PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
108


__ADS_3

" jangan pergi lagi ." Ucapnya lirih .


" Rey tolong jangan begini ..." Andin melepaskan pelukannya .


Rey masih terdiam , masih ditempatnya berdiri .


Mata itu menatap Andin tajam . Sedetik kemudian mulai berkaca-kaca dan air mata membasahi pipinya .


Ini kedua kalinya dilihatnya laki-laki yang cukup lama dikenalnya itu menangis didepannya , setelah dulu saat perpisahan orang tuanya .


Sosok yang selalu acuh itu kini terlihat begitu rapuh .


Perlahan Andin mendekat , menghapus air mata itu dengan kedua tangannya .


" kenapa kamu jadi seperti ini ?" Tanyanya pelan .


Rey hanya menggelengkan kepala .


" ini sudah menjadi keputusan kalian kan ...kenapa sekarang kamu harus menyerah ?"


" aku nggak bisa mencintai Agnes .." ucapnya pelan .


" pasti bisa ...kalau kamu mau membuka hati .."


Kali ini Rey menatapnya .


" kalau memang kalian ditakdirkan untuk bersama , pasti suatu saat cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya . "


" bagaimana kalau kita yang ditakdirkan bersama ?" Tanya Rey .


Andin kali ini diam .


" kenapa nggak jawab ?"


" udahlah Rey ...nggak pernah ada apa-apa diantara kita .."


" tapi buat aku ...selalu ada apa-apa diantara kita ..."


Andin menarik nafas panjang .


" apa kamu yakin ...nggak pernah punya perasaan itu ?" Tanya Rey lagi .


Andin diam .


" kalau memang kamu nggak pernah punya perasaan itu , aku akan pergi dari hidup kamu selamanya ."


Andin sedikit terkejut dengan ucapannya .


Mereka saling diam dan hanya bertatapan . Cukup lama .

__ADS_1


Selama ini mungkin ia mengingkari sendiri perasaannya pada laki-laki didepannya ini .


Tapi sekarang ...ia harus pastikan perasaan itu benar-benar hilang dari hati nya karena ada hati lain yang harus dijaga .


Agnes .


" nggak ada Rey ..."


Cuma itu yang mampu keluar dari bibirnya .


Air mata mengalir tanpa sanggup dibendungnya lagi .


Sekarang ...mungkin waktu terakhir untuk mereka berdua .Memang ini yang terbaik buat semuanya .


Dan ternyata itu begitu menyakitkan untuk diucapkan .


" ok baik ...aku janji nggak akan ganggu hidup kamu lagi ." Ucapnya tegas .


Mereka masih dalam posisi yang sama .


Tatapan Rey semakin tajam , serasa menusuk hatinya , hal itu membuatnya takut .


Rey semakin mendekat , membuat jantungnya berdegup kencang .


Perlahan Rey mengangkat tangan dan menghapus air mata di pipinya .


Semua itu tak bisa menghentikan tangisnya . Perasaannya campur aduk sekarang .


Mereka hampir tak berjarak sekarang .


Sampai saat bibir mereka bertemu dan saat itulah mereka bisa merasakan cinta yang mungkin tak pernah terucap diantara keduanya .


Cukup lama ...


Sampai saat Rey melepaskan , seperti ada yang hilang juga dari hatinya .


Rey menatapnya sebentar , lalu berjalan keluar rumah .


--------------------------------------


Entah sudah berapa jam , ia mengendarai mobil tak jelas arah tujuannya .


Setelah dari rumah Andin tadi ,ia hanya mengikuti laju mobil membawanya kemanapun ...karena pikirannya entah sedang melayang kemana .


Sekarang semua benar-benar berakhir .


Mungkin memang takdirnya harus bersama Agnes , seperti kata Andin tadi .


Sudah tidak ada jalan lagi untuk bisa mempertahankan cinta yang sudah dijaganya selama ini .

__ADS_1


Cinta yang baru pertama dirasakannya dan ingin juga menjadi yang terakhir buatnya .


Selalu ada yang menjadi penghalang diantara mereka .


Apa memang semua yang dirasakannya sekarang bukan menjadi takdir untuk hidupnya..


Dilihatnya jam ditangan .


Pukul 09.00


Ia berbelok pulang , apapun itu harus dihadapinya sekarang .


10 menit kemudian , ia sudah sampai dihalaman rumah .


Sebuah mobil terparkir disana .


Ia mendesah pelan , saat tahu siapa yang datang .


Hidup barunya akan dimulai dari sekarang .


Menghapus bayangan Andin dari hidupnya , meski ia tak yakin akan bisa hilang dari dalam hatinya .


Setelah memarkir mobilnya , ia keluar dan berjalan masuk rumah .


Semua sudah duduk di ruang tamu saat ia datang .


" Rey kamu sudah pulang ?" Tanya Gunawan .


Rey hanya mengangguk , lalu menghampirinya .


" kamu nggak papa kan ?" Tanya Agnes cemas .


Rey tersenyum lalu duduk di satu sofa yang masih kosong .


" Rey .." panggil Nisa yang duduk disamping Agnes ." Tante tadi sudah bicara sama Papa kamu ..."


" bicara apa ?" Tanya Rey .


" pernikahan kalian akan dipercepat , akhir bulan ini ."


Rey menatapnya kaget .


" hanya untuk akad nikah saja , kalau resepsi tetap sesuai tanggal yang sudah kita sepakati sebelumnya ...tante hanya mau status kalian resmi dulu ...itu saja .."


Rey menarik nafas panjang dan menyandarkan punggungnya di sofa .


" tapi semua terserah ... papa cuma ikut aja keputusan yang kamu ambil ." Gunawan menimpali .


Wina tak ikut bersuara hanya menatapnya .

__ADS_1


" iya aku setuju ..." ucap Rey pasti .


Semua mata menatap kaget padanya .


__ADS_2