
" ada apa sih Ndin ? tumben ngajak berdua aja ? " tanya Susi heran , mereka sedang di cafetaria tak jauh dari sekolah .Tadi kebetulan mereka bertemu di toilet pas jam pulang sekolah , jadilah Andin mengajaknya kesini , karena ia sudah janji juga pada Riki untuk bicara padanya .
Mereka memesan dua orange juice yang baru saja diantar ke mejanya .
" kamu... lagi ada masalah sama Riki ?" tanya Andin langsung , kali ini Susi langsung diam dan meminum orange juice di depannya.
" Susi..." panggilnya lagi.
Susi mendesah pelan ." iya , aku kesal sama dia ." sungutnya . " masak dia lebih milih keluar sama Agnes daripada aku ." lanjutnya sambil memainkan sedotan yang ada di gelas. Memang sampai sekarang ia belum membalas chat dari Riki yang mulai kemarin terus mencecarnya dengan chat dan telpon , tapi ia tak menggubrisnya sedikitpun.
" jangan gitulah , mungkin Riki nggak bermaksud begitu juga ." rayu Andin , kali ini Susi menatapnya dengan wajah memelas.
" tapi aku nggak suka kalau dia lebih dekat sama Agnes ."
" Riki itu nggak ada hubungan sama Agnes ."
" iya aku tahu , tapi..."
" Riki cuma nggak enak aja kalau misalkan nolak ajakan Agnes , mereka kan juga bersahabat."
" iya sih ..."
" jangan gitulah , kasihan Riki ... dia kelihatan sedih loh."
" masak sih ?" tanya Susi memastikan .
Andin mengangguk .
Susi diam sebentar , berfikir. " ya nanti deh aku pikir-pikir dulu .."
Andin mengarahkan pandangannya ke pintu masuk ,terlihat seseorang yang dikenalnya , berjalan ke arah mereka.
" Agnes . "
Susi berbalik.
Agnes yang memang akan melewati meja mereka , jadi terpaksa berhenti.
__ADS_1
" sama siapa ?" tanya Andin lagi , bersikap seperti tak ada apa-apa antara mereka . Toh , memang ia merasa tak punya masalah dengan Agnes , tapi tiba-tiba Agnes bersikap aneh padanya.
" sendirian...nunggu dijemput ." jawabnya ketus .
Susi menatap Agnes kesal.
" oh gabung sama kita aja disini ." ajak Andin , lalu dirasa Susi memelototinya.
" nggak deh ." tolaknya , lalu berjalan pergi . Tapi baru melangkahkan kaki , tiba-tiba Andin memegangi tangannya.
" Nes , kamu kenapa sih kok kelihatannya marah ? aku ada salah sama kamu ?" tanyanya , ini waktu yang tepat ,setelah kemarin-kemarin ia bingung mencari cara untuk bertanya ke Agnes , karena ia merasa segan untuk menyapanya duluan.
Agnes menarik tangannya sehingga pegangannya terlepas .
" ya kamu pikir sendiri lah !" sentaknya , membuat Andin sedikit terkejut.
" iya... aku memang nggak tahu , kan kamu nggak pernah bilang ." jawab Andin spontan .
Agnes mendekat ke Andin. " nggak usah sok polos gitu!" kali ini nada suara Agnes meninggi.
" nggak usah ikut campur !!!" sentaknya ,matanya tajam menatap Susi.
" udah ... kenapa kalian jadi berantem." Andin berusaha menengahi.
" semua ini memang gara-gara kamu!" jari telunjuk Agnes menudingnya .
" tapi aku kenapa...?"
" kenapa ? kamu nyadar nggak sih udah ngerebut Rey dari aku .."
Deggg. Andin seperti merasakan pukulan didadanya , ternyata benar sikap Agnes berubah selama ini karena perasaannya ke Rey.
" aku ngerebut Rey ? aku nggak ada hubungan sama dia , cuma teman sama kayak kalian ." ia berusaha menjelaskan , semoga kali ini Agnes bisa menerima jawabannya .
" tapi kamu udah kecentilan selama ini , apa-apa minta sama Rey , nggak malu ?"
Andin membelalakkan matanya , kali ini ucapan Agnes terasa menyakitkan. " aku nggak pernah minta apa-apa sama Rey . "
__ADS_1
Agnes mencibir. " harusnya kamu itu sadar diri dong , kamu itu nggak selevel sama Rey !"
Andin menatapnya nanar , ucapan Agnes semakin menyudutkannya dan sekarang dia menyinggung tentang status sosial nya , ia mendesah coba menahan emosi matanya mulai berkaca-kaca ." iya aku tahu itu , makanya aku juga nggak pernah berharap lebih sama Rey dan memang kita cuma teman aja . " jawabnya lemah , nada suaranya bergetar menahan tangis.
Susi hanya menatapnya iba.
" nggak pernah berharap lebih ? heeeh... terus kenapa kamu dekat-dekat Rey terus , berharap kalau dia akan suka sama kamu gitu ?"
" Rey nya sendiri yang mau deketin Andin ." kali ini Susi menimpali , sedikit berteriak.
" nggak mungkin , Rey nggak mungkin tertarik sama dia , kalau bukan dianya yang kegatelan !" Agnes mengarah ke Susi.
" jaga bicara loe ya !!!" Susi mulai emosi dan langsung berdiri , Andin pun ikut berdiri . Untungnya di dalam cafetaria ini sedang sepi ,jadi tidak ada yang menyaksikan pertengkaran mereka.
" Susi udah ." Andin menenangkan , tapi Susi kali ini mengacuhkannya.
" emang kenyataannya begitu , apa loe nggak lihat penampilan teman loe yang kampungan ini ." Agnes sedikit meliriknya . " jelas nggak mungkin kalau Rey suka sama dia !"
Brakkk!! .Susi menggebrak meja . " mulut loe nggak pernah disekolahin ya !"
" Susi udah ya , nggak usah diladenin." Andin memegangi tangannya , tapi Susi menghempaskannya .
Agnes mengangkat tangannya ,berniat memukul Susi , tapi dengan cekatan Andin memeganginya . " udah Nes tolong berhenti ." Andin mulai terisak . " aku minta maaf kalau memang punya salah sama kamu udah ya ."
" lepasin gue !!" Agnes menarik tangannya kasar , hampir saja membuat Andin terjatuh. " semua ini gara-gara loe !!!!" Geramnya , matanya mendelik ,lalu tangannya mengambil orange juice yang masih utuh di meja dan menyiramkannya ke wajah Andin.
" Agnesss !!!!!" teriak Susi.
Agnes seperti tak peduli , lalu ia berlari keluar .
Susi berniat mengejarnya , tapi Andin menahan.
" Ndin kamu nggak papa ?" Susi mengambil tissue di meja dan memberikan padanya.
Andin menggeleng ,lalu menyeka wajahnya yang basah dengan tissue .
" ya udah aku anterin pulang yuk ." Susi menggandeng tangannya , berjalan keluar.
__ADS_1