
" Om , Rey sudah sadar ." Jawabnya antusias .
Wajah mereka sontak berubah , kaget bercampur senang .
" biar saya panggilkan dokter ." Ucap suster yang ada di depan .
Tak lama dokter datang .
" silahkan tunggu diluar ,biar saya periksa ."
Pintu tertutup .
Kali ini tidak seperti tadi , ada sedikit kelegaan melihatnya sudah sadar .
Semoga memang berita baik yang akan mereka dengar kali ini .
5 menit berlalu ...
Akhirnya pintu terbuka .
Suster berjalan keluar mendahului .
Saat dokter keluar , mereka menghampiri .
" dokter bagaimana ?" Tanya Wina .
" ini suatu keajaiban , putra anda sudah melewati masa kritisnya..."
" Alhamdulillah ." Ucap mereka hampir bersamaan .
" tapi karena dia mengalami cidera berat dikepalanya , tolong jangan terlalu banyak diajak bicara dulu dan tidak boleh berpikir terlalu berat ..."
" iya dokter terima kasih ...apa kita boleh masuk ."
" silahkan ...tapi maximal 2 orang , lainnya bisa bergantian nanti ."
" kalian masuk duluan aja ." Ucap Gunawan pada Wina dan Rosa .
Mereka berdua berjalan masuk .
Rosa bergegas menghampiri dan langsung menciumi putranya itu .
" kamu udah enakan ?" Tanyanya pelan .
Rey hanya sedikit mengangguk .
" masih pusing ?" Tanya Rosa lagi .
" sedikit ." Jawabnya pelan .
" ya sudah kamu istirahat aja ya , kita keluar dulu ." Rosa mengusap rambutnya sebentar , lalu berjalan keluar .
__ADS_1
" ma ." Panggil Rey , sambil memegangi tangan Wina yang masih disampingnya .
Wina mendekat ." Kenapa ?"
" Andin di depan ?"
Wina mengangguk . " kamu mau ketemu ?"
Rey menggerakkan kepalanya .
" ya sudah , tunggu sebentar ."
Wina keluar bersama Rosa .
" Andin , Rey mau ketemu kamu ." Ucap Wina waktu mereka diluar .
Andin melihat ke arah Agnes dan Nisa , tak ada jawaban ...
" Andin kamu masuk aja ." Pinta Gunawan .
Andin mengangguk lalu berjalan masuk .
" kamu mau ngapain ?" Andin berlari menghampiri , dilihatnya Rey menggerakkan badannya dan berusaha untuk bangun .
" aku mau duduk aja , capek tidur terus ."
" nggak usah macem-macem , kamu belum sembuh juga ." Andin menahannya .
Rey meringis kesakitan dan memegangi kepalanya .
Rey menggeleng , sambil memegangi tangan Andin .
" disini aja ." Ucapnya lagi , dengan mata tak lepas menatap sosok yang begitu dirindukannya selama ini .
Diluar ...
Rosa menghampiri Nisa yang duduk disamping Agnes .
" Nis bisa kita bicara berdua ?"
Nisa mengangguk , lalu berdiri .
Mereka berdua berjalan menjauh ,lalu berhenti disebelah lift yang kebetulan sedang sepi .
" ada apa ?" Tanya Nisa .
Mereka berdiri berhadapan .
" ini soal hubungan Rey dan Agnes .." ucap Rosa serius .
__ADS_1
" memangnya kenapa ?"
" sekarang ...aku akan menyetujui apapun keputusan Rey setelah ini .."
" maksud kamu apa ?" Tanya Nisa sinis .
" kalau memang Rey lebih memilih untuk mengakhiri semua ini ...karena buat aku kebahagiaan Rey lebih penting sekarang ."
" kamu nggak bisa seenaknya begitu , apa kamu tahu gimana perasaan Agnes sekarang ?"
" perasaan Rey dan Agnes sekarang sama ...mereka sama-sama tersiksa .."
Nisa mencibir.
" apa kamu juga tidak memikirkan kalau mereka sampai menikah , Agnes akan semakin tersakiti juga karena suaminya tidak pernah mencintainya ...kamu mau itu terjadi ...?"
Nisa melengos , lalu mendesah kesal .
" yang penting keinginan Agnes sekarang hanya ingin bisa menikah dengan Rey , aku yakin itu bisa membuatnya bahagia ."
Rosa menggelengkan kepalanya ,tak habis pikir dengan perkataan Nisa .
" aku nggak nyangka ternyata kamu sangat egois ...hanya memikirkan kebahagiaan anak kamu saja ..."
Nisa menatapnya tajam .
" aku hampir saja kehilangan Rey untuk selamanya dan sekarang ...nggak akan aku biarkan siapapun merebut kebahagiaannya lagi ." Pungkasnya , lalu berbalik dan meninggalkan Nisa sendiri disana .
Yang masih menatapnya kesal .
" ya udah aku keluar ya , kamu harus banyak istirahat sekarang ." Ucap Andin .
Rey menahannya dan tak melepaskan tangannya dari tadi .
" Rey..."
Rey menggeleng ." Pasti kamu akan menghilang lagi ."
Andin mendesah pelan ." Aku tunggu diluar , nggak kemana-mana juga ."
Lagi-lagi Rey menggeleng dan masih terus menatapnya .
" Rey udah ya ...kata dokter kamu masih harus banyak istirahat , aku janji nggak kemana-mana ...nanti aku masuk lagi , sekarang kamu tidur dulu ya ..." bujuknya lagi .
Cukup lama diam , akhirnya Rey mengangguk juga .
Andin tersenyum lalu berdiri , tapi Rey masih belum melepaskan genggamannya .
" Rey ..."
__ADS_1
Rey mendekatkan tangan ke wajahnya ...lalu menciumnya sebelum melepaskan .
" ya udah kamu istirahat ." Ucap Andin lagi sebelum berbalik dan berjalan keluar .