PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
89


__ADS_3

Anisa tengah sibuk dengan tanaman hiasnya , ketika ia dikejutkan suara pintu depan yang terdengar sangat keras . Ia tahu betul siapa yang datang dan pastinya suasana hatinya sedang tidak baik tentunya .


Setelah mengelap tangannya yang kotor tadi , ia bergegas ke dalam rumah , menuju ke satu kamar paling ujung .


" kenapa kamu ?" Agnes nampak duduk bersila di tengah kasur , menyilangkan juga tangannya di dada .Wajahnya terlihat kesal .


" Nes ..." panggilnya lagi .


" aku sebel sama Rey ..!" gerutunya tanpa menoleh ke arah mamanya .


" Rey..? kalian berantem ..?" tanya Anisa heran , biasanya putri tunggalnya itu selalu ceria tiap kali bercerita soal Rey , tapi kali ini ...


Agnes menggeleng ." Rey sekarang udah mulai nyuekin aku ."


" tapi kenapa ...?"


" karena dia udah terpengaruh sama Andin ."


" Andin ?" Anisa mengerutkan keningnya . " siapa itu ?"


" adalah teman sekelas aku..."


" tunggu.." potong Anisa , lalu ia mencoba mengingat sesuatu ." apa yang waktu itu kita lihat direstorant sama Rey ?" tebaknya .


Agnes mengangguk .


" memang apa hubungan Rey sama Andin itu ?"


Agnes diam , hanya mengangkat kedua bahunya .


" apa mereka pacaran ?"


Agnes menatapnya kesal ." nggak mungkinlah ma , Andin itu cuma cewek biasa ...mama lihat aja dandanannya kayak gitu , mana mungkin Rey suka ."


" terus masalahnya dimana ?"

__ADS_1


" dia kayaknya sengaja bikin Rey supaya menjauhi aku ..."


" Nes , apa kamu suka sama Rey ?" tanya Anisa menyelidik .


Agnes diam sebentar , lalu mengangguk .


" terus kenapa kamu nggak bilang langsung ke Rey ?"


" aku takut Rey nolak ma ..." kali ini wajahnya terlihat memelas . Anisa mendekat dan duduk di depannya .


" ya ampun sayang ..." Anisa memegangi kedua pipinya dengan telapak tangan ." anak mama ini kan cantik , mana mungkin ada laki-laki yang menolak ." pujinya , tapi tetap saja tak membuat Agnes senang , wajahnya masih murung .


" mama nggak tahu aja , sekarang Rey itu makin dekat sama Andin ."


Anisa mengangguk ." mama memang nggak lihat secara dekat sih dia gimana ?"


" dia itu cuma anak kampung ma , bisa sekolah disini aja syukur-syukur karena beasiswa ."


" tapi kenapa Rey bisa dekat sama dia ?"


" mungkin dia punya sesuatu yang lain ...yang bikin Rey suka ."


Agnes menatapnya ." maksud mama ?"


" ya mungkin karena dia pintar atau apa gitu ..."


Agnes memonyongkan bibirnya . Mungkin yang dibilang mamanya benar , apa karena itu Rey suka pada Andin .


Kalau sudah begini apa yang harus dilakukannya ? ia sudah coba membujuk tante Wina untuk membantunya , tapi ternyata tante Wina justru malah lebih dekat dengan Andin .


" tapi ...mama setuju kan kalau aku sama Rey ?"


" ya tentu ...mama sudah bersahabat lama sama tante Rosa , dulu juga kita pernah punya keinginan untuk menjodohkan anak-anak kita , biar hubungan kita lebih dekat pastinya ."


Agnes menatapnya senang , sepertinya ada cara baru untuk bisa membantunya sekarang .

__ADS_1


" kalau begitu mama bantu aku ya ..."


" bantu apa ?" tanya Anisa heran .


" bantu aku dekat sama Rey ..."


" caranya ?"


" ya mama bisa ngomong ke tante Rosa kan , supaya bilang ke Rey jangan terlalu dekat sama Andin ."


" tapi mama nggak enak Nes .."


" ma ..." Rayu Agnes , sambil memegang tangan mamanya . " mama mau lihat aku bahagia kan ?"


Anisa mengangguk .


" kalau begitu mama harus bantu aku ."


" tapi kalau mama tiba-tiba harus ngomong supaya Rey nggak dekat sama Andin itu gimana Nes...mama kan juga nggak kenal sama Andin , nanti apa kata tante Rosa coba .."


Agnes berfikir sebentar . " iya juga sih ma ..." ucapnya setuju ." gimana kalau kita ngajak tante Rosa ketemuan , biar aku yang cerita soal Andin ."


" memangnya kamu mau ngomong apa ke tante Rosa ?"


" aku akan bilang latar belakang keluarga Andin ke tante Rosa ."


" terus..."


" kalau tante Rosa tahu Andin berasal dari keluarga tak mampu , mana mungkin tante Rosa mau menerimanya ...walaupun cuma untuk sekedar berteman dengan Rey , iya kan ?"


Anisa mengangguk setuju . " iya sih , mama tahu selera tante Rosa seperti apa dan...sepertinya ia juga nggak akan suka anaknya bergaul dengan perempuan yang beda kelas ."


Agnes tersenyum penuh kemenangan . " iya ma , kalau begitu mama harus segera buat janji ketemu sama tante Rosa ya ."


" iya .." Anisa mencubit pipi putrinya itu ." apa sih yang nggak buat anak mama yang cantik ini .."

__ADS_1


__ADS_2