
Agnes sampai di sebuah butik langganan mamanya , sang desainer bernama Tante Inka yang juga sahabat mamanya membantunya memilih kebaya yang akan digunakan untuk akad nikahnya nanti .
" Hai Agnes ..." sapa Inka saat ia memasuki pintu butiknya , hari ini ia hanya ditemani sopir kesini .
" Tante Inka .."
" kamu sendirian ...mamamu mana ?"
" nggak ikut tante , masih ada urusan lain ."
" oh baiklah ...sini masuk ."
Inka membantu mendorong kursi rodanya , salah seorang di karyawan butik menghampiri mereka .
" permisi bu ...ada telpon dari Bu Sarah ."
" oh iya ...Nes sebentar ya tante angkat telpon dulu , kamu ditemani Mbak Nia dulu ya ."
Agnes mengangguk , lalu Inka berjalan masuk ke ruangannya .
Nia duduk menyandingnya ." Ini mbaknya yang mau nikah ?"
" Iya mbak ."
" oke ...nanti saya bantu pilih kebayanya mbak..."
" panggil Agnes aja ." Potongnya .
" ok Agnes ."
" acara nya buat kapan ini ?"
" awal bulan mbak , tapi cuma akad nikahnya aja kok ..."
" nggak papa yang penting sah dulu ...kalau pesta bisa menyusul kan ..."
" iya mbak ."
Nia kali ini menatapnya .
" kamu kelihatan bahagia sekali ...pasti sangat mencintai calon suaminya ya .." godanya , membuat Agnes tersipu .
" iya mbak dulu juga gitu kok , waktu mau jadi pengantin...kalian pacaran udah lama ?"
Agnes menggeleng ." Cuma kita emang udah berteman dari SMP ."
" wah...udah lama juga ya ..."
Agnes mengangguk .
" ya sudah , kita ke ruangan sebelah ..ada koleksi kebaya terbaru .."
--------------------------------------
Pagi ini , Rey langsung memilih menemui Andin dulu di toko sebelum ke kantor .
Yang dibilang mama ada benarnya juga .
__ADS_1
Masih ada waktu untuk memperjuangkan semuanya , sebelum benar-benar terjadi dan yang akan disesalinya seumur hidup .
Sekarang ia hanya mau memastikan lagi soal perasaan mereka .
Kalau perlu ia siap untuk meninggalkan semuanya kalau memang cuma itu cara agar mereka bisa bersatu .
Rey masuk toko yang masih sepi , hanya ada seorang karyawan sedang membersihkan ruangan .
" maaf mas kita belum buka hari ini .." ucapnya saat melihat Rey masuk ...tulisan CLOSE di pintu juga belum dibaliknya .
" ah iya ...saya cuma mau ketemu Andin aja , udah datang kan ?"
" mbak Andin udah nggak disini lagi ."
" maksudnya ?" Rey membelalakkan matanya kaget .
" mbak Andin udah resign mas ."
" Resign ...mulai kapan ?"
" sudah seminggu yang lalu ."
Rey mengambil ponsel dan menghubungi seseorang .
' nggak aktif '
Ia menghubungi nomor lain.
" ya Rey ." Jawab Amel disana .
Amel diam sebentar , lalu tak lama ia bersuara .
" itu dia ...aku juga nggak tahu , seminggu yang lalu dia bilang mau resign , tapi nggak bilang mau kemana .."
" kamu yakin dia nggak cerita mau kemana ?"
" nggak Rey , aku juga nggak tahu Andin kemana ... dia nggak cerita sama sekali ."
Rey mendesah pelan , sambungan ponselnya terputus .
" kalau Tante Mayang belum pulang kan ?"
" Bu Mayang sudah kembali ke Singapore Mas ."
Rey mengusap wajahnya . Selalu saja seperti ini .
Tiba-tiba teringat sesuatu , ia bergegas keluar .
Tak lama ia sampai di rumah Riki yang memang tak jauh dari sana .
" tumben kesini pagi-pagi ?" Tanya Susi yang menatapnya heran saat membuka pintu .
" Riki mana ?"
" udah berangkat ,tadi buru-buru katanya ada meeting ."
Rey tak jadi masuk dan memilih duduk di teras depan .
__ADS_1
" loe kenapa ?" Tanya Susi lalu duduk didepannya .
" Andin kemana ?" Tanyanya risau .
Susi menatapnya iba . " Rey udahlah , loe nggak usah gangguin Andin lagi ...loe kan udah mau nikah juga ."
" loe tahu kan Andin dimana ?"
Susi menggeleng .
" jangan bohong ." Tuntut Rey lagi .
" gue nggak tahu ...udahlah sebaiknya loe lupain soal Andin , biar dia juga bisa hidup tenang ."
" gue nggak bisa ..."
" Rey ...kalau loe kayak gini kasihan Andin juga nantinya ."
Rey menatapnya .
" kalau loe terus ngejar Andin , nantinya Agnes akan semakin membencinya , kamu tahu kan dia bisa melakukan apa saja kalau sudah cemburu ."
" tapi gue beneran nggak bisa ngelupain Andin ...loe tahu itu kan ?"
" ya sudah loe tunggu disini dulu sebentar ."
Susi masuk ke dalam rumah .
Tak lama ia keluar , membawa selembar kertas di tangannya .
" itu apa ?"
Susi memberikannya pada Rey .
" sebelum pergi , Andin nitip ini buat loe ."
Rey membuka lipatan kertas dengan tangan sedikit bergetar .
Perasaannya mendadak tak karuan .
Melihat tulisan didalamnya ia tahu betul itu memang tulisan tangan Andin .
Membacanya membuat dadanya serasa sesak , harapan yang ingin diraihnya mendadak sirna sekejap .
Rey ...saat membaca tulisan ini , berarti kita tidak akan pernah lagi bertemu untuk selamanya .
Aku minta tolong ... jangan pernah menemui atau mencari aku lagi .
Aku sudah cukup bahagia selama ini dengan kita tidak bersama ...
Kita harus menjalani kehidupan masing-masing .
Tolong bahagiakan Agnes , karena dia lebih membutuhkan kamu ...bukan aku .
__ADS_1