PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
116


__ADS_3

" Om , Rey sudah sadar ." Jawabnya antusias .


Wajah mereka sontak berubah , kaget bercampur senang .


" biar saya panggilkan dokter ." Ucap suster yang ada di depan .


Tak lama dokter datang .


" silahkan tunggu diluar ,biar saya periksa ."


Pintu tertutup .


Kali ini tidak seperti tadi , ada sedikit kelegaan melihatnya sudah sadar .


Semoga memang berita baik yang akan mereka dengar kali ini .


5 menit berlalu ...


Akhirnya pintu terbuka .


Suster berjalan keluar mendahului .


Saat dokter keluar , mereka menghampiri .


" dokter bagaimana ?" Tanya Wina .


" ini suatu keajaiban , putra anda sudah melewati masa kritisnya..."


" Alhamdulillah ." Ucap mereka hampir bersamaan .


" tapi karena dia mengalami cidera berat dikepalanya , tolong jangan terlalu banyak diajak bicara dulu dan tidak boleh berpikir terlalu berat ..."


" iya dokter terima kasih ...apa kita boleh masuk ."


" silahkan ...tapi maximal 2 orang , lainnya bisa bergantian nanti ."


" kalian masuk duluan aja ." Ucap Gunawan pada Wina dan Rosa .


Mereka berdua berjalan masuk .


Rosa bergegas menghampiri dan langsung menciumi putranya itu .


" kamu udah enakan ?" Tanyanya pelan .


Rey hanya sedikit mengangguk .


" masih pusing ?" Tanya Rosa lagi .


" sedikit ." Jawabnya pelan .


" ya sudah kamu istirahat aja ya , kita keluar dulu ." Rosa mengusap rambutnya sebentar , lalu berjalan keluar .

__ADS_1


" ma ." Panggil Rey , sambil memegangi tangan Wina yang masih disampingnya .


Wina mendekat ." Kenapa ?"


" Andin di depan ?"


Wina mengangguk . " kamu mau ketemu ?"


Rey menggerakkan kepalanya .


" ya sudah , tunggu sebentar ."


Wina keluar bersama Rosa .


" Andin , Rey mau ketemu kamu ." Ucap Wina waktu mereka diluar .


Andin melihat ke arah Agnes dan Nisa , tak ada jawaban ...


" Andin kamu masuk aja ." Pinta Gunawan .


Andin mengangguk lalu berjalan masuk .


" kamu mau ngapain ?" Andin berlari menghampiri , dilihatnya Rey menggerakkan badannya dan berusaha untuk bangun .


" aku mau duduk aja , capek tidur terus ."


" nggak usah macem-macem , kamu belum sembuh juga ." Andin menahannya .


Rey meringis kesakitan dan memegangi kepalanya .


Rey menggeleng , sambil memegangi tangan Andin .


" disini aja ." Ucapnya lagi , dengan mata tak lepas menatap sosok yang begitu dirindukannya selama ini .


 


Diluar ...


Rosa menghampiri Nisa yang duduk disamping Agnes .


" Nis bisa kita bicara berdua ?"


Nisa mengangguk , lalu berdiri .


Mereka berdua berjalan menjauh ,lalu berhenti disebelah lift yang kebetulan sedang sepi .


" ada apa ?" Tanya Nisa .


Mereka berdiri berhadapan .


" ini soal hubungan Rey dan Agnes .." ucap Rosa serius .

__ADS_1


" memangnya kenapa ?"


" sekarang ...aku akan menyetujui apapun keputusan Rey setelah ini .."


" maksud kamu apa ?" Tanya Nisa sinis .


" kalau memang Rey lebih memilih untuk mengakhiri semua ini ...karena buat aku kebahagiaan Rey lebih penting sekarang ."


" kamu nggak bisa seenaknya begitu , apa kamu tahu gimana perasaan Agnes sekarang ?"


" perasaan Rey dan Agnes sekarang sama ...mereka sama-sama tersiksa .."


Nisa mencibir.


" apa kamu juga tidak memikirkan kalau mereka sampai menikah , Agnes akan semakin tersakiti juga karena suaminya tidak pernah mencintainya ...kamu mau itu terjadi ...?"


Nisa melengos , lalu mendesah kesal .


" yang penting keinginan Agnes sekarang hanya ingin bisa menikah dengan Rey , aku yakin itu bisa membuatnya bahagia ."


Rosa menggelengkan kepalanya ,tak habis pikir dengan perkataan Nisa .


" aku nggak nyangka ternyata kamu sangat egois ...hanya memikirkan kebahagiaan anak kamu saja ..."


Nisa menatapnya tajam .


" aku hampir saja kehilangan Rey untuk selamanya dan sekarang ...nggak akan aku biarkan siapapun merebut kebahagiaannya lagi ." Pungkasnya , lalu berbalik dan meninggalkan Nisa sendiri disana .


Yang masih menatapnya kesal .


 


" ya udah aku keluar ya , kamu harus banyak istirahat sekarang ." Ucap Andin .


Rey menahannya dan tak melepaskan tangannya dari tadi .


" Rey..."


Rey menggeleng ." Pasti kamu akan menghilang lagi ."


Andin mendesah pelan ." Aku tunggu diluar , nggak kemana-mana juga ."


Lagi-lagi Rey menggeleng dan masih terus menatapnya .


" Rey udah ya ...kata dokter kamu masih harus banyak istirahat , aku janji nggak kemana-mana ...nanti aku masuk lagi , sekarang kamu tidur dulu ya ..." bujuknya lagi .


Cukup lama diam , akhirnya Rey mengangguk juga .


Andin tersenyum lalu berdiri , tapi Rey masih belum melepaskan genggamannya .


" Rey ..."

__ADS_1


Rey mendekatkan tangan ke wajahnya ...lalu menciumnya sebelum melepaskan .


" ya udah kamu istirahat ." Ucap Andin lagi sebelum berbalik dan berjalan keluar .


__ADS_2