
" kenapa jadi ribet gini ya ?" tanya Susi , sambil menyendokkan lava cake strawbery ke mulutnya , ini menu yang paling disukai di toko kue mamanya yang baru dibuka minggu lalu.
Riki yang duduk didepannya hanya diam menatapnya.
" tapi.. gue yakin kalo Rey benar-benar suka Andin ."
"hmm ya... gue nggak pernah lihat Rey bisa sedekat itu sama cewek ." ucap Riki ,meminum coffe latte nya. "walaupun sama Agnes juga deket sih."
" apa sikap Rey ke Agnes terlalu berlebihan , sampai Agnes berpikir kalau Rey menyukainya." Susi tertawa ,seolah mengejek Agnes.
Iya , Riki memang menceritakan semua ke Susi, tentang perasaan Agnes ke Rey , dan bagaimana Agnes memandang kalo Andin tidak pantas untuk mendapatkan Rey.
" kenapa bisa bilang begitu ?" tanya Riki ,menatap cewek di depannya .Kali ini Susi memakai baju merah menyala , rambut ikalnya terkuncir rapi di belakang." pengalaman pribadi ya?" Riki terkekeh , menyindir Susi tentunya , yang dulu juga sama seperti Agnes ,mengejar cinta Rey tapi tak terbalas.
Susi memonyongkan bibirnya kesal." gue emang pernah kesal sama Andin .. tapi gue nggak pernah membandingkan seseorang dengan fisik ataupun materinya seperti itu ."
Dalam hal ini ,Susi pun lebih mendukung Andin ketimbang Agnes , walaupun dengan mereka berdua sama-sama tak terlalu akrab juga .
Ditempat lain..
Di ruang keluarga , Rey duduk di salah satu sofa , di depannya papa menatapnya tajam , tangannya bersandar di bantalan sofa .
__ADS_1
Tante Wina duduk diantara keduanya , menatap mereka bergantian.
Ada penyesalan di dalam matanya , kehadirannya semakin memperlebar jarak antara ayah dan anak ini. Walaupun ia tahu , jauh sebelum ia masuk ke dalam kehidupan mereka , sudah ada jarak antara mereka .
Tapi ia tak sanggup mundur , bukan kemewahan ini yang diinginkan , kehadiran dan kesediaan nya untuk menerimanya dalam keluarga ini sungguh lebih berharga dari apapun juga.
Serapuh itukah hidupnya , dari kecil ia begitu mendambakan sebuah keluarga , tak terlalu berlebihan memang , tapi itu pun tak didapatnya.
Kondisi ekonomi keluarganya yang jauh dari kata cukup membuatnya harus mau tinggal di sebuah panti asuhan . Tak pernah ia tahu bagaimana rupa orang yang telah melahirkannya ke dunia ini .
Ketika usianya dua tahun , ibu dan ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan dan saat itu pula ia harus merelakan hidupnya akan selamanya di panti asuhan.
Ia mulai menangis ,tapi sedetik kemudian diusapnya air mata itu , air mata yang akan membuatnya terlihat rapuh dan ia tak mau terlihat seperti itu.
Sekretaris salah satu perusahaan besar milik Gunawan Wibisono. Sosok seorang bos yang sangat kharismatik dan mampu membuatnya nyaman untuk bekerja hampir 5 tahun lamanya.
Ia mendesah pelan .. tak ada percakapan antara ayah dan anak itu , mereka sama -sama diam.
"Rey..papa sudah membuat keputusan." ucapnya akhirnya ,memecah keheningan yang tercipta sedari tadi.
Rey menatapnya tajam , seakan tahu apa yang akan dikatakan papanya.
__ADS_1
" papa dan mama sudah resmi bercerai."
Ia tahu itu ,bahkan tanpa mengatakannya pun . Papa dengan tante Wina dan mama dengan om siapa itu .. ia bahkan tak mengingat nama dan wajahnya. Mereka sudah bersiap dengan kehidupan baru masing-masing , tanpa mereka pikirkan kalau ada hati lain yang harus dijaga.
"setelah semua selesai , papa akan segera menikah dengan tante Wina."
Rey beralih ke Tante Wina , perempuan muda itu terlihat lesu, sorot matanya terasa kosong , ketika tatapan mereka beradu , ia menundukkan kepalanya.
" dan soal mamamu , papa tak akan pernah larang kalau kamu mau bertemu atau menginap ditempatnya , kamu bebas mau memilih tinggal bersama papa atau mama."
Perlahan ia bangkit dari duduk nya dan menghampiri putra semata wayangnya. Menepuk bahunya lalu berlalu , meninggalkan mereka hanya tinggal berdua saja.
Rey berdiri dan baru saja mau pergi , ketika tangan lembut tante Wina menyentuh lengannya.
Rey berbalik . "nggak akan ada yang berubah , tante nggak akan pernah merebut perhatian papa." ucapnya lirih , air mata kini tak bisa dibendungnya lagi .
Kali ini Rey menatapnya iba , perempuan yang sangat dibencinya kemarin itu , sekarang terlihat begitu terpuruk. " tante mau apa ? uang ?rumah ? mobil ?" tanyanya .
Perkataan itu benar-benar menyudutkannya , ia mulai menangis sesenggukan , tapi kemudian ia menggelengkan kepalanya.
"lalu apa?!" tanya Rey lagi .
__ADS_1
"keluarga."