
" jangan pergi lagi ." Ucapnya lirih .
" Rey tolong jangan begini ..." Andin melepaskan pelukannya .
Rey masih terdiam , masih ditempatnya berdiri .
Mata itu menatap Andin tajam . Sedetik kemudian mulai berkaca-kaca dan air mata membasahi pipinya .
Ini kedua kalinya dilihatnya laki-laki yang cukup lama dikenalnya itu menangis didepannya , setelah dulu saat perpisahan orang tuanya .
Sosok yang selalu acuh itu kini terlihat begitu rapuh .
Perlahan Andin mendekat , menghapus air mata itu dengan kedua tangannya .
" kenapa kamu jadi seperti ini ?" Tanyanya pelan .
Rey hanya menggelengkan kepala .
" ini sudah menjadi keputusan kalian kan ...kenapa sekarang kamu harus menyerah ?"
" aku nggak bisa mencintai Agnes .." ucapnya pelan .
" pasti bisa ...kalau kamu mau membuka hati .."
Kali ini Rey menatapnya .
" kalau memang kalian ditakdirkan untuk bersama , pasti suatu saat cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya . "
" bagaimana kalau kita yang ditakdirkan bersama ?" Tanya Rey .
Andin kali ini diam .
" kenapa nggak jawab ?"
" udahlah Rey ...nggak pernah ada apa-apa diantara kita .."
" tapi buat aku ...selalu ada apa-apa diantara kita ..."
Andin menarik nafas panjang .
" apa kamu yakin ...nggak pernah punya perasaan itu ?" Tanya Rey lagi .
Andin diam .
" kalau memang kamu nggak pernah punya perasaan itu , aku akan pergi dari hidup kamu selamanya ."
Andin sedikit terkejut dengan ucapannya .
Mereka saling diam dan hanya bertatapan . Cukup lama .
__ADS_1
Selama ini mungkin ia mengingkari sendiri perasaannya pada laki-laki didepannya ini .
Tapi sekarang ...ia harus pastikan perasaan itu benar-benar hilang dari hati nya karena ada hati lain yang harus dijaga .
Agnes .
" nggak ada Rey ..."
Cuma itu yang mampu keluar dari bibirnya .
Air mata mengalir tanpa sanggup dibendungnya lagi .
Sekarang ...mungkin waktu terakhir untuk mereka berdua .Memang ini yang terbaik buat semuanya .
Dan ternyata itu begitu menyakitkan untuk diucapkan .
" ok baik ...aku janji nggak akan ganggu hidup kamu lagi ." Ucapnya tegas .
Mereka masih dalam posisi yang sama .
Tatapan Rey semakin tajam , serasa menusuk hatinya , hal itu membuatnya takut .
Rey semakin mendekat , membuat jantungnya berdegup kencang .
Perlahan Rey mengangkat tangan dan menghapus air mata di pipinya .
Semua itu tak bisa menghentikan tangisnya . Perasaannya campur aduk sekarang .
Mereka hampir tak berjarak sekarang .
Sampai saat bibir mereka bertemu dan saat itulah mereka bisa merasakan cinta yang mungkin tak pernah terucap diantara keduanya .
Cukup lama ...
Sampai saat Rey melepaskan , seperti ada yang hilang juga dari hatinya .
Rey menatapnya sebentar , lalu berjalan keluar rumah .
--------------------------------------
Entah sudah berapa jam , ia mengendarai mobil tak jelas arah tujuannya .
Setelah dari rumah Andin tadi ,ia hanya mengikuti laju mobil membawanya kemanapun ...karena pikirannya entah sedang melayang kemana .
Sekarang semua benar-benar berakhir .
Mungkin memang takdirnya harus bersama Agnes , seperti kata Andin tadi .
Sudah tidak ada jalan lagi untuk bisa mempertahankan cinta yang sudah dijaganya selama ini .
__ADS_1
Cinta yang baru pertama dirasakannya dan ingin juga menjadi yang terakhir buatnya .
Selalu ada yang menjadi penghalang diantara mereka .
Apa memang semua yang dirasakannya sekarang bukan menjadi takdir untuk hidupnya..
Dilihatnya jam ditangan .
Pukul 09.00
Ia berbelok pulang , apapun itu harus dihadapinya sekarang .
10 menit kemudian , ia sudah sampai dihalaman rumah .
Sebuah mobil terparkir disana .
Ia mendesah pelan , saat tahu siapa yang datang .
Hidup barunya akan dimulai dari sekarang .
Menghapus bayangan Andin dari hidupnya , meski ia tak yakin akan bisa hilang dari dalam hatinya .
Setelah memarkir mobilnya , ia keluar dan berjalan masuk rumah .
Semua sudah duduk di ruang tamu saat ia datang .
" Rey kamu sudah pulang ?" Tanya Gunawan .
Rey hanya mengangguk , lalu menghampirinya .
" kamu nggak papa kan ?" Tanya Agnes cemas .
Rey tersenyum lalu duduk di satu sofa yang masih kosong .
" Rey .." panggil Nisa yang duduk disamping Agnes ." Tante tadi sudah bicara sama Papa kamu ..."
" bicara apa ?" Tanya Rey .
" pernikahan kalian akan dipercepat , akhir bulan ini ."
Rey menatapnya kaget .
" hanya untuk akad nikah saja , kalau resepsi tetap sesuai tanggal yang sudah kita sepakati sebelumnya ...tante hanya mau status kalian resmi dulu ...itu saja .."
Rey menarik nafas panjang dan menyandarkan punggungnya di sofa .
" tapi semua terserah ... papa cuma ikut aja keputusan yang kamu ambil ." Gunawan menimpali .
Wina tak ikut bersuara hanya menatapnya .
__ADS_1
" iya aku setuju ..." ucap Rey pasti .
Semua mata menatap kaget padanya .