PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
38


__ADS_3

Andin baru sampai di kost jam 5 sore , hari ini ada 2 mata pelajaran tambahan. Setelah mengganti baju , ia bersiap untuk makan ,ketika terdengar ponselnya berbunyi.


"budhe Iroh."


"Assalamualaikum budhe." sapanya.


"Wa'alaikum salam , Ndin kamu apa bisa pulang sekarang , ibumu masuk rumah sakit."


"loh kenapa lagi budhe ?! kata ibu kemarin udah baikan ?." kali ini Andin tak bisa menyembunyikan rasa takutnya , tiba-tiba perasaannya tak enak . Ada apa ini ?


"iya Ndin tadi pagi kondisinya ngedrop ,budhe sudah mau telpon kamu ,tapi ibumu melarang."


"iya..iya budhe aku segera pulang."


"kamu hati -hati ya ini kan sudah mau malam. "


"iya budhe kalau begitu aku siap-siap dulu."


Andin menutup telpon dan segera mengambil tas besar diatas lemari , lalu mengeluarkan baju-baju di dalam lemari.


Ia menghentikan kegiatannya sebentar ketika terdengar ponselnya berbunyi lagi.


Tanpa membaca nama yang tertera di layar ponsel, ia langsung memencet tombol hijau dan menempelkannya di telinga.


"iya budhe ,ini aku siap-siap sebentar lagi berangkat."


"kok aku dipanggil budhe."


Andin terkejut ,dan langsung melihat nama dilayar ponselnya.


Rey...


"oh maaf-maaf aku kira budhe aku tadi."


"kamu mau kemana?" tanya Rey.


"pulang , ibu aku masuk rumah sakit ."


"jam segini ? kenapa nggak besok aja?"


"nggak papa ,aku takut ibu kenapa-kenapa , ya udah aku siap-siap dulu ya ."


Andin menutup ponselnya dan melanjutkan kegiatannya berkemas. Entah kenapa perasaanya benar-benar tak karuan , ia ingin segera sampai disana , melihat langsung keadaan ibu.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian...


Andin memakai jaket dan mengambil tasnya lalu berjalan keluar kamar.


"Rey." sentaknya , terkejut melihat nya muncul didepan pintu . "kamu ngapain disini ?"


"pulang sama aku ya." belum sempat dijawab , Rey mengambil tas ditangannya . Berjalan mendahului dan menaruhnya di dalam mobil.


Wina memarkir mobilnya di halaman dan bergegas keluar.


Ia berjalan ke pintu depan dan membunyikan bel.


"bu Wina ." bik Inah menyapanya begitu pintu terbuka.


Wina langsung masuk dan menaruh tasnya di kursi tamu lalu duduk.


"bibik sendirian ? Rey kemana ?"


"Rey ke kostnya Andin , katanya mau nganterin pulang bu."


"pulang ?"


bik Inah mengangguk ." ibunya masuk rumah sakit."


"emang rumah Andin dimana?"


"oh ya." Wina sedikit terkejut. " jauh dong, mereka naik motor kesana ?"


"bawa mobil kok."


Andin hanya terdiam beberapa saat di dalam mobil , pikirannya entah kemana , ia jadi membayangkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi sama ibu.


Ia menghela nafas panjang , coba menenangkan perasaannya sendiri tapi tetap saja ia merasa takut.


Rey menatapnya. " Ndin , udah tenang aja , ibu kamu pasti baik-baik aja." ucapnya menenangkan.


Andin hanya membalasnya dengan senyuman kecil di mulutnya.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi.


"iya budhe kenapa?"


"kamu udah dimana?"

__ADS_1


"paling setengah jam an lagi sampai kok."


"kamu naik angkutan umum?"


"nggak budhe ,dianterin temen."


"oh baguslah , kalau bisa lebih cepet sampainya ya." terdengar kegelisahan di nada bicara budhe Iroh , membuat Andin semakin merasa khawatir.


"memangnya kenapa budhe ? ibu kenapa?" tanyanya terus, dan kali ini jantungnya berdegup tak karuan . ibu kenapa ya ? kenapa perasaannya mengatakan ibu sedang tidak baik-baik saja .


"udah-udah , nanti budhe cerita disini, cepetan ya. " telpon pun terputus.


Andin menatap layar ponselnya , tiba-tiba air matanya keluar tanpa bisa ditahannya .


"Ndin kenapa?" Rey menatapnya cemas.


Andin menggeleng.


"tapi mas Gunawan nggak pernah cerita ya ." seru Wina cemas.


Bik Inah akhirnya menceritakan semuanya . Kecelakaan yang pernah menimpa Rey . Tentang pak samsul dan juga Andin.


"iya , bapak memang sepertinya belum tahu bu , sewaktu kejadian itu bapak lagi diluar kota."


Wina menutup wajah dengan kedua tangannya , merasa menyesal masalah seperti ini Rey hanya menyimpannya sendiri , orang tuanya pun bisa sampai tak tahu .


"dan bu Rosa pun juga nggak tahu ."


Wina menurunkan tangannya dan terbelalak tak percaya. "tapi masa Rey nggak cerita ke mamanya ?"


bik Inah menggeleng ." bu Rosa cuma tahu kalau anaknya kecelakaan , itu saja ." Wina menatapnya nanar.


Kenapa bisa ada orang tua seperti itu . Ini bukan masalah ringan . Tapi Rey harus menghadapinya seorang diri.


"terus soal Andin..."


"itu dia bu , bibik takut kalau mereka terlalu jauh ."


"maksud bibik..?"


"bibik takut kalau Andin sampai menganggap serius dan Rey terpaksa harus tetap bersama Andin.."


"maksud bibik kalau Andin beneran suka dan Rey hanya menerima karena kasihan ?"

__ADS_1


bik Inah mengangguk .


Wina diam , kembali memikirkan perkataan bik Inah , terpaksa ? tapi yang dilihatnya tak seperti itu , semoga memang benar....


__ADS_2