
" Kamu udah mau berangkat?"
Pagi itu Gunawan sedang berada di meja makan , menikmati sepotong rotinya yang tinggal separuh .
Rey menarik kursi disampingnya , lalu duduk dan mengambil piring .
" iya ." jawabnya pendek , lalu menyendok nasi goreng kepiringnya .
" oh iya , besok ulang tahunnya Tante Wina .."
Rey hanya mengangguk , sambil menyuapkan nasi goreng ke mulutnya .
" Papa sudah reservasi restaurant untuk kita makan malam , sekalian ada yang mau papa bicarakan sama kamu ."
Rey berhenti sebentar , mendengar ucapan papanya . Ada yang mau dibicarakan ? Apa ini soal hubungan Papa dan Tante Wina . Mungkin mereka juga sudah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat .
" Papa sudah reservasi untuk 4 orang ."
Rey menatapnya heran . " 4 orang ? sama siapa ?"
" kamu boleh ajak Andin ."
" Andin ?" tanya Rey masih tak percaya . Papa bilang ini acaranya bersama Tante Wina , tapi malah menyuruhnya untuk mengajak Andin juga sekarang .
" kenapa .. kamu nggak mau ?" tanyanya balik .
" tapi kan ini acara Papa dan Tante Wina ?"
__ADS_1
" ya ... emangnya kenapa ? "
" nggak papa sih ."
" yang Papa tahu teman terdekat kamu sekarang Andin , atau kamu mau ngajak yang lain juga nggak papa ."
" siapa ..?"
" mungkin sama anaknya Anisa , kamu dekat juga kan sama dia ?"
Rey mendesah pelan , menghabiskan nasi goreng di piringnya yang tinggal sesuap . Yang dimaksud Papa itu adalah Agnes . Papa memang juga kenal sama Tante Nisa dan tahu kalau Agnes juga teman satu sekolahnya , dulu juga yang paling sering kerumahnya .
" iya aku datang sama Andin aja." Putusnya , sebelum Papa lebih jauh membahas soal Agnes nantinya .
" ya sudah , besok jam 7 malam ya ."
Gunawan menghabiskan secangkir kopi , lalu mengambil jasnya yang tersampir di punggung kursi .
Besok akan menjadi hari penentuan juga untuk kelanjutan hubungannya dengan Wina . Seperti yang telah mereka sepakati sebelumnya , semua akan bergantung dengan persetujuan Rey , seperti yang diminta Wina .
" kita secepatnya harus bicara sama Rey ." kata Gunawan kemarin . Selama ini mereka terlalu banyak menunda waktu . Karena urusan pekerjaan dan urusan dengan Rosa , yang sekarang sudah selesai , meski harus berakhir kurang menyenangkan .
" iya Mas , tapi keputusan aku tetap sama..."
Gunawan menatapnya cemas . " maksud kamu ?"
" semua bergantung dengan keputusan Rey ..."
__ADS_1
" iya aku tahu .."
" Mas jangan sampai memaksa Rey untuk mau menerima aku ...!" Ancamnya .
" iya ... iya ."
" aku nggak mau Rey menerima aku , karena terpaksa ."
" tapi ... bukankah belakangan ini kalian sudah semakin dekat ?"
" iya ... tapi aku tidak pernah membahas ini sama Rey , aku cuma takut ... mungkin Rey bisa menerima aku sekarang tanpa ada status antara kita... tapi , kalau untuk lebih jauh aku belum yakin . Kejadian kemarin cukup membuat Rey trauma untuk menerima orang baru dalam hidupnya ." ucapnya pesimis.
Ia bisa memahami itu , untuk mengambil hati Rey tidaklah mudah . Rey bukan sosok yang mudah bisa dekat dengan orang lain . Apalagi dengan kondisi sekarang , pernikahan Rosa yang cukup membuatnya terpukul , ditambah suami barunya yang menolak untuk menerimanya . Pastinya sekarang Rey beranggapan kalau semua akan sama . Setelah pernikahannya dengan Wina kelak . Nasibnya akan sama seperti yang terjadi di pernikahan mamanya .
Wina benar , tak akan ada gunanya memaksa Rey , karena ia sudah besar sekarang dan sudah bisa menentukan keputusannya sendiri .
Sekarangpun nasib hubungan mereka bergantung pada Rey ... seandainya Rey menolak , Wina akan lebih memilih mundur .
Yang menjadi masalah apa ia sanggup kehilangan semua ini . Pernikahannya dengan Rosa yang cukup lama , tak cukup membuatnya bahagia . Sifat Rosa yang tak pernah puas , meski memiliki harta berlebih tak pernah bisa membuatnya setia dan itu sudah dilakukannya sejak lama , sejak Rey masih kecil dan keputusannya untuk tetap bertahan adalah demi putranya itu , agar memiliki keluarga yang utuh . Meski untuk itu ia lebih banyak menahan sakit hati , sehingga untuk mengalihkan perhatian , ia lebih memilih menyibukkan diri mengembangkan perusahaannya . Sekalipun harus mengorbankan perhatiannya kepada keluarga , khususnya Rey .
Dan Rey hanya tahu mamanya selalu sibuk diluar rumah dengan alasan urusan sosialnya , tanpa tahu apa yang dilakukan sebenarnya .
Sekarang , kehadiran Wina bisa merubah semuanya . Yang menyadarkan untuk lebih bisa dekat dengan putranya dan untuk lebih mengutamakan keluarga daripada pekerjaan.
Tapi...kejadian waktu itu cukup membuat Wina terpukul . Penolakan Rey diawal pertemuan mereka dan juga sewaktu ia memaksa Rey untuk menerima Wina , dan memutuskan untuk tetap menikah meski tak disetujui . Sampai akhirnya membuat Rey kecelakaan.
Hal itu pula yang membuat Wina menunda semua yang sudah mereka rencanakan dan membuat keputusan untuk tidak terlalu berharap lebih dengan hubungan mereka kedepannya , kalau sampai ia tak bisa mengambil hati Rey untuk tulus menerimanya tanpa paksaan.
__ADS_1
" ya ... terserah kamu , kita akan bicarakan ini sama Rey ."
Wina mengangguk setuju .