
"kayaknya Rey belum datang ,motornya belum ada kan ." Rino mengamati di sekeliling parkiran, tak ada motor Rey disana , kalau Agnes sendiri memang sudah sampai ,tadi diantar mamanya kesini .
Riki pun yang tadi berboncengan dengan Rino berpendapat sama ." iya belum datang dia, jangan-jangan dia kabur gara-gara loe paksa buat traktir kita." ejek Riki , ia terkekeh .
Rino merengut ." enak aja loe ,bukan cuma gue yang minta traktir , tapi kalian juga kan ."
" eh , tapi Rey jadi ajak Andin nggak ya?" tanya Riki tiba-tiba , karena tadi sebelum berangkat Rey sempat telpon dan bilang mau ngajakin Andin.
"gimana ntar sama Agnes ya ,bingung gue." Rino menggaruk kepalanya.
" tahulah , ribet mereka emang ."
" hai , gue telat nggak ?"mereka berbalik. Susi sudah berdiri disana, ditangannya sudah ada kado yang terbungkus warna merah.
Rino sedikit terkejut , karena bisa ada Susi juga disini.
" tenang , gue udah bilang Rey kalau ngajakin susi."
" iye .. gue tahu yang lagi falling in love ...dunia milik berdua."
Susi tertawa lebar. " ngiri loe ?" ejeknya . Ini anak sekarang mulai bertingkah seperti Riki ,pikir Rino.
" jangan gitu dong sayang , kasian dia nggak punya cewek." Riki melingkarkan lengannya dibahu susi.
"nggak usah sayang-sayang , risih gue ." susi melepaskan pelukannya.
" rasain loe." Rino terkekeh.
" Rey jadi ngajakin Andin ?" tanya Susi.
" nggak tahu , tadi sih katanya jadi."
Diluar nampak hujan mulai turun .Lumayan deras juga , karena dari tadi memang sudah gerimis sejak sore.
" jangan-jangan kejebak hujan nih mereka."
Ponsel Rino berbunyi . Telpon dari Agnes .
"ya ,Nes."
"iya , gue , Riki sama Susi udah di parkiran kok ,kita sekalian nungguin Rey aja , nanti bareng masuknya."
Di dalam cafe ...
Agnes menutup ponselnya.
Malam ini ia sedikit berdandan spesial ,dengan memakai gaun warna putih yang sepanjang lutut , rambut panjangnya dibiarkan tergerai . Didepan meja ia sudah menyiapkan kado kecil untuk Rey.
Ia tersenyum , hari ini hari yang spesial buat Rey , jadi ia ingin terlihat spesial juga dimatanya.
" tapi kok Riki ngajak Susi ya ?" tanyanya pada diri sendiri , ia memang tahu cerita dari Rino soal kedekatan Riki dan Susi , tapi ia kaget juga Riki mengajaknya ke acara Rey kali ini. Akan semakin ramai juga pasti nanti , tapi itu tak penting , yang penting ia bisa tampil spesial didepan Rey sekarang. Ia melihat keluar ruangan melalui jendela , hujan turun mulai deras.
__ADS_1
"kenapa Rey belum datang juga ?".
"itu Rey ." tunjuk Riki ,melihat mobil hitam memasuki pelataran parkir, lalu berhenti di samping Riki berdiri sekarang .
Rey keluar , ia mengenakan jeans dan kaos lengan panjang merah .
"lama amat loe ." semprot Rino langsung.
"hujan deras disana." jawab Rey , sembari melepas kaca mata hitam dan menaruhnya di dalam mobil.
Tak lama pintu disamping terbuka . Andin keluar , ia mengenakan celana jumpsuit merah dengan kaos inner hitam .
" ya ampun kalian couple an nih , gue kalah dong ," teriak Susi , Riki langsung menyikut lengannya.
Agnes terus menatap ke arah pintu masuk , ia lega begitu melihat Riki ,Rino dan... Susi masuk . Tapi mana Rey? ..
Tak lama ia tersenyum senang , Rey menyusul masuk tapi... Andin???
Rey masuk bersama Andin mereka nampak berbicara sesuatu yang membuat langkahnya sedikit lambat.
Nampak kekesalan di wajahnya , sedih dan juga kecewa jadi satu .Kenapa bisa ada Andin juga ? kenapa Rey juga nggak bilang kalau ada Andin juga malam ini? .
Air mata sudah hampir menetes di sudut matanya , ia mengusap dengan punggung tangannya , jangan sampai mereka semua tahu kalau ia menangis .
"sorry Nes lama , ini nih yang punya acara malah nelat" sembur Rino langsung mengambil duduk disamping Agnes , yang lainnya pun mengikuti.
"hujan deras bro."jawab Rey." tadinya gue bawa motor , nyampai tengah jalan balik lagi pulang."
" sial!!"
" loe cantik banget Nes , kayak mau kondangan . " puji Rino , melihat penampilan Agnes dari bawah ke atas .
"rese loe!" balas Agnes, sebisa mungkin ia mencoba bersikap biasa didepan Rey dan lainnya.
Riki dan Susi terlihat saling pandang dan seperti tahu apa pikiran masing-masing.
Tak lama ,mereka memesan beberapa makanan .
10 menit berlalu ,makanan pesanan datang dan yang paling bahagia tentu saja Rino , melihat banyak makanan yang terhidang.
Agnes sendiri , dengan mood nya yang sedang tak enak ,ia hanya mencicipi sedikit dessert cake.
"diet loe Nes ?" tanya Rino.
Agnes menatapnya. "emang gue kayak loe ,makannya segentong ."
Riki terbahak , sampai membuatnya tersedak , Susi mengambilkan minum.
"kualat kan loe!" sembur Rino.
"dari tadi loe cuma muji Agnes aja ,padahal ada cewek lain disini . " tanya Rey setelah menghabiskan ayam panggangnya.
__ADS_1
"yang lain udah ada herdernya ,takut gue ." Rey terkekeh.
" kalo loe mau puji gue nggak papa, gue ikhlas kok."sambung Susi.
" tuh herder loe bisa melototin gue ntar." tunjuknya pada Riki.
Sementara mereka berceloteh , Agnes masih diam , sesekali ia melirik ke arah Andin . Saat pandangan mereka bertemu Agnes melengos.
Tak ubahnya Andin , ia juga diam-diam mengamati Agnes , sedari tadi ia nampak kurang bersemangat, apa karena kehadirannya disini?, sekali lagi itu membuatnya merasa bersalah.
" Ndin nanti ikut ya acara sama anak-anak?" ajak Rey sore tadi .ia sudah menolak ,tapi seperti tidak tahu Rey ,ia akan terus memaksa sampai keinginannya terwujud.
Dan sekarang kekhawatirannya terbukti , ia jadi membuat Agnes sedih .
"nih Rey kado dari kita berdua." ucapan Susi sedikit membuyarkan lamunannya.
"gue buka ya ." seru Rey ,yang dibalas anggukan Riki.
Sepatu basket , yang memang udah diincar dari kemarin pas bareng Riki melihat di salah satu marketplace online.
"thankyou ya , emang gue lagi pingin ini nih ." Rey terlihat sumringah .
" nih bro dari gue." Rino menyodorkan bingkisan warna coklat.
Sebuah kemeja warna cream.
"thankyou bro."
Agnes yang sedari tadi hanya diam ,mengambil kotak kecil hitam , yang dipindahkan ke kursi sebelahnya. "ini dari gue ." ucapnya pelan.
Jam tangan sport warna hitam sebuah merk ternama.
"thanks ya ." ucap Rey ,tersenyum simpul.
"wah mahal tuh." seloroh Rino .
Agnes hanya membalas senyuman tipis di bibirnya.
Rey menaruh kotak jamnya diatas kado dari yang lainnya tadi.
" yang paling ditunggu kado dari Andin apa nih ?" goda Susi ,Riki menyenggol kakinya dari bawah meja , Susi memelototinya.
" iya Ndin kadonya apa nih ?" tanya Rino ikut menimpali gurauan Susi.
Andin merasa tak enak ,ia belum menyiapkan kado apapun untuk Rey ,bukannya tak mau ,tapi ia bingung , harus memberi apa ,karena Rey tentu sudah memiliki semuanya.
Tak ada jawaban dari Andin . Rey melihat ke arahnya ,tahu kalau ia sedang bingung dengan pertanyaan itu.
"aku.. "belum selesai dengan jawabannya , Rey langsung menimpali .
"udah kemarin." ucapnya sembari melirik Andin.
__ADS_1
Jawaban yang singkat tapi membuat yang lainnya melongo .