PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
58


__ADS_3

" tante... aku nggak akan menceritakan ini ke Rey , asal tante mau bantu aku. "


Wina menghentikan langkahnya.


Kali ini merasa tertarik dengan perkataan Agnes. " bantu apa?"


" kalau tante mau bantu aku untuk dekat sama Rey , aku nggak akan bilang semua ke Rey." ucapnya lantang.


Wina terbahak. " jadi kamu mau ancam saya ?"


Agnes menggeleng . " anggap saja ini kesepakatan , tante setuju kan ?"


" nggak !"


Agnes mengernyitkan keningnya , heran dengan jawaban itu. " tapi kenapa ? bukannya posisi tante akan aman kalau Rey nggak tahu soal mamanya ." paksanya , kali ini ia yakin tante Wina akan terpengaruh.


" kamu nggak usah sok tahu ya , saya tegaskan sekali lagi , saya nggak mau membuat kesepakatan apapun sama kamu ."


" kalau begitu saya akan beritahu Rey semuanya ." ancamnya .


Wina menatapnya tajam ." silahkan ." tantangnya.


" saya akan buat Rey benci sama tante. "


" oh ya . " Wina mendekatkan wajahnya ke Agnes . " saya juga akan pastikan Rey nggak akan pernah suka sama kamu ." bisiknya . " karena sekarang saya tahu , Andin jauh lebih baik dari kamu dalam segala hal." lalu ia tersenyum dan berbalik . Melangkah pergi meninggalkan Agnes yang masih kesal.


" kenapa udah dibuka ?" tanya Rey begitu melihat tangan Andin sudah tidak terbalut perban lagi malam itu.


" udah nggak papa kok ." ia menggerak-gerakkan tangannya , menunjukkan kalau sudah sembuh , hanya meninggalkan bekas kemerahan saja dilengannya.


" kata dokter udah boleh dibuka ?"


Andin mengangguk , tadi sore ia memang membawanya ke rumah sakit untuk kontrol , dan memang kondisinya sudah membaik sekarang. " kamu dari rumah ? " tanya Andin balik , ini sudah jam 8 malam saat Rey tiba-tiba muncul di kost nya.


" nggak , habis jalan sama anak-anak?"

__ADS_1


Andin menatapnya ." Riki sama Rino ? tanyanya memastikan.


" iya siapa lagi emangnya ."


Andin berdiri lalu masuk ke kamarnya , tak lama ia keluar membawakan segelas air putih .


" Riki lagi marahan sama Susi. " kata Rey sewaktu Andin menyodorkan gelas ke arahnya.


Andin kembali duduk . " marahan kenapa ?"


Rey meneguk minumannya sedikit , lalu menaruh lagi gelasnya di meja ." karena Riki pergi sama Agnes , jadi batalin acara mereka berdua."


" kok gitu ?" Andin menatapnya heran ." biasanya juga kalian keluar sama Agnes nggak papa kan , Susi juga tahu itu."


" iya sih , tapi kemarin itu mereka cuma pergi berdua aja. "


" apa Susi cemburu kalau Riki juga menyukai Agnes ?"


Rey mengangkat bahunya . " nggak tahu juga , tapi sebenarnya Riki udah bilang juga kalau lagi jalan sama Agnes , karena Agnes lagi butuh teman curhat , tapi ya... namanya juga cewek , mungkin dia mikirnya lain ."


" Riki mau minta tolong sama kamu ."


" sama aku ?" tanya Andin memastikan.


Rey mengangguk.


" minta tolong apa ?"


" kamu ... bisa nggak bicara sama Susi , kasih pengertian kalau Riki cuma nemenin Agnes sebagai teman aja kemarin , nggak lebih . Dia nggak enak aja kalau nolak ajakannya ."


Andin berfikir sebentar. " yah... nanti aku coba , tapi beneran kan antara Agnes sama Riki nggak ada apa-apa ?"


" ya nggak ada lah , Riki dari dulu emang sukanya sama Susi , dia setia kok kalau soal cewek ."


Andin mencibir . " nggak kayak kamu ya ." ejeknya.

__ADS_1


Rey mendelik . " emang kenapa aku ?"


Andin menggeleng . " tapi emang Agnes ketemuan sama Riki berdua bahas apa ? kok nggak sama kamu dan Rino juga. "


Rey diam . Nggak mungkin ia bilang kalau Agnes curhat soal kedekatannya sekarang , bisa jadi Andin merasa nggak enak juga sama Agnes nantinya.


" mungkin curhat soal kamu kali ?" tebak Andin dan kali ini memang tepat yang dibilang .


" nggak ." jawab Rey pendek.


Tiba-tiba Andin teringat sesuatu , pembicaraan Agnes dan Amel waktu itu yang tak sengaja didengarnya . Nggak ada salahnya kalau ia coba bicarakan sama Rey sekarang.


" tapi aku juga tahu kalau Agnes sebenarnya suka sama kamu ?"


Rey menatapnya kaget ." kata siapa ?"


" ya .. aku pernah nggak sengaja dengar waktu dia lagi ngomong sama Amel."


" terus aku mesti gimana ?" tanya Rey kesal.


" iya kamu mau coba buka hati sama Agnes . Kalian dulu kan dekat , tanpa kamu sadari mungkin pernah suka sama Agnes , tapi kemudian kalian lama nggak ketemu ,jadi ya..."


" nggak. " potong Rey cepat.


" kenapa ?"


Rey menarik nafas panjang . " aku nggak pernah ada perasaan sama Agnes sedikitpun ."


Andin diam kali ini .


" karena ... aku udah suka sama cewek lain . "


" oh ya ... siapa ?"


Rey diam , lalu berdiri dan melangkah pergi , tanpa berpamitan.

__ADS_1


Andin hanya menatapnya heran.


__ADS_2