PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
26


__ADS_3

Siang itu , sepulang sekolah mereka masih duduk-duduk di depan sekolah . Kali ini dengan formasi lengkap . Rey, Rino, Riki , Agnes dan Andin.


"tumben -tumbenan nih kalian ngumpul ." seru Agnes mengamati mereka yang duduk berjejer di atas motor masing-masing.


"kalau gue selalu ada, itu tuh yang ngilang melulu." Rino menunjuk dengan dagunya ,ke arah Riki.


"ilang apanya?" tanyanya balik.


" ya biasalah namanya juga lagi jatuh cinta." celetuk Rey ,yang langsung membuat Riki melotot.


Semua menatap ke Riki ?


" whaaat ...sama siapa bro ?" tanya Rino kaget.


Riki memukul lengan Rey . " rese loe !!"


" siapa sih?" Rino masih ngotot. "Rey.." panggilnya lagi.


Rey menoleh . " ya tanyain orangnya lah , masa gue ." sindir nya. Riki melengos ,langsung menyalakan mesin motornya. " gue duluan deh." pamitnya , lalu pergi.


"emang siapa sih?" tanya Agnes ,begitu Riki sudah berlalu.


"tanya aja sendiri." Rey terkekeh.


Rino memonyongkan bibirnya , tak mendapat jawaban yang diinginkannya.


Tak lama Amel datang menghampiri Andin.


"Ndin ,makalah kemarin lupa nggak aku bawa ."


"tapi udah selesai?" tanya Andin.


Amel mengangguk.


"ehm.. gimana kalo kamu sekarang ikut ke rumah aku aja , ntar pulangnya biar dianter papa." tawar Amel.

__ADS_1


Andin sendiri merasa ini ide bagus , setelah pembicaraan kemarin dengan Riki dan Rino , ia merasa harus sedikit jaga jarak dengan Rey . Karena ia tak mau kalau sampai Agnes merasa mereka benar-benar ada hubungan.


" ya udah yuk , aku udah dijemput tuh." tunjuknya ke mobil papanya.


" ya udah semua ,aku pulang dulu ya bareng Amel."


Agnes melambaikan tangannya.


Rino sendiri menatap Rey dan Andin secara bergantian ,merasa ada sesuatu diantara mereka.


Rey diam , kecewa . Karena sikap Andin sedikit berbeda sekarang.


" kenapa jadi pada diem." Agnes memecah keheningan . " pulang aja yuk, Rey gue bareng ya?"


Rey mengangguk , dan memberikan helmnya ke Agnes.




Andin memilih untuk pulang sendiri karena ternyata papanya Amel masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Nggak enak juga kalau ia sampai merepotkan.


Alhasil ia harus pulang ke kost an sendirian. Rumah Amel cukup jauh ,ia harus 2 kali naik angkutan umum untuk sampai di kost nya.


Ia bergegas pulang , karena mendung gelap sudah menaungi langit sore ini. Ia menaiki angkutan umum pertama dan hujan deras sudah mengguyur saat baru sampai separuh perjalanan.


Begitu turun ,hujan pun masih tak kunjung reda , ia berlari di trotoar , mencari tempat berteduh . Dilihatnya tak jauh dari tempatnya sekarang , ada halte . Ia berlari kesana.


Rambut dan bajunya sudah basah kuyup , ia duduk disalah satu bangku , hanya sendirian ia disini. Jalanan pun agak sepi .


Ia mulai menggigil karena angkutan umum yang ditunggunya tak juga datang.


Tak lama , sebuah mobil hitam berhenti di depan halte , pintu kemudinya terbuka. Laki-laki bersweater merah keluar ,membuka payung lalu berjalan keluar ,menuju ke arahnya.


" Rey . " panggilnya pelan.

__ADS_1


Rey berjalan mendekat. Tiba-tiba menarik tangannya dan memaksa berdiri.


"nggak usah aku pulang sendiri aja." Ia mencoba menarik tangannya ,tapi gagal.


" kamu mau kedinginan disini." Rey menatapnya tegas.


Andin sedikit takut juga dan berdiri. Tak lama mereka sudah masuk ke dalam mobil.



Diseberang jalan , disebuah mobil hitam yang lain . Dua orang didalamnya tengah mengamati mereka.


"mereka semakin deket ya?" tanya Susi.


Riki yang ada dibalik kemudi mengangguk setuju.


"gue melihat ada yang berbeda dari Rey." seru Riki.


" maksud loe ,Rey bener-bener suka sama Andin?"


Riki mengangguk. " sepertinya begitu.



Di dalam mobil Rey . Andin terlihat menggigil.


Rey mematikan ac mobilnya ,lalu beralih ke jok belakang ,mengambil jaket yang tergeletak disana.


Lalu menyelimutkannya di tubuh Andin .


Andin menatapnya lalu tersenyum.


Tak ada lagi percakapan diantara mereka ,karena tak lama terlihat Andin mulai tertidur .


Di balik setir , Rey sesekali menatap seseorang di sebelahnya itu.

__ADS_1


__ADS_2