
" Rey loe kok udah masuk ?" sapa Agnes pagi itu , sewaktu Rey masuk ke kelasnya .
" emang napa ?"
" ya nggak papa sih , gue seneng kalo loe udah baikan ." Agnes tersenyum manis ,tapi lagi-lagi Rey mengacuhkannya , ia sibuk mencari seseorang di dalam kelas .
" nyari apa sih Rey ?" tanyanya heran.
Rey menatapnya , ia mau bertanya , tapi kemudian ia mengurungkan niatnya .
" nggak ada .."
lalu ia berbalik dan keluar kelas .
Bel istirahat berbunyi...
Rey dan Rino sudah duduk di pojok kantin .
" Riki kemana ?" tanya Rino sambil menyantap mie ayam nya
" biasa pacaran ." jawab Rey asal , mengaduk-aduk es teh didepannya , lalu meminumnya sampai hanya tertinggal separuh .
" busyeeet... makin lengket aja mereka sekarang ."
" biarin aja , namanya lagi jatuh cinta ."
Rino menatapnya ." loe sendiri gimana ?"
" gue ...kenapa ?"
" loe kan sama kayak Riki .."
" sama apanya ?"
" sama lagi cinta-cintaan ." Rino terbahak .
" Rese loe ..!"
Rino masih terkekeh , sambil menghabiskan mie ayamnya , setelah itu ia mengambil es teh milik Rey .
" eh punya gue ." sergah Rey .
" peliit ...dikit aja , punya gue abis ." tanpa menunggu jawaban Rey , ia menarik gelasnya dan langsung meminumnya sampai tak tersisa .
__ADS_1
Rey menatapnya geram ." kenapa loe abisin ..?!"
" udah pesan lagi aja ..." Rino lalu berdiri ." tuh kesayangan loe muncul ." tunjuknya ke pintu kantin , sebelum ia pergi meninggalkan Rey sendiri disana .
Terlihat Andin masuk ke kantin sendirian .
" Ndin ." panggilnya .
Andin menoleh , lalu berjalan menghampirinya .
" kenapa ?" tanyanya begitu mereka berhadapan sekarang .
" duduk sini aja , kok sendirian ?"
Andin menarik kursi didepannya ." iya , Amel nggak turun , masih ngerjain tugas ."
" mau mie ayam ?" tawar Rey ." aku pesenin ya ."
" Rey nggak usah aku ..." tapi Rey sudah berjalan ke stand mie ayam di belakang .
Tak lama ia kembali , dengan 2 gelas es teh ditangannya dan langsung meletakkannya di meja .
" Riki sama Rino kemana ?"
Andin terdiam , ia tiba-tiba teringat sesuatu ..
" Rey..?"
" ya.."
" kamu udah ngomong sama tante Wina ?"
" tante Wina ? soal apa ?"
" yang waktu itu ...kamu bilang mau minta maaf sama tante Wina dan papa kamu ."
Rey memainkan sendok di gelas es tehnya . " belum sempat ."
" kok belum sempat ?"
" aku belum ketemu tante Wina dari kemarin ..."
" kalo papa kamu ?"
__ADS_1
Rey menggeleng ." papa juga nggak bahas itu lagi kemarin pas sampai rumah ."
" terus ...?"
" terus apa ?" tanya Rey balik .
" kamu mau ngomong kapan ke tante Wina ?"
" nggak tahu .."
" Rey kok nggak niat gitu ..?!"
" nggak niat apanya ?"
" kamu ..nggak niat mau bicara sama tante Wina ."
Rey menatap Andin yang terlihat kesal .
" iya ...iya , nanti pulang sekolah kita kerumah tante Wina , ok ." Rey menyodorkan gelas ke Andin . " ini minum ...jangan ngambek gitu .."
Andin meminum sedikit es tehnya .
" ya kamu sendiri aja kesana ."
" nggak ..."
" Rey ...ini kan masalah kamu sama tante Wina ."
" ya udah ... aku juga nggak mau kesana ."
" iya ..ya udah nanti kita kesana ." putusnya .
Rey tersenyum senang sambil menatapnya .
Mereka sudah memasuki halaman rumah tante Wina yang terlihat sepi , mobilnya terparkir di dalam garasi yang tak tertutup rapat .
Rey memarkir motornya didepan garasi .
Mereka lalu berjalan ke pintu depan dan memencet bel yang ada di samping kanan pintu .
Tak lama terdengar suara dari dalam . Pintu terbuka .
" kalian kok bisa disini ?" sapa Wina kaget , melihat mereka berdua sudah ada di depan rumahnya .
__ADS_1