PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
110


__ADS_3

Agnes sampai di sebuah butik langganan mamanya , sang desainer bernama Tante Inka yang juga sahabat mamanya membantunya memilih kebaya yang akan digunakan untuk akad nikahnya nanti .


" Hai Agnes ..." sapa Inka saat ia memasuki pintu butiknya , hari ini ia hanya ditemani sopir kesini .


" Tante Inka .."


" kamu sendirian ...mamamu mana ?"


" nggak ikut tante , masih ada urusan lain ."


" oh baiklah ...sini masuk ."


Inka membantu mendorong kursi rodanya , salah seorang di karyawan butik menghampiri mereka .


" permisi bu ...ada telpon dari Bu Sarah ."


" oh iya ...Nes sebentar ya tante angkat telpon dulu , kamu ditemani Mbak Nia dulu ya ."


Agnes mengangguk , lalu Inka berjalan masuk ke ruangannya .


Nia duduk menyandingnya ." Ini mbaknya yang mau nikah ?"


" Iya mbak ."


" oke ...nanti saya bantu pilih kebayanya mbak..."


" panggil Agnes aja ." Potongnya .


" ok Agnes ."


" acara nya buat kapan ini ?"


" awal bulan mbak , tapi cuma akad nikahnya aja kok ..."


" nggak papa yang penting sah dulu ...kalau pesta bisa menyusul kan ..."


" iya mbak ."


Nia kali ini menatapnya .


" kamu kelihatan bahagia sekali ...pasti sangat mencintai calon suaminya ya .." godanya , membuat Agnes tersipu .


" iya mbak dulu juga gitu kok , waktu mau jadi pengantin...kalian pacaran udah lama ?"


Agnes menggeleng ." Cuma kita emang udah berteman dari SMP ."


" wah...udah lama juga ya ..."


Agnes mengangguk .


" ya sudah , kita ke ruangan sebelah ..ada koleksi kebaya terbaru .."


--------------------------------------


Pagi ini , Rey langsung memilih menemui Andin dulu di toko sebelum ke kantor .


Yang dibilang mama ada benarnya juga .

__ADS_1


Masih ada waktu untuk memperjuangkan semuanya , sebelum benar-benar terjadi dan yang akan disesalinya seumur hidup .


Sekarang ia hanya mau memastikan lagi soal perasaan mereka .


Kalau perlu ia siap untuk meninggalkan semuanya kalau memang cuma itu cara agar mereka bisa bersatu .


Rey masuk toko yang masih sepi , hanya ada seorang karyawan sedang membersihkan ruangan .


" maaf mas kita belum buka hari ini .." ucapnya saat melihat Rey masuk ...tulisan CLOSE di pintu juga belum dibaliknya .


" ah iya ...saya cuma mau ketemu Andin aja , udah datang kan ?"


" mbak Andin udah nggak disini lagi ."


" maksudnya ?" Rey membelalakkan matanya kaget .


" mbak Andin udah resign mas ."


" Resign ...mulai kapan ?"


" sudah seminggu yang lalu ."


Rey mengambil ponsel dan menghubungi seseorang .


' nggak aktif '


Ia menghubungi nomor lain.


" ya Rey ." Jawab Amel disana .


Amel diam sebentar , lalu tak lama ia bersuara .


" itu dia ...aku juga nggak tahu , seminggu yang lalu dia bilang mau resign , tapi nggak bilang mau kemana .."


" kamu yakin dia nggak cerita mau kemana ?"


" nggak Rey , aku juga nggak tahu Andin kemana ... dia nggak cerita sama sekali ."


Rey mendesah pelan , sambungan ponselnya terputus .


" kalau Tante Mayang belum pulang kan ?"


" Bu Mayang sudah kembali ke Singapore Mas ."


Rey mengusap wajahnya . Selalu saja seperti ini .


Tiba-tiba teringat sesuatu , ia bergegas keluar .


Tak lama ia sampai di rumah Riki yang memang tak jauh dari sana .


" tumben kesini pagi-pagi ?" Tanya Susi yang menatapnya heran saat membuka pintu .


" Riki mana ?"


" udah berangkat ,tadi buru-buru katanya ada meeting ."


Rey tak jadi masuk dan memilih duduk di teras depan .

__ADS_1


" loe kenapa ?" Tanya Susi lalu duduk didepannya .


" Andin kemana ?" Tanyanya risau .


Susi menatapnya iba . " Rey udahlah , loe nggak usah gangguin Andin lagi ...loe kan udah mau nikah juga ."


" loe tahu kan Andin dimana ?"


Susi menggeleng .


" jangan bohong ." Tuntut Rey lagi .


" gue nggak tahu ...udahlah sebaiknya loe lupain soal Andin , biar dia juga bisa hidup tenang ."


" gue nggak bisa ..."


" Rey ...kalau loe kayak gini kasihan Andin juga nantinya ."


Rey menatapnya .


" kalau loe terus ngejar Andin , nantinya Agnes akan semakin membencinya , kamu tahu kan dia bisa melakukan apa saja kalau sudah cemburu ."


" tapi gue beneran nggak bisa ngelupain Andin ...loe tahu itu kan ?"


" ya sudah loe tunggu disini dulu sebentar ."


Susi masuk ke dalam rumah .


Tak lama ia keluar , membawa selembar kertas di tangannya .


" itu apa ?"


Susi memberikannya pada Rey .


" sebelum pergi , Andin nitip ini buat loe ."


Rey membuka lipatan kertas dengan tangan sedikit bergetar .


Perasaannya mendadak tak karuan .


Melihat tulisan didalamnya ia tahu betul itu memang tulisan tangan Andin .


Membacanya membuat dadanya serasa sesak , harapan yang ingin diraihnya mendadak sirna sekejap .



Rey ...saat membaca tulisan ini , berarti kita tidak akan pernah lagi bertemu untuk selamanya .


Aku minta tolong ... jangan pernah menemui atau mencari aku lagi .


Aku sudah cukup bahagia selama ini dengan kita tidak bersama ...


Kita harus menjalani kehidupan masing-masing .


Tolong bahagiakan Agnes , karena dia lebih membutuhkan kamu ...bukan aku .


__ADS_1


__ADS_2