
Masih ditempat yang sama ,selesai makan Rey beranjak ke sudut ruangan , dari ujung ruangan itu nampak terlihat hampir seluruh penjuru dibawah ,
Tak terlihat apapun selain dari lampu-lampu jalanan yang terlihat tak begitu jauh dari sini .Ini sudah lewat jam 9 malam.
Rey menyandarkan tangannya di pembatas besi di depannya .Pandangannya menerawang keluar...
Setelah selesai dengan kue ulang tahunnya tadi , masih ada beberapa menu makanan berat dan juga snack yang sudah dipesankan tante Wina , cukup banyak untuk mereka yang hanya berdua saja disini..
"ada tambahan lagi nggak mas?"
Rey maupun Andin menggeleng , ini sudah lebih dari cukup ,mereka sudah terlalu kenyang untuk menghabiskan semuanya.
Rey mendesah pelan .. ini memang hari spesial untuknya , bukan kado mahal dan apapun itu yang diinginkan ,selain kehadiran orang-orang terdekatnya .
Papa memang mengirimkan chat pada jam 24.00 , mengucapkan selamat ulang tahun tanpa bertemu langsung , karena paginya bik Inah bilang kalau papa sudah berangkat keluar kota sebelum bertemu...
Dan mama ... semenjak pertemuan waktu itu mereka tak pernah berkomunikasi .Entah sedang dimana saat ini , ia tak pernah tahu mamanya itu tinggal dimana ,atau mungkin mama sudah menikah dengan laki-laki yang bersamanya saat itu ?dan melupakan masa lalunya ,termasuk anaknya sendiri.
Rey meremas jari-jari tangannya , memikirkan semua ini membuat hatinya kesal.
Dan satu-satunya orang yang selalu mengingat apapun tentangnya cuma bik Inah , tapi sekarang...tante Wina tiba-tiba hadir , memberikan semua perhatian seolah-olah mereka telah lama kenal .
Apa semua itu tulus ? atau hanya untuk menarik simpati papa?
__ADS_1
"kenapa Rey?"
Pertanyaan itu membuyarkan lamunan yang sedari tadi berputar di otaknya.
Rey menoleh , Andin sudah berdiri menjajarinya . Nampak ia mengusap-usap lengannya yang hanya memakai kaos lengan pendek , udara malam ini cukup terasa dingin.
Melihat itu , Rey melepas jaket yang dipakai ,kemudian memakaikannya di punggung Andin , sempat ada penolakan tadi , tapi karena memaksa akhirnya Andin mau juga .
"kamu ada masalah?"
Rey menggeleng. " nggak ada." jawabnya pendek.
Andin menatap cowok di sampingnya itu , matanya sama sekali tak bisa berbohong , ada kesedihan di sana yang berusaha disembunyikannya.
Sepertinya Rey juga lagi ingin sendiri , lebih baik untuk tidak mengganggunya. Ia baru saja berbalik dan berjalan menjauh ,ketika tiba-tiba sebuah tangan menggenggamnya erat .
Kali ini Rey masih menatap kosong kedepan ,yang menampakkan hanya kegelapan malam , tangannya masih menggenggam tangan Andin .Tak bisa dipungkiri kalau hatinya merasa nyaman sekarang , hanya itu yang dibutuhkannya saat ini.
"orang tua aku udah cerai ." kata-kata itu keluar dari mulut Rey, yang membuat Andin membelalakkan matanya.
"cerai." ucapnya ulang." tapi...tapi kenapa?"
Rey menundukkan wajahnya . " aku juga nggak tahu , papa cuma bilang kalau sudah berpisah sama mama. "
__ADS_1
"lalu sekarang mama kamu ?"
Rey kembali menggeleng ." aku nggak tahu. " ia menarik nafas panjang.
"mereka sudah punya kehidupan sendiri." ucapnya lagi.
" maksud kamu?" Rey menatapnya , seolah mencari tempat untuk menumpahkan kesedihannya .
" mereka sudah bahagia dengan pasangannya masing-masing."
Andin masih tak mengerti dengan ucapan Rey . Bahagia dengan pasangan masing-masing ,itu berarti mereka sudah menemukan pasangan lagi atau bahkan sudah menikah lagi , ia hampir saja mau menanyakan ke Rey .Melihat wajahnya yang begitu rapuh , ia tak tega mengatakannya , dan lebih memilih diam .
" papa akan menikah dengan tante Wina."
Andin terkejut . Tante Wina ... yang sudah menyiapkan semua ini berarti adalah ... calon ibu tirinya.
Serumit itukah keluarga Rey ?
Cukup lama mereka terdiam setelah itu , Andin pun seperti tahu untuk tak terlalu banyak tanya , cukup ia tahu dari apa yang Rey ceritakan saja, tak lebih.
Diujung tangga ,seorang perempuan tengah melihat ke arah mereka berdua . Ia tersenyum bahagia .
Dilihatnya Rey terus mengenggam tangan Andin .
__ADS_1
"semua akan baik-baik saja sekarang. " ucapnya lebih kepada diri sendiri. Lalu ia berbalik dan menuruni tangga.