PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
70


__ADS_3

Seorang asisten rumah tangga yang masih berusia muda membawakan mereka teh hangat dan beberapa camilan , lalu ia berpamitan masuk.


" ada apa Rey ?" tanyanya ulang , masih terlihat kegusaran di wajahnya , bagaimana kalau tiba-tiba suaminya pulang , bukankah ia sudah menegaskan kalau tak ada tempat lagi untuk Rey di rumah ini .


" apa benar mama sudah nikah lagi ?" tanyanya langsung.


Rosa menatap Wina sebentar , lalu ia mengangguk.


" dimana ?"


" acaranya di Bali Rey , karena keluarga Om Alex kebanyakan disana , jadi biar lebih dekat ." kali ini ia menjawab sambil menundukkan kepalanya , sembari memainkan kedua jari-jari tangannya . Jantungnya berdegup kencang.


" oh jadi acaranya memang khusus untuk keluarga mama yang baru .."


Rosa mendongak , menatap putranya itu . Yang dari sorot matanya terlihat menyimpan kebencian sekaligus kekecewaan padanya.


" bukan begitu Rey , cuma... yang buat acara ini Om Alex ..jadi mama hanya mengikuti saja ."


" ya udah nggak papa , nggak penting juga kan untuk ngundang aku , papa , atau keluarga mama disini .." sindirnya , yang membuat Rosa semakin merasa bersalah.


" mama minta maaf Rey ." ia mulai terisak sekarang , menyaksikan putra kandungnya itu penuh amarah menatapnya.


" kenapa harus minta maaf ?" Rey mencibirnya. " bukankah ini memang pilihan mama sekarang."


" apapun yang terjadi kamu tetap anak mama . " Rosa masih berusaha membujuk , lalu ia berniat memegangi tangan Rey , namun dengan cepat ditepisnya .


" anak ? memangnya mama masih ingat kalau punya anak ?" Rosa semakin tersedu . " bukankah mama sudah punya anak yang lain . " ekor matanya menunjuk ke arah pigura foto yang ada di atas bufet .


" Ma .." Rosa segera mengusap air matanya , mendengar ada yang memanggil .


Rey melihat ke arah datangnya suara . Itukan cewek yang ada difoto , pikirnya . Ia berlari menghampiri mamanya sekarang.


" mama kenapa ?" tanyanya heran .


Rosa menggeleng ." nggak papa sayang ."

__ADS_1


" mereka siapa Ma ?" tanyanya melihat tamu , yang memang belum dikenalnya .


Rosa menatapnya dan Rey bergantian . " oh ini anak mama , namanya Reyhan .."


" ooh."


" Rey , ini anaknya Om Alex namanya Rena .."


Cewek bernama Rena itu masih terus menatapnya . " oh jadi dia yang nabrak Kak Boby kemarin ya ?"


Rosa mengangguk.


" ngapain dia kesini ? bukankah papa sudah bilang untuk melarangnya masuk rumah ini .."


" Rena ." sentak Rosa , lalu memegang tangannya , memberi isyarat untuk diam.


Rey menatap tajam mamanya dan Rena . " oh ya , jadi suami mama melarang aku kesini ?!"


" iya ." jawab Rena tanpa memperdulikan sentakan Rosa tadi . " Papa emang nggak suka kalau sampai keluarga mama sering kesini atau bahkan tinggal disini , termasuk kamu .." cerocos Rena dan memang dia sama seperti papanya .


" maaf Rey , Rena memang gitu bicaranya . " ucapnya memelas .


" nggak masalah kalau memang aku nggak boleh kesini , lagian aku juga nggak suka disini ..!" kali ini Rey menjawab dengan suara tinggi . Nafasnya turun naik menahan marah . " tante , ayo pulang ." Rey berdiri dan menggandeng tangan Wina , lalu berjalan keluar.


" Mbak , kita permisi dulu . " pamit Wina .


" Rey , tunggu dulu dengerin mama .." Rey sudah berjalan keluar . Tanpa memperdulikan Rosa yang menangis histeris masih ditempatnya duduk tadi.


" Rey , pelan-pelan ..." Wina sedikit khawatir , karena Rey mengendarai dengan kecepatan tinggi sekarang . Tak ada jawaban keluar dari mulutnya .


Wina mengambil ponselnya.


" kalian masih dirumah Rosa ?" pesan dari Mas Gunawan.


" ini perjalanan pulang Mas ."

__ADS_1


" gimana tadi ?"


" ya begitulah , Mas pasti tahu reaksi Rey kalau mendengar semuanya ."


" ya sudah , lebih baik dia tahu sekarang ."


Wina memasukkan kembali ponselnya ke tas , ketika mobil sudah memasuki area rumahnya .


Mereka turun setelah Rey memarkir mobil di halaman . Begitu keluar mobil , Rey menghampiri motornya yang masih terparkir disana.


" kamu mau kemana ?" tanya Wina cemas , melihat kondisi Rey sekarang , lebih baik kalau menahannya untuk pulang ,sampai emosinya benar-benar reda.


" pulang ."


" nggak !" larang Wina ." kamu nggak bisa nyetir dalam kondisi marah begini ." lalu Wina menarik tangannya dan menyuruhnya duduk diteras depan. " tunggu disini , tante ambilin minum ."


Rey masih diam . Pikirannya menerawang kemana-mana . Jadi ini alasan sebenarnya mama tak pernah memberitahukan hubungannya dengan Om Alex , bahkan saat mereka menikah ia tak dilibatkan didalamnya .


" Papa emang nggak suka kalau sampai keluarga mama sering kesini atau bahkan tinggal disini , termasuk kamu .."


Iya , semua karena mereka memang tak menginginkannya . Mereka sudah punya keluarga baru dan dengan gampang menyingkirkannya .


Apa memang harus begini akhirnya .. sekarang setelah Mama menikah , ia disingkirkan dari kehidupannya . Setelah ini , kalau Papa juga menikah dengan Tante Wina , apa juga akan melakukan hal yang sama , karena mereka juga akan punya kehidupan baru dan tak mau kalau sampai ia ikut andil didalamnya .


" kamu nggak papa kan ?" Wina sudah berdiri di depannya , menaruh segelas air dimeja .


Rey berdiri dan mereka saling berhadapan sekarang .


" apa nanti setelah Papa menikah sama Tante ... aku juga akan disingkirkan seperti yang dilakukan Mama sekarang ?" tanyanya nanar , matanya mulai berkaca-kaca sekarang.


Wina menatapnya iba , ia tahu apa yang dirasakannya sekarang . " kenapa ngomongnya gitu Rey ?" tanyanya dengan lembut .


Rey menundukkan kepalanya , air matanya mulai menetes sekarang .


Wina mendekat dan memeluknya erat , tak ada penolakan dari Rey kali ini .

__ADS_1


" nggak akan ada yang berubah , tante janji ." ucapnya berbisik ditelinga Rey .


__ADS_2