
Braakkkkk!!!!
Alex menutup pintu dengan keras , wajahnya menahan amarah sejak tadi , bahkan di perjalanan pulang tak ada percakapan apapun , dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi . Memang seperti itulah tabiat aslinya , tak pernah bisa mengontrol emosi meskipun yang dihadapi hanya masalah sepele dan buruknya lagi , ia tak pernah bisa menyembunyikan marahnya dari orang-orang disekelilingnya .
Rosa menarik nafas panjang , ia belum lama menjadi istri dari laki-laki didepannya ini . Yang sekarang bahkan bukan seperti yang dulu dikenalnya , begitu penyayang padanya . Atau... mungkin memang sebenarnya ia belum begitu mengenal sifat aslinya . Mereka tak lama dekat dan akhirnya memutuskan untuk menikah . Cinta benar-benar sudah membutakan matanya . Ia tak peduli apapun yang terpenting bisa bersama dengan orang yang paling dicintainya sekarang.
" Mas kamu kenapa sih ?" tanya nya campur aduk , antara panik dan takut. Hari ini tadi , tepatnya setelah mereka perjalanan pulang .
Setelah dari cafe , mereka sempat ke meja Gunawan . Hanya untuk berpamitan . Gunawan dan Wina memang bersikap baik dan ramah , tapi tidak demikian dengan Rey...
" Mama pulang dulu ya .."
Rey menghampiri dan memeluknya .
" Rey , kita pulang dulu ... " tak ada jawaban apapun . Alex menarik nafas panjang , tapi wajahnya tak bisa menyembunyikan kekesalannya . " kalau kamu mau maen ke rumah nggak papa ." ucapnya basa-basi.
Rey menatapnya sebentar . " nggak deh makasih .." jawabnya pendek.
__ADS_1
Dan ia buru-buru keluar cafe dengan emosi , sementara Rosa yang panik langsung lari mengikutinya.
" kenapa kamu bilang ?!" tanyanya balik , dengan nada tinggi.
Rosa duduk di sofa ,mulai menangis . Iya ia memang tahu apa yang sebenarnya memancing emosi suaminya ini.
" iya Mas ... aku minta maaf kalau sikap Rey kurang baik sama kamu." wajahnya tertunduk , ia masih terisak.
" kurang baik..?" Alex mencibirnya . " jadi seperti itu cara didikan kamu heeeeh..."
Rosa mengangkat wajah , hatinya terasa sakit mendengar ucapan orang yang paling dikasihinya itu . " Mas kenapa kamu bisa ngomong begitu ..." ucapnya lirih.
" iya mas , aku tahu ...Rey sebenarnya baik kok , mungkin karena kalian memang belum terlalu akrab saja ."
Alex berkacak pinggang sembari menatap tajam padanya. " heeeeh ... itulah gambaran yang sebenarnya dari cara didik kamu yang buruk."
Rosa menatapnya , perkataan nya cukup membuatnya terhina. Bagaimanapun ia juga seorang ibu .. tapi suaminya ini malah terang-terangan mengatakan seperti itu.
__ADS_1
" Mas .. aku nggak pernah mengajarkan hal buruk sama anakku.."
" atau jangan-jangan mantan suami kamu itu yang menyuruhnya bersikap begitu ."
Rosa menggeleng ." nggak mas , nggak mungkin Mas Gunawan menyuruh Rey berbuat begitu .. "
" ow masih membela mantan suamimu itu rupanya , jangan-jangan kamu masih ada rasa sama dia .."
" nggak Mas bukan begitu..."
Alex berjalan dan duduk di sofa disampingnya . " kalau begitu tepat keputusanku untuk tidak mengijinkan anak kamu itu tinggal bersama disini."
Rosa menoleh ." karena dia bisa jadi contoh yang buruk buat Boby dan Rena ."
Rosa menoleh , kata-kata itu memang menyakitkan tapi ia tak punya kuasa untuk melawan . Laki-laki yang menjadi suaminya ini ternyata begitu kasar bicaranya , berbeda dengan Mas Gunawan ...ah sudahlah tak ada gunanya membandingkan mereka sekarang , ini adalah pilihan hidupnya . Mau tak mau ia harus menerimanya sekarang.
" Dan kamu ... sebaiknya jarang terlalu sering menemui anak kamu itu , kalian sudah punya kehidupan masing-masing , biarkan dia menjadi tanggung jawab nya Gunawan." putusnya .
__ADS_1
Ia berdiri dan berniat masuk ke kamarnya , tapi ia menghentikan langkahnya sejenak dan berkata ."satu lagi ... jangan pernah membawanya masuk ke rumah ini , saya nggak suka !!" tegasnya , sebelum benar-benar berjalan ke kamarnya.
Rosa berdiri ,mengusap air mata di pipi, lalu berjalan menyusul suaminya ke kamar.