PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
83


__ADS_3

" kenapa gerbangnya setengah terbuka begini ?" tanya nya dalam hati . Lalu ia memasukkan mobil ke halaman .


Mungkin ada teman Rey yang menginap disini atau mungkin baru saja pulang , sampai lupa menutup gerbang .


Wina mengetuk pintu depan ,setelah tadi juga membunyikan bel tapi tak ada sahutan dari dalam .


" Rey..." panggilnya . Hening .


Pikirannya semakin tak enak , apa terjadi sesuatu .


Ia mengambil ponsel dari tasnya , coba menghubungi Rey . Hanya nada sambung , tak ada jawaban .


Sekali lagi dicobanya mengetuk pintu , kali ini lebih keras , ketika dirasanya pintu terdorong ke dalam .


" ternyata tak dikunci. " pikirnya.


Lalu ia menerobos masuk .


" Rey..." panggilnya lagi .


Ia naik tangga , menuju ke kamar Rey . Tanpa mengetuk pintu ia langsung membukanya dan memang tak terkunci .


Rey terbaring di kasurnya , tapi ia memang belum bisa memejamkan mata . Seluruh tubuhnya terasa sakit semua .


" kamu kenapa ? " Wina mendekat , melihat Rey meringkuk dikasur , kecemasan nampak di wajahnya melihat kondisi Rey sekarang . Luka di bibir dan pipinya mulai membiru .


" tante ..." ucapnya lirih . Entah kenapa setelah ia masuk kamar tadi tubuhnya terasa lemas , bibirnya ngilu .


" Ya Allah kenapa bisa sampai kayak gini .."


Lalu ia mendekat ,memegangi tangan Rey , membantunya untuk bangun .


" kita ke rumah sakit ya ."


" nggak usah .. aku nggak papa."


" nggak papa gimana , muka kamu biru-biru gitu ." Wina menarik tangannya , lalu saat duduk ia meringis kesakitan .


" apanya yang sakit ?" tanya Wina panik .

__ADS_1


" perut aku agak kram ."


" ya udah berdiri pelan-pelan ." Wina coba memapahnya sekarang .


*****


" anak kamu itu benar-benar nggak punya aturan !!" sentak Alex , sambil mengepalkan tangannya .


" udah mas ...jangan emosi begini ." Rosa mengambil sapu tangan berisi es batu , lalu mengompresnya ke wajah suaminya yang masih lebam .


" bilang sama mantan suami kamu itu ... didik anaknya yang benar , biar nggak kurang ajar begitu ..!"


Rosa mulai sesenggukan .


" kamu telpon Gunawan sekarang.."


" sudah mas , mas Gunawan sedang keluar negeri untuk urusan pekerjaan ." jawabnya terbata .


" terus... kamu kenapa nggak hubungi anak kesayangan kamu itu , marahi dia ... biar punya sopan santun sama orang tua !!"


" Mas...Rey juga kondisinya pasti sama seperti kamu sekarang .. mana mungkin aku memarahinya ."


" dokter tolong diperiksa ya , tadi ia juga bilang perutnya kram ." Wina menjelaskan kepada dokter jaga di IGD , karena daritadi diperjalanan Rey terus mengeluhkan perutnya yang sakit .


" iya baik bu , akan kami periksa kondisinya lebih lanjut ." jawabnya sopan , sembari meminta suster untuk membawanya masuk ke dalam ruang IGD .


" apa ibu orang tua pasien ?"


Wina mengangguk .


" baik , silahkan tunggu disini , kami akan tangani dulu ..."


Wina duduk di kursi panjang depan IGD , lalu mengambil ponselnya yang berbunyi di saku celana .


" iya Mas .." kali ini ia langsung menjawab telpon dari Gunawan , setelah beberapa hari lalu , ia sama sekali tak meresponnya .


" tadi Rosa telpon ,dia bilang Rey berantem sama suaminya .."


" iya mas benar."

__ADS_1


" kamu juga tahu ?"


" iya , tadi Mbak Rosa juga telpon ."


" oh , jadi gimana kejadian sebenarnya ..?"


" aku juga kurang tahu ...tadi mbak Rosa nggak menjelaskan kejadian detailnya seperti apa ."


" sekarang kamu dimana ?"


" aku dirumah sakit .."


" rumah sakit..?!"


" iya Rey wajahnya lebam-lebam , terus tadi dia bilang perutnya kram , jadi aku bawa kesini , takutnya kenapa-napa ."


" terus gimana kata dokter ?"


" belum tahu , ini masih di periksa di IGD ."


" ya sudah makasih ya ... maaf kalo Rey sudah merepotkan kamu malam-malam begini ."


Wina mendesah pelan ." iya mas nggak papa ."


" nanti kabari aku , kalo dokter sudah selesai memeriksanya ."


" iya mas ."


telpon terputus .


Ia memasukkan lagi ponsel ke sakunya . Sekarang , ketika ia sudah mulai ingin menjauhi keluarga ini ,selalu saja ada kejadian yang mendekatkan mereka lagi .Ia hanya takut Rey merasa tak nyaman dengan keberadaannya .


Tapi...sekarang Rey benar-benar sendiri , apapun masalah yang telah terjadi di antara mereka , ia tak bisa menjauh .Semoga semua baik-baik saja , untuk sekarang ia tak mau memikirkan dulu masalah ini , yang terpenting kondisi Rey baik-baik saja .


" permisi bu ." Wina menoleh , suster menghampirinya .


" kenapa sus ?"


" dokter mau bicara sama ibu ."

__ADS_1


Wina mengangguk dan mengikuti suster itu masuk ke dalam .


__ADS_2