
" kalian kok bisa pake baju couple an gini." selidik Wina sewaktu mereka berdua sudah duduk . " baru ya?"
Andin dan Rey saling bertatapan .
Tiba-tiba seorang waiters mendekati Gunawan . " permisi pak , kuenya mau disajikan sekarang ?"
" oh iya boleh ."
Lalu ia kembali masuk bersama satu orang temannya .
Tak lama ia keluar , dengan kue ulang tahun besar berwarna pink .
Selesai menata nya di meja , 2 waiters tadi berpamitan masuk.
Gunawan mengambil korek dan menyalakan lilin berbentuk angka 35.
Setelah acara tiup lilin , Wina memotong kuenya dan memberikan suapan pertama ke Gunawan .
Lalu ia memotong kue lagi dan menaruhnya di piring kecil , memberikannya ke Rey.
" suapin ke Andin ." bisik Wina , karena ia sedari tadi memang duduk bersebelahan dengan Rey.
Rey mengangguk . Menyendok sedikit potongan kue itu dan menyuapkannya ke Andin.
Di meja lain ...
" itu siapa Nes ?" tanya Nisa yang juga menyaksikan acara potong kue di meja tak jauh dari tempatnya duduk itu .
" aku nggak tahu ma . " jawab Agnes sinis ,ia tahu itu siapa dan semua yang dilihatnya barusan membuatnya kesal .
Dilihatnya Rey menyuapkan kue ke seseorang di sebelahnya , yang sewaktu menengok , ia melihatnya dengan jelas kalau itu memang Andin.
" ini buat tante ." Rey menyodorkan kotak berwarna hitam itu ke Wina .
Wina nampak terkejut , tak menyangka Rey akan membawakannya hadiah . " ini apa Rey ?" lalu ia menatap ke Gunawan seperti meminta persetujuan . Ada anggukan disana , Wina segera membukanya dan saat melihat isinya membuatnya melongo . " ya ampun Rey ini beneran buat tante ... ini mahal loh ." seru Wina takjub , melihat kalung berlian , berinisial namanya .
Gunawan yang penasaran , coba untuk melihatnya juga. " coba aku lihat ..." Wina menyerahkan kotak perhiasannya .
" selera kamu bagus juga ." pujinya pada Rey ." bahkan ini lebih mahal dari yang papa kasih."
Wina terbahak.
__ADS_1
" masak sih ?" sahut Rey ." emang papa kasih apa ?"
tanpa menjawab , Wina mengangkat tangannya dan menunjukkan cincin yang tersemat di jari manisnya.
" oh untung kemarin nggak jadi ambil cincin juga , soalnya kemarin Andin memilih cincin untuk kado."
Wina menatapnya ." oh ya ... jadi kalian berdua yang nyari kado ?"
Rey mengangguk .
" terus kenapa nggak jadi pilih cincin ?"
" karena dia pilihnya cincin kawin." jawab Rey polos.
Wina tergelak mendengarnya.
" Rey kenapa diceritain. " Andin mendelik , memukul lengannya.
" emangnya kenapa kalau Andin suka sama cincin itu ?" Gunawan ikut bersuara kali ini.
" ya nggak papa juga ." jawab Rey.
" tapi itu bukan buat kado mas ." Wina menimpali . " kan Andin yang suka sama model cincinnya ."
Wina menatapnya heran ." mas , masak mereka mau beli cincin kawin ?"
" emang kenapa ?" tanyanya balik. " siapa tahu setelah lulus sekolah , mereka langsung mau nikah ." cetusnya.
" Mas ." sergah Wina . " mereka masih kecil , masak disuruh nikah sih ."
" nggak papa , emang ada larangan nikah muda ?"
" aku mau kok kalau disuruh nikah ." Rey menatap Andin . " ya kan ?"
Andin melotot.
Gunawan dan Wina kompak juga menatapnya .
" beneran ?" tanya Gunawan serius.
Rey mengangguk.
__ADS_1
" udah ah ." sergah Wina . " kenapa kalian jadi ngomongnya ngawur begini ." lalu menatap Gunawan serius .
" papa yang mulai ." cetus Rey.
" udah mending sekarang kita makan yah ."
Lalu Wina mengambil mangkok nasi dan memulai menaruhnya di masing-masing piring .
" Rey , kita berdua mau ada yang disampaikan ke kamu ." Gunawan memulai obrolan ,setelah hampir 10 menitan mereka tak bersuara dan sibuk dengan makanan masing-masing.
" iya kenapa ?" tanya Rey , menaruh sendok dan garpu nya di atas piring yang sudah kosong .
Wina juga melakukan hal yang sama , tapi ia hanya menatap Gunawan , memberi tanda untuk memulai pembicaraan .
" kita... sudah menentukan tanggal pernikahan ."
Rey diam . Sebenarnya ia sudah menduga apa yang akan mereka katakan dan ternyata dugaannya tak salah.
Wina masih tak bersuara , mungkin sebaiknya memang Gunawan yang menyampaikan semuanya .
" tidak ada pesta , hanya untuk keluarga terdekat saja .."
" kapan ?" tanya Rey singkat.
" bulan depan ."
tak ada jawaban.
Rey berdiri.
" mau kemana kamu ?" tanya Gunawan .
Rey berbalik dan berjalan menuju lift yang ada di sudut ruangan.
Gunawan hendak berdiri , tapi ditahan ketika tangan Wina memeganginya .
Wina menggeleng . Air matanya tiba-tiba menetes .
Apa ini akan terjadi seperti yang ditakutkan selama ini . Rey tetap akan menolaknya .
" Andin tolong kamu ikutin Rey ya ."
__ADS_1
Andin mengangguk dan bergegas menyusul Rey .