya juga cewek , mungkin dia mikirnya lain ."
" Riki mau minta tolong sama kamu ."
" sama aku ?" tanya Andin memastikan.
Rey mengangguk.
" minta tolong apa ?"
" kamu ... bisa nggak bicara sama Susi , kasih pengertian kalau Riki cuma nemenin Agnes sebagai teman aja kemarin , nggak lebih . Dia nggak enak aja kalau nolak ajakannya ."
Andin berfikir sebentar. " yah... nanti aku coba , tapi beneran kan antara Agnes sama Riki nggak ada apa-apa ?"
" ya nggak ada lah , Riki dari dulu emang sukanya sama Susi , dia setia kok kalau soal cewek ."
Andin mencibir . " nggak kayak kamu ya ." ejeknya.
__ADS_1
Rey mendelik . " emang kenapa aku ?"
Andin menggeleng . " tapi emang Agnes ketemuan sama Riki berdua bahas apa ? kok nggak sama kamu dan Rino juga. "
Rey diam . Nggak mungkin ia bilang kalau Agnes curhat soal kedekatannya sekarang , bisa jadi Andin merasa nggak enak juga sama Agnes nantinya.
" mungkin curhat soal kamu kali ?" tebak Andin dan kali ini memang tepat yang dibilang .
" nggak ." jawab Rey pendek.
Tiba-tiba Andin teringat sesuatu , pembicaraan Agnes dan Amel waktu itu yang tak sengaja didengarnya . Nggak ada salahnya kalau ia coba bicarakan sama Rey sekarang.
" tapi aku juga tahu kalau Agnes sebenarnya suka sama kamu ?"
Rey menatapnya kaget ." kata siapa ?"
" ya .. aku pernah nggak sengaja dengar waktu dia lagi ngomong sama Amel."
" terus aku mesti gimana ?" tanya Rey kesal.
" iya kamu mau coba buka hati sama Agnes . Kalian dulu kan dekat , tanpa kamu sadari mungkin pernah suka sama Agnes , tapi kemudian kalian lama nggak ketemu ,jadi ya..."
" nggak. " potong Rey cepat.
" kenapa ?"
Rey menarik nafas panjang . " aku nggak pernah ada perasaan sama Agnes sedikitpun ."
Andin diam kali ini .
" karena ... aku udah suka sama cewek lain . "
" oh ya ... siapa ?"
Rey diam , lalu berdiri dan melangkah pergi , tanpa berpamitan.
__ADS_1
Andin hanya menatapnya heran.