PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
117


__ADS_3

Seminggu kemudian ...


Kondisinya sudah semakin membaik dan dipindahkan ke ruang rawat .


Andin sendiri tetap menepati janji untuk tidak pergi dari sini .


Meski masih ada sedikit rasa tak enak pada Agnes dan juga mamanya .


Tapi lain halnya dengan Om Gunawan dan Tante Wina yang memintanya tetap disini .


Hubungannya dengan Tante Rosa sendiri sudah cukup membaik ,setelah apa yang terjadi dulu .


" Andin , tante minta maaf ya ...sikap tante ke kamu dulu sangat tidak baik ." Ucapnya kemarin , lebih tepatnya setelah kondisi Rey membaik .


Andin tersenyum ." Iya tante nggak papa kok ."


" terima kasih ya ... mungkin karena keberadaan kamu disini membuat Rey lebih semangat untuk sembuh ."


Rosa memeluknya , ada Agnes juga disana saat itu .


Wajahnya terlihat datar , tak seperti biasa ia meluapkan emosinya saat sedang cemburu .


Ucapan Tante Rosa selanjutnya membuatnya terperanjat .


" tante merestui kalau memang kalian mau bersama lagi ..."


--------------------------------------


" besok atau lusa kalau kondisi kamu tidak menurun lagi , boleh pulang ." Ucap Gunawan , karena dari kemarin Rey memaksa untuk cepat pulang .


Wina keluar dari kamar mandi sambil membawa ponsel di tangannya .


" Bella rewel terus di rumah , minta ikut kesini kata bik Inah ." Kata Wina .


" ya sudah bilang bik Inah ajak kesini aja nggak papa ." Jawab Gunawan .


Wina mengangguk dan mengirimkan chat ke bik Inah .


Setelah selesai duduk di sofa .


" Ndin kamu udah bilang ke mamanya Susi ...semingguan ini kamu kan nggak ngurus toko sama sekali ."


Andin mengangguk ." Udah tante ...Susi juga yang bilang ke mama nya ."


1 jam kemudian...

__ADS_1


Pintu terbuka ...


Agnes dan Nisa masuk .


Agnes mendorong sendiri kursi rodanya mendekat ke tempat tidur Rey .


" Rey ...kamu gimana ...udah enakan ?"


Rey mengangguk sedikit .


Nisa mendekat ke Wina dan Andin .


" kamu kenapa masih disini ? " tanya Nisa ketus , sambil menatap Andin .


Wina menatapnya ." Mbak tolong ...jangan buat masalah disini ." Cetusnya .


Nisa beralih menatapnya . " harusnya yang disini pihak keluarga saja ." Sindirnya lagi .


" kalau mbak nggak suka Andin disini , sebaiknya mbak pulang ."


Jawaban Wina membuatnya terkejut .


" udah..Nisa tolong jangan buat keributan , Rey masih butuh banyak istirahat ." Sela Gunawan .


Rey hanya bisa menatap percakapan mereka . Kondisinya masih cukup lemah untuk terlalu banyak bicara .


" Ma sebaiknya kita pulang aja ...nanti kita kesini lagi sorean ." Ajaknya .


Melihat wajah Agnes yang nampak gusar , Nisa mengiyakan .


" ya sudah ...kamu juga harus istirahat kan ."


Mereka berdua keluar dan Nisa langsung pergi tanpa berpamitan dulu .


Wina hanya mendesah pelan melihat kelakuannya .


Mereka pergi tanpa menutup pintu .


Baru beberapa menit ...dari balik pintu muncul seseorang .


" mamaaaaa......." Bella berteriak dan berlari masuk , bik Inah menyusul di belakangnya .


" kakak disini juga ?" Tanya nya pada Andin .


Andin mengangguk , lalu Bella mendekat dan memeluknya .

__ADS_1


Lalu ia beralih menatap Rey dan berjalan mendekatinya .


" Bella .." panggil Wina , Bella menoleh ." Jangan ganggu kakaknya dulu ,biar istirahat ."


Bella memanyunkan bibirnya .


" Bella , sini ..." panggil Rey .


Bella nampak senang ,langsung berlari dan naik ke tempat tidur Rey .


" hati-hati .. " ucap Wina lagi .


--------------------------------------


Di dalam mobil ,dalam perjalanan dari rumah sakit tadi .


Agnes lebih banyak diam dan terus menatap keluar jendela .


Melihat tadi ada Andin disana dan nampaknya orang tua Rey pun menerima dengan tangan terbuka sekarang .


Apa ini akan menjadi akhir dari hubungannya dengan Rey ...


Pernikahan yang begitu diimpikan , sekarang berlalu begitu saja tanpa kejelasan .


Air mata membasahi pipinya , sambil memegang cincin yang sengaja dipakainya lagi ,setelah kemarin ia melepaskan sebelum akad nikahnya yang gagal terlaksana .


Ia menarik nafas dalam-dalam ...sekarang ia meragukan kalau hal itu akan bisa terlaksana .


Setelah kondisi Rey sekarang , mereka akan lebih merestui hubungannya dengan Andin .


Akan semakin sulit untuknya ...apalagi ia sadar betul Rey tak pernah punya perasaan padanya , meski ia hanya selalu menghibur diri sendiri dengan berkeyakinan suatu hari akan bisa memiliki cinta Rey .


Sekarang ...saat Andin hadir kembali di kehidupan Rey , keyakinannya semakin menciut untuk bisa meraih cinta itu .


" Nes , kamu nggak papa ?" Tanya Nisa cemas .


Agnes hanya menggeleng , tanpa mengalihkan pandangan dari luar jendela mobil .


Nisa tahu apa yang sedang dipikirkan putrinya itu .


" setelah kondisi Rey membaik , mama akan bicara sama Rey soal pernikahan kalian yang tertunda kemarin ..."


Agnes mengusap air mata dan menoleh ke mamanya .


" apa semua akan dibatalkan ?" Tanya nya pelan .

__ADS_1


Nisa menggeleng . " ya nggaklah , mama akan pastikan pernikahan kamu kali ini akan terlaksana ." Ucapnya yakin .


__ADS_2