
" Rey tante bisa minta tolong sama kamu ?" Nisa menemuinya waktu itu di rumah sakit .
Sekali lagi Agnes melakukan hal yang sama .
Meminum obat tidur dalam jumlah banyak , membuatnya overdosis dan lagi-lagi harus mengantarkannya ke IGD .
Rey hanya menatapnya , diruang tunggu depan IGD .
" tante sama sekali nggak menyalahkan kamu soal kecelakaan yang kalian alami waktu itu ...semua memang karena Agnes sampai kamu tak bisa fokus saat menyetir ...dan terjadilah hal mengerikan itu ..."
Nisa diam sebentar , menarik nafas dalam-dalam .
" tapi ...kali ini tante benar-benar minta tolong sama kamu .." ucapnya lagi .
" minta tolong apa tante ?"
" Agnes itu sangat mencintai kamu ...dan cuma kamu yang bisa membuatnya semangat menjalani hidupnya lagi ."
Rey lagi-lagi diam ,mengusap wajahnya .Sepertinya ia tahu mau kemana arah pembicaraan ini .
" Rey ... " panggilnya lagi ." Tante mohon kamu mau terima Agnes ...suatu hari nanti pasti perasaan kamu bisa berubah , tante cuma mau melihat Agnes bahagia itu saja ..."
" maaf tante ...kalau untuk itu aku nggak bisa ...aku ..."
" Rey ..." potongnya lagi ." Nggak masalah kalau kamu hanya berpura-pura mencintai Agnes untuk saat ini , karena dengan bersama kamu saja sudah membuat Agnes bahagia ...seiring berjalannya waktu ...kamu pasti bisa membuka hati untuk Agnes ." Rayunya lagi .
Rey menatap perempuan di depannya itu , yang terlihat sangat cemas .
Kalau sudah begini , apa bisa ia menolak permintaannya .
Sampai akhirnya ia menganggukkan kepala .
Nisa terlihat senang , raut wajahnya pun berubah sekarang .
---------------
Rey menatap laptop di depannya . Beberapa pekerjaan sempat terbengkalai sejak kemarin .
Setelah pertemuannya dengan Andin , membuat konsentrasinya buyar .
Selama bertahun-tahun ia berusaha melupakan semuanya dengan fokus pada pekerjaan ,tapi sekarang ...
__ADS_1
Huft ...ia mengusap wajahnya berkali-kali .
Kali ini ia melanggar sendiri semua yang sudah dijalankan selama beberapa tahun belakangan ...melupakan semua dan hanya memikirkan pekerjaan ...itu yang paling penting .
Tapi ...kenapa ia tak bisa menahan diri ..?
Itu yang disesalkan sekarang ..
Setelah bertemu Andin akan semakin sulit membuatnya keluar dari masa lalu dan berkelit dari perasaannya sendiri .
Yang sampai saat ini masih sama , tak pernah berubah ..
Meski sudah sekian lama , ada Agnes di sisinya . Tapi tak cukup bisa membuat hatinya terbuka untuk menerima cinta lain di dalamnya .
" Rey ..."
Panggilan itu membuatnya tersentak , ia buru-buru berdiri ...
" Ma ..."
Wina sudah muncul di depannya .Apa tadi sempat mengetuk pintu atau tidak ...ia tak mendengarnya karena memang pikirannya entah kemana .
" kamu sibuk ?" Tanya Wina .
Rey menggeleng .
" iya .." jawab Rey , mereka berjalan ke sofa yang ada di samping meja kerjanya .
Kemarin malam saat di rumah , mereka belum sempat bicara karena begitu sampai rumah ia langsung masuk kamar .
Begitu juga tadi pagi ,ia buru-buru berangkat , tak ada percakapan serius selain bercengkerama dengan Bella yang agak rewel , karena ngotot mau ikut papa yang mau ke Surabaya .
" Bella mana ?"
" di rumah sama bik Inah ."
Mereka duduk berdua di sana sekarang .
" kenapa kamu menemui Andin lagi ?" Tanya Wina langsung .
Rey diam dan hanya menatapnya .
__ADS_1
" Rey ..." panggilnya lagi .
" aku nggak tahu .." jawabnya cepat .
" Rey ...tolong jangan seperti ini ..." ucap Wina lagi .
" aku nggak tahu ma ...selama ini aku sudah menahan diri untuk melupakan semua nya ...tapi nggak tahu kenapa ...kemarin aku nggak bisa nahan diri untuk tidak menemui Andin ...setelah pertemuan waktu itu di toko ..."
" terus ...?"
Rey menggeleng .
" apa kamu akan mengejar Andin lagi seperti dulu ?"
Rey menatapnya kaget . " itu nggak mungkin ."
" yah ...itu nggak mungkin karena kamu sudah memilih Agnes sekarang ...tapi apa kamu bisa pastikan bisa mencintai Agnes setelah kalian menikah nanti ?"
Rey diam .
" apa setelah menikah kamu akan melakukan hal yang sama seperti sekarang , kamu akan kembali bimbang saat bertemu Andin dan pasti hal itu akan terjadi lagi ..."
Rey menarik nafas panjang , menyandarkan punggungnya di sofa .
Iya ...hal itu pasti akan terjadi lagi , ia tak kan bisa menahan dirinya untuk bertemu Andin . Sekarang , nanti atau kapanpun itu pasti akan sama kejadiannya .
" Rey ...." panggil Wina lembut ." Dengerin mama ...belum terlambat untuk memperbaiki semuanya ."
" nggak bisa ma ...Agnes bisa nekad kalau sampai aku pergi ..."
" yah ...itulah masalahnya ...tapi kamu harus yakin bisa mengatasinya .."
" maksudnya ?"
" kalau kamu bisa meyakinkan Agnes untuk ini semua ...karena kalaupun kalian menikah , itu nggak akan memberi kebahagiaan untuk kalian berdua ...karena semua yang dilakukan atas dasar keterpaksaan tidak akan baik .."
" tapi ...semua sudah direncanakan sekarang ..."
Wina tersenyum ." Masih ada waktu sebelum semua terjadi , mama akan coba bicara dengan Tante Nisa ."
Rey mengangguk , meski ada berjuta keraguan di hatinya .
__ADS_1
Ia tahu siapa Agnes , dia tak akan menerima semua ini begitu saja pastinya .