PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
9


__ADS_3

Rey sampai di rumah jam 7 malam , tak dilihatnya lagi mobil mama di garasi ,padahal tadi pagi sebelum berangkat sekolah masih ada di sana, meski mereka tak sempat bertemu ,mamanya tadi masih tidur saat ia berangkat.


Mungkin mama keluar kota lagi. Tebaknya . Sudah biasa ia tak melihat mamanya tiap hari , bahkan pernah sebulan penuh mereka tak bertemu dan selalu ada kegiatan sosial yang menjadi alasan mama untuk terus beraktifitas diluar rumah . Dari arah dapur bik Inah tergopoh-gopoh menghampirinya


"kenapa bik?" tanyanya panik , melihat perempuan yang sudah merawatnya sejak bayi itu nampak murung ,wajahnya menyiratkan kegelisahan.


Tanpa menjawab bik Inah menyerahkan sebuah amplop putih.


" tadi mama mu pergi ,membawa semua bajunya dalam koper besar . " bik Inah bercerita, ada getar dalam suaranya ,air matanya mulai menetes perlahan.


" ada acara amal mungkin?" tebaknya ,masih terlihat santai


bik Inah menggeleng kuat. " tadi sempat pamit sama bibik dan bilang..."


bilang apa..?!! "


" nggak akan kembali lagi kerumah ini , dan menitipkan kamu sama bibik." bik Inah semakin tersedu .


Rey menepuk pundaknya sedikit menenangkan ,dipandanginya lagi amplop putih ditangannya.


ada apa ini?


Rey bergegas naik tangga menuju kamarnya.



" Rey sebelum nya mama minta maaf ya ,mama nggak sempat menemui kamu tadi pagi . Mama takut ,kalo sampai kita bertemu ,mama nggak akan sanggup untuk pergi.


Kamu pasti bingung dengan semua ini , sudah lama mama memendamnya ,tapi untuk sekarang mama sudah menyerah , mama sudah nggak bisa sama-sama papa kamu lagi."


Deg . Rey merasakan pukulan hebat di dadanya , selama ini memang bukan keluarga utuh yang dimilikinya . Tapi sekarang .. ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi ,bahkan ia sudah lama tak melihat papa mamanya bicara dirumah ,karena memang mereka jarang ada dirumah secara bersamaan . Apa ini yang sebenarnya terjadi?

__ADS_1


" mama nggak bisa menceritakan ada apa sebenarnya , suatu saat kamu akan mengerti ,mama harap kamu nggak membenci papa maupun mama dengan apa yang terjadi ini.


Kamu tetap akan menjadi anak papa mama. Tapi kita memang harus berpisah . Kamu tetap tinggal sama papa , supaya kehidupan kamu tetap terjamin ,suatu saat kita akan bertemu lagi , diwaktu yang tepat .


Kamu harus janji jadi anak yang baik ,nurut sama papa dan bik Inah.


mama sayang sekali sama kamu ,mama akan selalu mendoakan untuk kebaikan kamu."


Rey meremas kertas yang sedari tadi dibacanya . Ia terduduk di sudut tempat tidur . Marah , sedih, kecewa kini bercampur jadi satu.


Tanpa disadari , air matanya mulai menetes.



Pukul 10.30


Hari minggu ini ,ia masih rebahan di atas kasur empuknya , tak ada semangat dalam dirinya untuk melakukan apapun kali ini , kepalanya terasa berat dari semalam .


Dengan kedua jari tangan , ia mencoba memijit - mijit keningnya yang berdenyut.


Ia berusaha memejamkan matanya , meski hati dan pikirannya entah berkelana kemana.


Suara dering ponsel membuatnya tersentak.


Nomor tak dikenal . Rey menaruh lagi ponsel nya .Kepalanya benar-benar sakit .


Tapi seseorang yang berusaha menghubunginya , sama sekali tak menyerah , ponsel nya terus berdering. Ia pun mengacuhkannya.


"Rey." panggil bik Inah diluar sambil mengetuk pintu kamar .


"ya." jawabnya parau.

__ADS_1


" ada yang nyari ini."


" bilang aja ga ada , aku males."


Tiba-tiba pintu kamar terbuka ,bukan bik Inah yang dilihatnya ,melainkan...


" Agnes !!!" Rey membelalakkan matanya kaget .


Cewek yang dipanggilnya Agnes itu langsung masuk dan menutup pintu kamarnya ,


Agnes. Cewek cantik berambut lurus sepinggang ,kulit putihnya yang mulus semakin memancar dengan rambut hitamnya yang benar-benar terawat , tubuhnya padat berisi dan tinggi semampai ,hampir 3 tahunan mereka tak bertemu dan sekarang ia semakin mempesona.


"kenapa telpon gue ngga diangkat?!" rujuknya sedikit marah , sambil memposisikan dirinya di depan Rey yang terduduk di pinggiran kasur.


" ini nomor loe?" Rey mengambil ponselnya.


Agnes mengangguk , seraya mengamati cowok didepannya , Rey tak banyak berubah , semakin ganteng aja . Agnes tersenyum geli membayangkan masa lalu ,ia teramat menyukai cowok di depannya ini ,tapi tak pernah berani mengungkapkan dan hanya bisa menjadi sahabatnya. Kali ini pun ia yakin perasaannya tak pernah berubah.


" kenapa loe?" tanya Rey curiga ,melihatnya senyum-senyum sendiri.


"nggak." jawabnya panik ,takut Rey tau apa isi hatinya itu.


Rey menunduk dan mengernyitkan dahinya.


" Loe sakit Rey?" tanya Agnes sedikit panik , wajah Rey juga agak pucat.


Rey balas menatapnya . " nggak ,cuma agak pusing aja dari semalam ."


"loe pasti belum sarapan?"


Tanpa menunggu jawaban dari Rey ,Agnes bangkit dari duduknya."gue buatin sarapan dulu ,baru minum obat ya." celotehnya sambil berjalan keluar .

__ADS_1


Rey tersenyum menatapnya ,dari dulu perhatian Agnes tak pernah berubah dan memang cuma Agnes satu-satunya sahabat cewek yang dimilikinya ,selain Riki dan Rino .


__ADS_2