
Andin sampai di sekolah sekitar 30 menitan sebelum bel masuk . Tapi tumben masih sepi ya , pikirnya. Saat ia naik ke lantai 2 pun kondisinya sama , lorong menuju kelasnya masih lengang , biasanya jam segini sudah ramai anak - anak . Ia berjalan cepat menuju kelas.
" Kenapa ngomongnya gitu sih Nes ?!" suara Amel cukup lantang , mengingat kondisi kelas sepi pagi itu , hanya mereka berdua yang berdiri di samping meja paling depan .
" Aku cuma bicara yang sebenarnya ya , aku memang nggak suka sama Andin."
Andin yang saat itu ada di balik pintu , mendengarnya dengan jelas , begitu pula saat namanya disebut disana.
kenapa mereka bisa berantem ? dan kenapa namanya disebut dalam perdebatan mereka ?
" Memangnya Andin salah apa sama kamu ?!" Amel masih tak mau kalah , kali ini ia terus membela sahabatnya itu.
" Karena dia udah kecentilan sama Rey , sampai merebut perhatian Rey dari aku !"
Deggg... jadi benar selama ini dugaannya . Sikap Agnes tiba-tiba berubah padanya dan memang benar kalau dia punya perasaan sama Rey.
Amel menicibir. " Setahu aku bukan Andin kecentilan , tapi memang Rey sendiri yang berusaha deketin Andin."
" Nggak mungkin ." sergah Agnes.
" Kenapa nggak heh ?"
" Karena Andin itu nggak selevel sama Rey , nggak mungkin Rey itu suka sama cewek miskin , gayanya aja kampungan gitu ."
Amel membelalakkan mata , tak percaya Agnes bisa ngomong sekasar itu ." Ya ampun Nes , kenapa kamu bisa sampai ngomong kayak gitu !"
Iya kamu benar , nggak mungkin seorang Rey bisa dekat dengannya , kalau tidak ada alasan lain , batin Andin yang masih berdiri disana , menyaksikan kedua temannya itu beradu mulut.
Tanpa disadari air matanya menetes . Nggak mungkin Rey itu suka sama cewek miskin . Ucapan Agnes itu masih terngiang jelas di telinganya .
__ADS_1
Ia mengusap air matanya dan segera berbalik , berjalan menuruni tangga.
Sesampainya di anak tangga terakhir di lantai bawah ... Brakkkk...tubuhnya menabrak seseorang.
" maaf ." ucapnya tanpa melihat siapa yang ada di depannya.
" Ndin , kamu kenapa ?"
Ia mendongak , Rey dan Riki sudah berdiri di depannya . Menatapnya heran .
Andin menggeleng . Tanpa menjawab , lalu berbelok ke kiri ke arah toilet .
" Mel , Andin kemana ?" tanya Rey sewaktu berpapasan di lantai 2 .
" Andin belum datang ." jawab Amel pendek , lalu berlari ke kelasnya.
" Mungkin mereka berantem ." Riki menimpali , ketika mereka sudah di dalam kelas.
Rey hanya mengangguk .
Lima menit kemudian...
Andin kembali naik ke lantai 2 , lorong kelas sudah mulai ramai anak-anak .
Ia masuk ke kelas , terlihat Agnes sedang berbicara dengan Putra di samping meja guru , melihatnya masuk kelas , ia bergegas ke belakang kembali kebangkunya .
" Ndin , kok tumben baru datang ?"
sapa Amel. Ia bergegas ke bangkunya .
__ADS_1
" Iya tadi aku bangunnya kesiangan ." jawabnya berbohong .
" Oh iya , tadi Rey nyariin kamu ."
" kenapa ?"
Amel mengangkat bahunya .
Ia lalu mengambil ponsel di tasnya , 2 panggilan tak terjawab , Rey.
" ke kantin yuk Ndin ."ajak Amel . Begitu bel istirahat berbunyi tadi , Agnes keluar kelas lebih dulu dan sepertinya memang sengaja menghindar untuk bertemu dengannya .
" ya udah ."
" ikut ya ." Dewi tiba-tiba sudah ada di sebelah mereka .
Mereka masuk ke kantin , di dalam tak begitu ramai . Di meja pojok sekilas ia melihat Agnes disana bersama Rey , Riki dan Rino.
" Disini aja . " saran Andin menunjuk meja di tengah ruangan , sengaja memilih yang agak jauh dari meja mereka .
" Kalian mau makan apa ? " tanya Amel .
" Aku mau beli mie ayam aja ." jawab Dewi .
" Ya udah , aku mau juga." Amel berdiri . " Ndin , kamu ikut kesana , apa nitip ."
" aku nitip minum aja ." Andin mau mengambil uang di sakunya , tapi Amel menahannya . " udah nanti aja , pakai uang aku dulu . " mereka pun bergegas ke stan mie ayam di pojok belakang .
Andin mengambil ponselnya , setelah membaca beberapa chat yang masuk , tanpa sadar matanya beralih ke meja pojok . Rey yang sedang duduk di sebelah Agnes menatap ke arahnya .
__ADS_1