
Seminggu kemudian ...
Kondisinya sudah semakin membaik dan dipindahkan ke ruang rawat .
Andin sendiri tetap menepati janji untuk tidak pergi dari sini .
Meski masih ada sedikit rasa tak enak pada Agnes dan juga mamanya .
Tapi lain halnya dengan Om Gunawan dan Tante Wina yang memintanya tetap disini .
Hubungannya dengan Tante Rosa sendiri sudah cukup membaik ,setelah apa yang terjadi dulu .
" Andin , tante minta maaf ya ...sikap tante ke kamu dulu sangat tidak baik ." Ucapnya kemarin , lebih tepatnya setelah kondisi Rey membaik .
Andin tersenyum ." Iya tante nggak papa kok ."
" terima kasih ya ... mungkin karena keberadaan kamu disini membuat Rey lebih semangat untuk sembuh ."
Rosa memeluknya , ada Agnes juga disana saat itu .
Wajahnya terlihat datar , tak seperti biasa ia meluapkan emosinya saat sedang cemburu .
Ucapan Tante Rosa selanjutnya membuatnya terperanjat .
" tante merestui kalau memang kalian mau bersama lagi ..."
--------------------------------------
" besok atau lusa kalau kondisi kamu tidak menurun lagi , boleh pulang ." Ucap Gunawan , karena dari kemarin Rey memaksa untuk cepat pulang .
Wina keluar dari kamar mandi sambil membawa ponsel di tangannya .
" Bella rewel terus di rumah , minta ikut kesini kata bik Inah ." Kata Wina .
" ya sudah bilang bik Inah ajak kesini aja nggak papa ." Jawab Gunawan .
Wina mengangguk dan mengirimkan chat ke bik Inah .
Setelah selesai duduk di sofa .
" Ndin kamu udah bilang ke mamanya Susi ...semingguan ini kamu kan nggak ngurus toko sama sekali ."
Andin mengangguk ." Udah tante ...Susi juga yang bilang ke mama nya ."
1 jam kemudian...
__ADS_1
Pintu terbuka ...
Agnes dan Nisa masuk .
Agnes mendorong sendiri kursi rodanya mendekat ke tempat tidur Rey .
" Rey ...kamu gimana ...udah enakan ?"
Rey mengangguk sedikit .
Nisa mendekat ke Wina dan Andin .
" kamu kenapa masih disini ? " tanya Nisa ketus , sambil menatap Andin .
Wina menatapnya ." Mbak tolong ...jangan buat masalah disini ." Cetusnya .
Nisa beralih menatapnya . " harusnya yang disini pihak keluarga saja ." Sindirnya lagi .
" kalau mbak nggak suka Andin disini , sebaiknya mbak pulang ."
Jawaban Wina membuatnya terkejut .
" udah..Nisa tolong jangan buat keributan , Rey masih butuh banyak istirahat ." Sela Gunawan .
Rey hanya bisa menatap percakapan mereka . Kondisinya masih cukup lemah untuk terlalu banyak bicara .
" Ma sebaiknya kita pulang aja ...nanti kita kesini lagi sorean ." Ajaknya .
Melihat wajah Agnes yang nampak gusar , Nisa mengiyakan .
" ya sudah ...kamu juga harus istirahat kan ."
Mereka berdua keluar dan Nisa langsung pergi tanpa berpamitan dulu .
Wina hanya mendesah pelan melihat kelakuannya .
Mereka pergi tanpa menutup pintu .
Baru beberapa menit ...dari balik pintu muncul seseorang .
" mamaaaaa......." Bella berteriak dan berlari masuk , bik Inah menyusul di belakangnya .
" kakak disini juga ?" Tanya nya pada Andin .
Andin mengangguk , lalu Bella mendekat dan memeluknya .
__ADS_1
Lalu ia beralih menatap Rey dan berjalan mendekatinya .
" Bella .." panggil Wina , Bella menoleh ." Jangan ganggu kakaknya dulu ,biar istirahat ."
Bella memanyunkan bibirnya .
" Bella , sini ..." panggil Rey .
Bella nampak senang ,langsung berlari dan naik ke tempat tidur Rey .
" hati-hati .. " ucap Wina lagi .
--------------------------------------
Di dalam mobil ,dalam perjalanan dari rumah sakit tadi .
Agnes lebih banyak diam dan terus menatap keluar jendela .
Melihat tadi ada Andin disana dan nampaknya orang tua Rey pun menerima dengan tangan terbuka sekarang .
Apa ini akan menjadi akhir dari hubungannya dengan Rey ...
Pernikahan yang begitu diimpikan , sekarang berlalu begitu saja tanpa kejelasan .
Air mata membasahi pipinya , sambil memegang cincin yang sengaja dipakainya lagi ,setelah kemarin ia melepaskan sebelum akad nikahnya yang gagal terlaksana .
Ia menarik nafas dalam-dalam ...sekarang ia meragukan kalau hal itu akan bisa terlaksana .
Setelah kondisi Rey sekarang , mereka akan lebih merestui hubungannya dengan Andin .
Akan semakin sulit untuknya ...apalagi ia sadar betul Rey tak pernah punya perasaan padanya , meski ia hanya selalu menghibur diri sendiri dengan berkeyakinan suatu hari akan bisa memiliki cinta Rey .
Sekarang ...saat Andin hadir kembali di kehidupan Rey , keyakinannya semakin menciut untuk bisa meraih cinta itu .
" Nes , kamu nggak papa ?" Tanya Nisa cemas .
Agnes hanya menggeleng , tanpa mengalihkan pandangan dari luar jendela mobil .
Nisa tahu apa yang sedang dipikirkan putrinya itu .
" setelah kondisi Rey membaik , mama akan bicara sama Rey soal pernikahan kalian yang tertunda kemarin ..."
Agnes mengusap air mata dan menoleh ke mamanya .
" apa semua akan dibatalkan ?" Tanya nya pelan .
__ADS_1
Nisa menggeleng . " ya nggaklah , mama akan pastikan pernikahan kamu kali ini akan terlaksana ." Ucapnya yakin .