PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
33


__ADS_3

Bunny Cafe ..


Mereka sampai tepat jam 20.00..setelah memberikan voucher kepada waiters ,lalu mereka diminta langsung naik ke lantai 3...


Sesampainya disana ,tak ada satu orangpun. meja-meja pada kosong.


Tumben... biasanya disini selalu rame kalau menjelang malam .


Tapi ini...


" Kamu Rey ya ?" Rey berbalik , seorang perempuan memakai celana jeans dan kaos hitam dengan high heels tersenyum padanya.


Rey mengangguk.


" saya Sisca ." ia mengulurkan tangannya. " temannya Wina."


Oh . jadi ini pemilik cafe dan yang juga temannya tante Wina.


"panggil tante aja gak papa." ucapnya lagi ,seolah tau dengan kebingungan di wajah Rey.


"oh iya tante...Sisca ." Rey menyalaminya.


" kamu pasti Andin ya ." Andin membelalakkan matanya , kaget ternyata wanita itu juga mengenalinya.


Andin mengangguk.


" oke semoga kalian suka disini ya.." tante Sisca menepuk bahu Rey ."have fun." kemudian ia berbalik dan turun tangga.


Mereka memilih menempati meja ditengah ruangan. Hanya lampu hias kecil-kecil yang menyala sehingga


suasana nampak temaram.


" Rey , tante Sisca itu siapa ?" tanya Andin setengah berbisik ,takut tiba-tiba orangnya muncul lagi didepan mereka.


" yang punya cafe ini."


Andin menatapnya terkesima." oh ya .. kok bisa tahu nama aku ?"


Rey melihat Andin yang nampak kebingungan , wajahnya terlihat lucu sampai ia terkekeh . " kamu ngetop kali ,mungkin pernah masuk tv." jawabnya di sela-sela tawanya.

__ADS_1


Andin melotot dan mencubit lengannya.


"aww..." Rey meringis kesakitan.


Tak lama seorang waiters laki -laki masuk dan menghampirinya..


"mas mau disajikan sekarang ?" tanyanya.


Rey melongo. "tapi saya belum pesan apa-apa."


" semua sudah di list atas nama bu Wina , kalau misalnya mas mau tambah bisa , apa mau disajikan sekarang ?"


" iya deh boleh."


Laki-laki itu pergi bersama 1 orang temannya yang perempuan ,lalu menuruni tangga.


"Rey , bu Wina itu siapa ?"


Pertanyaan Andin kali ini membuatnya bingung harus menjawab apa, mana mungkin ia bilang kalo tante Wina calon istri papa, sekaligus calon ibu tirinya.


Rey mendesah . "tante aku." jawabnya pendek.


Siapa sebenarnya orang yang bernama bu Wina .. kenapa dia menyiapkan semua ini khusus untuk Rey ?


Dua waiters datang membawa strawberry cake lengkap dengan lilin diatasnya . ,diatas kue tertulis ucapan ulang tahun untuk Rey .


Mereka menaruh nya di tengah meja . dan meletakkan korek kecil disampingnya.


" kalau begitu kita permisi dulu. " pamitnya.


Andin mengambil korek dan menyalakan lilin di atas kue.


Rey hanya diam sembari menatapnya.


Andin balas menatapanya." kenapa diem?" tanyanya.


Rey menggeleng .


"berdoa dulu ,habis itu tiup lilinnya. "

__ADS_1


Rey memejamkan matanya ,kali ini agak lama. Lalu membuka mata dan meniup lilin dengan bentuk angka 18 itu.


"selamat ulang tahun ya ." Andin tersenyum ,menyodorkan tangannya.


Rey membalas salamannya ." makasih ."


Rey mengambil sendok kecil dan langsung menyendokkan di ujung kuenya ,"eh kenapa langsung pakai sendok , dipotong dulu lah. Andin menahannya dengan memegangi tangannya.


" kelamaan ." jawabnya pendek , lalu ketika sudah berhasil mengambil kue nya dengan sendok ,ia langsung mengarahkan ke Andin.


Andin nampak terkejut ketika tiba-tiba Rey ingin menyuapinya , tapi kemudian ia membuka mulut dan happp....Rey berhasil menyuapkan potongan kue pertamanya ke Andin .


"enak nggak?"


Andin mengangguk. Lalu tiba-tiba Rey menengadahkan tangan kanannya. "kado buat aku mana?"


Andin menatapnya dengan wajah memelas ." ya aku nggak siapin lah , kan aku nggak tahu."


Rey tertawa." oke berarti kamu punya hutang kado sama aku ya ?"


Andin mendelik , Rey makin terkekeh .


" Emang kamu mau kado apa ? "


"apa ya ?" Rey menepuk-nepukkan jari telunjuknya di dagu. " nanti deh aku pikirin , tapi janji harus dikasih ya?!"


"nggak!!!"


" kok gitu ?!" Rey mengernyitkan dahinya.


"kalau kamu minta nya yang mahal aku kan nggak bisa beliin ." Andin memonyongkan bibirnya.


Kali ini Rey mendekatkan wajahnya dan menatapnya . "nggak perlu uang kok untuk kasih kado aku."


" emangnya mau apa ???" Andin balas menatapnya .


" mau kamu ."


PLAKKKK !!!!

__ADS_1


Andin mendaratkan telapak tangannya tepat di wajah Rey.


__ADS_2