PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
87


__ADS_3

" Rey loe kok udah masuk ?" sapa Agnes pagi itu , sewaktu Rey masuk ke kelasnya .


" emang napa ?"


" ya nggak papa sih , gue seneng kalo loe udah baikan ." Agnes tersenyum manis ,tapi lagi-lagi Rey mengacuhkannya , ia sibuk mencari seseorang di dalam kelas .


" nyari apa sih Rey ?" tanyanya heran.


Rey menatapnya , ia mau bertanya , tapi kemudian ia mengurungkan niatnya .


" nggak ada .."


lalu ia berbalik dan keluar kelas .


Bel istirahat berbunyi...


Rey dan Rino sudah duduk di pojok kantin .


" Riki kemana ?" tanya Rino sambil menyantap mie ayam nya


" biasa pacaran ." jawab Rey asal , mengaduk-aduk es teh didepannya , lalu meminumnya sampai hanya tertinggal separuh .


" busyeeet... makin lengket aja mereka sekarang ."


" biarin aja , namanya lagi jatuh cinta ."


Rino menatapnya ." loe sendiri gimana ?"


" gue ...kenapa ?"


" loe kan sama kayak Riki .."


" sama apanya ?"


" sama lagi cinta-cintaan ." Rino terbahak .


" Rese loe ..!"


Rino masih terkekeh , sambil menghabiskan mie ayamnya , setelah itu ia mengambil es teh milik Rey .


" eh punya gue ." sergah Rey .


" peliit ...dikit aja , punya gue abis ." tanpa menunggu jawaban Rey , ia menarik gelasnya dan langsung meminumnya sampai tak tersisa .

__ADS_1


Rey menatapnya geram ." kenapa loe abisin ..?!"


" udah pesan lagi aja ..." Rino lalu berdiri ." tuh kesayangan loe muncul ." tunjuknya ke pintu kantin , sebelum ia pergi meninggalkan Rey sendiri disana .


Terlihat Andin masuk ke kantin sendirian .


" Ndin ." panggilnya .


Andin menoleh , lalu berjalan menghampirinya .


" kenapa ?" tanyanya begitu mereka berhadapan sekarang .


" duduk sini aja , kok sendirian ?"


Andin menarik kursi didepannya ." iya , Amel nggak turun , masih ngerjain tugas ."


" mau mie ayam ?" tawar Rey ." aku pesenin ya ."


" Rey nggak usah aku ..." tapi Rey sudah berjalan ke stand mie ayam di belakang .


Tak lama ia kembali , dengan 2 gelas es teh ditangannya dan langsung meletakkannya di meja .


" Riki sama Rino kemana ?"


Andin terdiam , ia tiba-tiba teringat sesuatu ..


" Rey..?"


" ya.."


" kamu udah ngomong sama tante Wina ?"


" tante Wina ? soal apa ?"


" yang waktu itu ...kamu bilang mau minta maaf sama tante Wina dan papa kamu ."


Rey memainkan sendok di gelas es tehnya . " belum sempat ."


" kok belum sempat ?"


" aku belum ketemu tante Wina dari kemarin ..."


" kalo papa kamu ?"

__ADS_1


Rey menggeleng ." papa juga nggak bahas itu lagi kemarin pas sampai rumah ."


" terus ...?"


" terus apa ?" tanya Rey balik .


" kamu mau ngomong kapan ke tante Wina ?"


" nggak tahu .."


" Rey kok nggak niat gitu ..?!"


" nggak niat apanya ?"


" kamu ..nggak niat mau bicara sama tante Wina ."


Rey menatap Andin yang terlihat kesal .


" iya ...iya , nanti pulang sekolah kita kerumah tante Wina , ok ." Rey menyodorkan gelas ke Andin . " ini minum ...jangan ngambek gitu .."


Andin meminum sedikit es tehnya .


" ya kamu sendiri aja kesana ."


" nggak ..."


" Rey ...ini kan masalah kamu sama tante Wina ."


" ya udah ... aku juga nggak mau kesana ."


" iya ..ya udah nanti kita kesana ." putusnya .


Rey tersenyum senang sambil menatapnya .


Mereka sudah memasuki halaman rumah tante Wina yang terlihat sepi , mobilnya terparkir di dalam garasi yang tak tertutup rapat .


Rey memarkir motornya didepan garasi .


Mereka lalu berjalan ke pintu depan dan memencet bel yang ada di samping kanan pintu .


Tak lama terdengar suara dari dalam . Pintu terbuka .


" kalian kok bisa disini ?" sapa Wina kaget , melihat mereka berdua sudah ada di depan rumahnya .

__ADS_1


__ADS_2