
Seorang asisten rumah tangga yang masih berusia muda membawakan mereka teh hangat dan beberapa camilan , lalu ia berpamitan masuk.
" ada apa Rey ?" tanyanya ulang , masih terlihat kegusaran di wajahnya , bagaimana kalau tiba-tiba suaminya pulang , bukankah ia sudah menegaskan kalau tak ada tempat lagi untuk Rey di rumah ini .
" apa benar mama sudah nikah lagi ?" tanyanya langsung.
Rosa menatap Wina sebentar , lalu ia mengangguk.
" dimana ?"
" acaranya di Bali Rey , karena keluarga Om Alex kebanyakan disana , jadi biar lebih dekat ." kali ini ia menjawab sambil menundukkan kepalanya , sembari memainkan kedua jari-jari tangannya . Jantungnya berdegup kencang.
" oh jadi acaranya memang khusus untuk keluarga mama yang baru .."
Rosa mendongak , menatap putranya itu . Yang dari sorot matanya terlihat menyimpan kebencian sekaligus kekecewaan padanya.
" bukan begitu Rey , cuma... yang buat acara ini Om Alex ..jadi mama hanya mengikuti saja ."
" ya udah nggak papa , nggak penting juga kan untuk ngundang aku , papa , atau keluarga mama disini .." sindirnya , yang membuat Rosa semakin merasa bersalah.
" mama minta maaf Rey ." ia mulai terisak sekarang , menyaksikan putra kandungnya itu penuh amarah menatapnya.
" kenapa harus minta maaf ?" Rey mencibirnya. " bukankah ini memang pilihan mama sekarang."
" apapun yang terjadi kamu tetap anak mama . " Rosa masih berusaha membujuk , lalu ia berniat memegangi tangan Rey , namun dengan cepat ditepisnya .
" anak ? memangnya mama masih ingat kalau punya anak ?" Rosa semakin tersedu . " bukankah mama sudah punya anak yang lain . " ekor matanya menunjuk ke arah pigura foto yang ada di atas bufet .
" Ma .." Rosa segera mengusap air matanya , mendengar ada yang memanggil .
Rey melihat ke arah datangnya suara . Itukan cewek yang ada difoto , pikirnya . Ia berlari menghampiri mamanya sekarang.
" mama kenapa ?" tanyanya heran .
Rosa menggeleng ." nggak papa sayang ."
__ADS_1
" mereka siapa Ma ?" tanyanya melihat tamu , yang memang belum dikenalnya .
Rosa menatapnya dan Rey bergantian . " oh ini anak mama , namanya Reyhan .."
" ooh."
" Rey , ini anaknya Om Alex namanya Rena .."
Cewek bernama Rena itu masih terus menatapnya . " oh jadi dia yang nabrak Kak Boby kemarin ya ?"
Rosa mengangguk.
" ngapain dia kesini ? bukankah papa sudah bilang untuk melarangnya masuk rumah ini .."
" Rena ." sentak Rosa , lalu memegang tangannya , memberi isyarat untuk diam.
Rey menatap tajam mamanya dan Rena . " oh ya , jadi suami mama melarang aku kesini ?!"
" iya ." jawab Rena tanpa memperdulikan sentakan Rosa tadi . " Papa emang nggak suka kalau sampai keluarga mama sering kesini atau bahkan tinggal disini , termasuk kamu .." cerocos Rena dan memang dia sama seperti papanya .
" maaf Rey , Rena memang gitu bicaranya . " ucapnya memelas .
" nggak masalah kalau memang aku nggak boleh kesini , lagian aku juga nggak suka disini ..!" kali ini Rey menjawab dengan suara tinggi . Nafasnya turun naik menahan marah . " tante , ayo pulang ." Rey berdiri dan menggandeng tangan Wina , lalu berjalan keluar.
" Mbak , kita permisi dulu . " pamit Wina .
" Rey , tunggu dulu dengerin mama .." Rey sudah berjalan keluar . Tanpa memperdulikan Rosa yang menangis histeris masih ditempatnya duduk tadi.
" Rey , pelan-pelan ..." Wina sedikit khawatir , karena Rey mengendarai dengan kecepatan tinggi sekarang . Tak ada jawaban keluar dari mulutnya .
Wina mengambil ponselnya.
" kalian masih dirumah Rosa ?" pesan dari Mas Gunawan.
" ini perjalanan pulang Mas ."
__ADS_1
" gimana tadi ?"
" ya begitulah , Mas pasti tahu reaksi Rey kalau mendengar semuanya ."
" ya sudah , lebih baik dia tahu sekarang ."
Wina memasukkan kembali ponselnya ke tas , ketika mobil sudah memasuki area rumahnya .
Mereka turun setelah Rey memarkir mobil di halaman . Begitu keluar mobil , Rey menghampiri motornya yang masih terparkir disana.
" kamu mau kemana ?" tanya Wina cemas , melihat kondisi Rey sekarang , lebih baik kalau menahannya untuk pulang ,sampai emosinya benar-benar reda.
" pulang ."
" nggak !" larang Wina ." kamu nggak bisa nyetir dalam kondisi marah begini ." lalu Wina menarik tangannya dan menyuruhnya duduk diteras depan. " tunggu disini , tante ambilin minum ."
Rey masih diam . Pikirannya menerawang kemana-mana . Jadi ini alasan sebenarnya mama tak pernah memberitahukan hubungannya dengan Om Alex , bahkan saat mereka menikah ia tak dilibatkan didalamnya .
" Papa emang nggak suka kalau sampai keluarga mama sering kesini atau bahkan tinggal disini , termasuk kamu .."
Iya , semua karena mereka memang tak menginginkannya . Mereka sudah punya keluarga baru dan dengan gampang menyingkirkannya .
Apa memang harus begini akhirnya .. sekarang setelah Mama menikah , ia disingkirkan dari kehidupannya . Setelah ini , kalau Papa juga menikah dengan Tante Wina , apa juga akan melakukan hal yang sama , karena mereka juga akan punya kehidupan baru dan tak mau kalau sampai ia ikut andil didalamnya .
" kamu nggak papa kan ?" Wina sudah berdiri di depannya , menaruh segelas air dimeja .
Rey berdiri dan mereka saling berhadapan sekarang .
" apa nanti setelah Papa menikah sama Tante ... aku juga akan disingkirkan seperti yang dilakukan Mama sekarang ?" tanyanya nanar , matanya mulai berkaca-kaca sekarang.
Wina menatapnya iba , ia tahu apa yang dirasakannya sekarang . " kenapa ngomongnya gitu Rey ?" tanyanya dengan lembut .
Rey menundukkan kepalanya , air matanya mulai menetes sekarang .
Wina mendekat dan memeluknya erat , tak ada penolakan dari Rey kali ini .
__ADS_1
" nggak akan ada yang berubah , tante janji ." ucapnya berbisik ditelinga Rey .