PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
79


__ADS_3

" kalian kok bisa pake baju couple an gini." selidik Wina sewaktu mereka berdua sudah duduk . " baru ya?"


Andin dan Rey saling bertatapan .


Tiba-tiba seorang waiters mendekati Gunawan . " permisi pak , kuenya mau disajikan sekarang ?"


" oh iya boleh ."


Lalu ia kembali masuk bersama satu orang temannya .


Tak lama ia keluar , dengan kue ulang tahun besar berwarna pink .


Selesai menata nya di meja , 2 waiters tadi berpamitan masuk.


Gunawan mengambil korek dan menyalakan lilin berbentuk angka 35.


Setelah acara tiup lilin , Wina memotong kuenya dan memberikan suapan pertama ke Gunawan .


Lalu ia memotong kue lagi dan menaruhnya di piring kecil , memberikannya ke Rey.


" suapin ke Andin ." bisik Wina , karena ia sedari tadi memang duduk bersebelahan dengan Rey.


Rey mengangguk . Menyendok sedikit potongan kue itu dan menyuapkannya ke Andin.


Di meja lain ...


" itu siapa Nes ?" tanya Nisa yang juga menyaksikan acara potong kue di meja tak jauh dari tempatnya duduk itu .


" aku nggak tahu ma . " jawab Agnes sinis ,ia tahu itu siapa dan semua yang dilihatnya barusan membuatnya kesal .


Dilihatnya Rey menyuapkan kue ke seseorang di sebelahnya , yang sewaktu menengok , ia melihatnya dengan jelas kalau itu memang Andin.


" ini buat tante ." Rey menyodorkan kotak berwarna hitam itu ke Wina .


Wina nampak terkejut , tak menyangka Rey akan membawakannya hadiah . " ini apa Rey ?" lalu ia menatap ke Gunawan seperti meminta persetujuan . Ada anggukan disana , Wina segera membukanya dan saat melihat isinya membuatnya melongo . " ya ampun Rey ini beneran buat tante ... ini mahal loh ." seru Wina takjub , melihat kalung berlian , berinisial namanya .


Gunawan yang penasaran , coba untuk melihatnya juga. " coba aku lihat ..." Wina menyerahkan kotak perhiasannya .


" selera kamu bagus juga ." pujinya pada Rey ." bahkan ini lebih mahal dari yang papa kasih."


Wina terbahak.

__ADS_1


" masak sih ?" sahut Rey ." emang papa kasih apa ?"


tanpa menjawab , Wina mengangkat tangannya dan menunjukkan cincin yang tersemat di jari manisnya.


" oh untung kemarin nggak jadi ambil cincin juga , soalnya kemarin Andin memilih cincin untuk kado."


Wina menatapnya ." oh ya ... jadi kalian berdua yang nyari kado ?"


Rey mengangguk .


" terus kenapa nggak jadi pilih cincin ?"


" karena dia pilihnya cincin kawin." jawab Rey polos.


Wina tergelak mendengarnya.


" Rey kenapa diceritain. " Andin mendelik , memukul lengannya.


" emangnya kenapa kalau Andin suka sama cincin itu ?" Gunawan ikut bersuara kali ini.


" ya nggak papa juga ." jawab Rey.


" tapi itu bukan buat kado mas ." Wina menimpali . " kan Andin yang suka sama model cincinnya ."


Wina menatapnya heran ." mas , masak mereka mau beli cincin kawin ?"


" emang kenapa ?" tanyanya balik. " siapa tahu setelah lulus sekolah , mereka langsung mau nikah ." cetusnya.


" Mas ." sergah Wina . " mereka masih kecil , masak disuruh nikah sih ."


" nggak papa , emang ada larangan nikah muda ?"


" aku mau kok kalau disuruh nikah ." Rey menatap Andin . " ya kan ?"


Andin melotot.


Gunawan dan Wina kompak juga menatapnya .


" beneran ?" tanya Gunawan serius.


Rey mengangguk.

__ADS_1


" udah ah ." sergah Wina . " kenapa kalian jadi ngomongnya ngawur begini ." lalu menatap Gunawan serius .


" papa yang mulai ." cetus Rey.


" udah mending sekarang kita makan yah ."


Lalu Wina mengambil mangkok nasi dan memulai menaruhnya di masing-masing piring .


" Rey , kita berdua mau ada yang disampaikan ke kamu ." Gunawan memulai obrolan ,setelah hampir 10 menitan mereka tak bersuara dan sibuk dengan makanan masing-masing.


" iya kenapa ?" tanya Rey , menaruh sendok dan garpu nya di atas piring yang sudah kosong .


Wina juga melakukan hal yang sama , tapi ia hanya menatap Gunawan , memberi tanda untuk memulai pembicaraan .


" kita... sudah menentukan tanggal pernikahan ."


Rey diam . Sebenarnya ia sudah menduga apa yang akan mereka katakan dan ternyata dugaannya tak salah.


Wina masih tak bersuara , mungkin sebaiknya memang Gunawan yang menyampaikan semuanya .


" tidak ada pesta , hanya untuk keluarga terdekat saja .."


" kapan ?" tanya Rey singkat.


" bulan depan ."


tak ada jawaban.


Rey berdiri.


" mau kemana kamu ?" tanya Gunawan .


Rey berbalik dan berjalan menuju lift yang ada di sudut ruangan.


Gunawan hendak berdiri , tapi ditahan ketika tangan Wina memeganginya .


Wina menggeleng . Air matanya tiba-tiba menetes .


Apa ini akan terjadi seperti yang ditakutkan selama ini . Rey tetap akan menolaknya .


" Andin tolong kamu ikutin Rey ya ."

__ADS_1


Andin mengangguk dan bergegas menyusul Rey .


__ADS_2