PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
105


__ADS_3

" Pak ,tunggu disini aja ,biar aku masuk sendiri ."


" baik mbak ."


Agnes menjalankan kursi rodanya ,menuju meja kasir .


Seorang perempuan menyapanya di sana .


" siang mbak , ada yang bisa dibantu ?" Sapanya ramah .


" Andin nya disini kan ?" Tanyanya balik .


" ah iya ...mbak ada janji sama mbak Andin ?"


Agnes menggeleng ." Saya cuma kebetulan lewat ...mau mampir sebentar ."


" sebentar mbak saya panggilkan ." Lalu ia masuk .


Tak lama ia keluar dari dapur , Andin mengikuti dibelakangnya .


" Agnes ." Ucapnya sedikit tak percaya siapa yang dilihatnya .


Agnes tersenyum .


Andin keluar melewati etalase dan menghampiri Agnes , lalu membantunya sampai di tempat duduk paling ujung .


" dulu bukannya ini punya mamanya Susi kan ?"


Andin mengangguk .


" hmm...cukup ramai juga sekarang ." Ucap Agnes sambil mengamati sekeliling .


" kamu tumben kesini ?" Tanya Andin .


Agnes lalu beralih menatapnya .


" kebetulan lewat aja ,lagian udah lama kan kita nggak ketemu ?"


" iya ...kabar kamu bagaimana ?" Tanya Andin lagi .


" seperti yang kamu lihat sekarang ."

__ADS_1


Andin hanya tersenyum menanggapinya .


" kamu pernah ketemu Rey ?"


" nggak ." Mungkin sebaiknya itu jawabannya sekarang , kalau sampai Agnes tahu Rey pernah datang kerumahnya bisa jadi masalah , dari dulu hubungan mereka tak baik gara-gara ini .


Agnes menatapnya , tersenyum . Lalu meletakkan kedua telapak tangannya di atas meja .


Andin hanya menatapnya sekilas , sesekali ia memainkan cincin yang tersemat di jari manis .


Mungkin ingin menunjukkan statusnya saat ini .


" Aku sama Rey akan nikah bulan depan , kamu datang ya ..." ucapnya tiba-tiba .


Andin mendesah pelan ." Iya ..Insya Allah .."


" kamu ingat nggak sama cincin ini..." Kali ini mengangkat jari tangan , menunjukkan cincin yang melingkar di jarinya .


Andin diam .


" ini model yang sama seperti yang pernah mau Rey berikan ke kamu dulu ..tapi bedalah ukiran nama di dalamnya ." Agnes melepaskan cincin dan menunjukkan ke Andin ." Ini ada nama Rey disini , sedangkan yang dipakai Rey ada nama aku di dalamnya ." Ucapnya senang dan terus saja bercerita ." Karena dulu Rey pernah kasih kamu model ini jadi... aku mau model yang sama juga , mungkin Rey memang menyukainya ."


Lagi-lagi Andin hanya tersenyum .


" ya baguslah Nes ...kalau kayak gitu ."


Agnes mengangguk ." Iya nggak masalah kalau aku jadi seperti ini sekarang ...yang terpenting aku bisa mendapatkan cinta Rey .." ucapnya girang .


Andin hanya menatapnya . Memang wajahnya terlihat sangat bahagia saat menceritakan soal hubungannya dengan Rey ...tapi matanya sama sekali tak bisa berbohong . Ada kesedihan disana .


Hal itu membuatnya iba , semoga kelak Rey benar-benar bisa mencintainya seperti yang diceritakan sekarang .


 


" Wina , tumben kesini ?"


Nisa sedikit heran melihatnya datang ke rumah .


" maaf mbak , aku datang mendadak ..nggak telpon dulu tadi ."


Nisa menggeleng ." Nggak masalah , aku juga lagi santai kok di rumah .." lalu mempersilahkan masuk keruang tamu . " oh ya ...kemarin lusa aku suruh kurir antar contoh undangan , sudah diterima kan ?"

__ADS_1


" sudah mbak ."


" baguslah ...kamu kesini mau bahas soal itu kan ?"


" bukan mbak ...tapi aku kesini mau membahas hal penting sama mbak ..."


" ada apa ya ?" Tanya nya penasaran .


" apa pernikahan mereka ini tidak terlalu cepat .."


" maksud kamu ?" Tanya Nisa , terlihat ketus dalam nada bicaranya .


" setidaknya biarkan mereka saling mengenal lebih jauh dulu ...karena pernikahan itu hal yang serius mbak ...dan ini terkesan sangat mendadak bukan .."


Nisa diam . Iya memang rencana pernikahan ini terkesan mendadak . Bulan kemarin ia menemui orang tua Rey dan minta pernikahan anak-anak mereka dipercepat saja .


Ada ketakutan dalam dirinya , kalau Rey tiba-tiba berubah pikiran dan meninggalkan Agnes begitu saja ...karena sebenarnya ia juga merasa kalau sikap Rey selama ini dingin terhadap Agnes dan itu mengartikan perasaannya yang sebenarnya .


" tapi Rey sudah setuju sama keputusan ini ..."


" iya mbak aku tahu Rey memang setuju , tapi aku tahu Rey sebenarnya belum siap untuk melangkah lebih jauh lagi ..."


" kenapa ?" Tanya Nisa tegas ." Kamu nggak suka kalau Rey menikahi Agnes ?"


Wina menarik nafas panjang ." Bukan begitu mbak ...aku nggak masalah kalau Rey menikah sama siapapun kalau memang mereka saling cinta .."


Nisa melengos , merasa tersindir dengan apa yang diucapkan Wina tadi .


" aku yakin suatu hari nanti Rey bisa mencintai Agnes setelah mereka menikah ..." ucapnya lagi .


" apa mbak bisa pastikan itu , bagaimana kalau tidak ...? Itu tidak akan membuat mereka bahagia bukan ?"


" aku yakin ...mereka kenal cukup lama dan suatu saat Rey bisa mencintai Agnes ..." jawab Nisa , meski ada keraguan dalam raut wajahnya .


Wina diam , susah untuk meyakinkannya , sama seperti halnya dengan meyakinkan Agnes .


Mereka berdua punya sifat yang sama ternyata .


Hanya mementingkan kebahagiaan mereka sendiri .


Nisa menatapnya tajam ." Aku tidak akan biarkan kamu mempengaruhi Rey lagi soal ini ..." cetusnya ." Aku tahu dari dulu kamu tak pernah menyukai Agnes kan ...tapi aku pastikan mereka akan tetap menikah ...aku akan lakukan apapun demi kebahagiaan Agnes ...!" Pungkasnya , memperlihatkan kemenangan di wajahnya . Hubungan mereka memang tak cukup dekat meski sebentar lagi mungkin mereka menjadi besan .

__ADS_1


" aku juga akan lakukan apapun demi kebahagiaan Rey ." Ucap Wina , membuatnya sedikit terkejut .


__ADS_2