
Anisa tengah sibuk dengan tanaman hiasnya , ketika ia dikejutkan suara pintu depan yang terdengar sangat keras . Ia tahu betul siapa yang datang dan pastinya suasana hatinya sedang tidak baik tentunya .
Setelah mengelap tangannya yang kotor tadi , ia bergegas ke dalam rumah , menuju ke satu kamar paling ujung .
" kenapa kamu ?" Agnes nampak duduk bersila di tengah kasur , menyilangkan juga tangannya di dada .Wajahnya terlihat kesal .
" Nes ..." panggilnya lagi .
" aku sebel sama Rey ..!" gerutunya tanpa menoleh ke arah mamanya .
" Rey..? kalian berantem ..?" tanya Anisa heran , biasanya putri tunggalnya itu selalu ceria tiap kali bercerita soal Rey , tapi kali ini ...
Agnes menggeleng ." Rey sekarang udah mulai nyuekin aku ."
" tapi kenapa ...?"
" karena dia udah terpengaruh sama Andin ."
" Andin ?" Anisa mengerutkan keningnya . " siapa itu ?"
" adalah teman sekelas aku..."
" tunggu.." potong Anisa , lalu ia mencoba mengingat sesuatu ." apa yang waktu itu kita lihat direstorant sama Rey ?" tebaknya .
Agnes mengangguk .
" memang apa hubungan Rey sama Andin itu ?"
Agnes diam , hanya mengangkat kedua bahunya .
" apa mereka pacaran ?"
Agnes menatapnya kesal ." nggak mungkinlah ma , Andin itu cuma cewek biasa ...mama lihat aja dandanannya kayak gitu , mana mungkin Rey suka ."
" terus masalahnya dimana ?"
__ADS_1
" dia kayaknya sengaja bikin Rey supaya menjauhi aku ..."
" Nes , apa kamu suka sama Rey ?" tanya Anisa menyelidik .
Agnes diam sebentar , lalu mengangguk .
" terus kenapa kamu nggak bilang langsung ke Rey ?"
" aku takut Rey nolak ma ..." kali ini wajahnya terlihat memelas . Anisa mendekat dan duduk di depannya .
" ya ampun sayang ..." Anisa memegangi kedua pipinya dengan telapak tangan ." anak mama ini kan cantik , mana mungkin ada laki-laki yang menolak ." pujinya , tapi tetap saja tak membuat Agnes senang , wajahnya masih murung .
" mama nggak tahu aja , sekarang Rey itu makin dekat sama Andin ."
Anisa mengangguk ." mama memang nggak lihat secara dekat sih dia gimana ?"
" dia itu cuma anak kampung ma , bisa sekolah disini aja syukur-syukur karena beasiswa ."
" tapi kenapa Rey bisa dekat sama dia ?"
" mungkin dia punya sesuatu yang lain ...yang bikin Rey suka ."
Agnes menatapnya ." maksud mama ?"
" ya mungkin karena dia pintar atau apa gitu ..."
Agnes memonyongkan bibirnya . Mungkin yang dibilang mamanya benar , apa karena itu Rey suka pada Andin .
Kalau sudah begini apa yang harus dilakukannya ? ia sudah coba membujuk tante Wina untuk membantunya , tapi ternyata tante Wina justru malah lebih dekat dengan Andin .
" tapi ...mama setuju kan kalau aku sama Rey ?"
" ya tentu ...mama sudah bersahabat lama sama tante Rosa , dulu juga kita pernah punya keinginan untuk menjodohkan anak-anak kita , biar hubungan kita lebih dekat pastinya ."
Agnes menatapnya senang , sepertinya ada cara baru untuk bisa membantunya sekarang .
__ADS_1
" kalau begitu mama bantu aku ya ..."
" bantu apa ?" tanya Anisa heran .
" bantu aku dekat sama Rey ..."
" caranya ?"
" ya mama bisa ngomong ke tante Rosa kan , supaya bilang ke Rey jangan terlalu dekat sama Andin ."
" tapi mama nggak enak Nes .."
" ma ..." Rayu Agnes , sambil memegang tangan mamanya . " mama mau lihat aku bahagia kan ?"
Anisa mengangguk .
" kalau begitu mama harus bantu aku ."
" tapi kalau mama tiba-tiba harus ngomong supaya Rey nggak dekat sama Andin itu gimana Nes...mama kan juga nggak kenal sama Andin , nanti apa kata tante Rosa coba .."
Agnes berfikir sebentar . " iya juga sih ma ..." ucapnya setuju ." gimana kalau kita ngajak tante Rosa ketemuan , biar aku yang cerita soal Andin ."
" memangnya kamu mau ngomong apa ke tante Rosa ?"
" aku akan bilang latar belakang keluarga Andin ke tante Rosa ."
" terus..."
" kalau tante Rosa tahu Andin berasal dari keluarga tak mampu , mana mungkin tante Rosa mau menerimanya ...walaupun cuma untuk sekedar berteman dengan Rey , iya kan ?"
Anisa mengangguk setuju . " iya sih , mama tahu selera tante Rosa seperti apa dan...sepertinya ia juga nggak akan suka anaknya bergaul dengan perempuan yang beda kelas ."
Agnes tersenyum penuh kemenangan . " iya ma , kalau begitu mama harus segera buat janji ketemu sama tante Rosa ya ."
" iya .." Anisa mencubit pipi putrinya itu ." apa sih yang nggak buat anak mama yang cantik ini .."
__ADS_1