
" kenapa gerbangnya setengah terbuka begini ?" tanya nya dalam hati . Lalu ia memasukkan mobil ke halaman .
Mungkin ada teman Rey yang menginap disini atau mungkin baru saja pulang , sampai lupa menutup gerbang .
Wina mengetuk pintu depan ,setelah tadi juga membunyikan bel tapi tak ada sahutan dari dalam .
" Rey..." panggilnya . Hening .
Pikirannya semakin tak enak , apa terjadi sesuatu .
Ia mengambil ponsel dari tasnya , coba menghubungi Rey . Hanya nada sambung , tak ada jawaban .
Sekali lagi dicobanya mengetuk pintu , kali ini lebih keras , ketika dirasanya pintu terdorong ke dalam .
" ternyata tak dikunci. " pikirnya.
Lalu ia menerobos masuk .
" Rey..." panggilnya lagi .
Ia naik tangga , menuju ke kamar Rey . Tanpa mengetuk pintu ia langsung membukanya dan memang tak terkunci .
Rey terbaring di kasurnya , tapi ia memang belum bisa memejamkan mata . Seluruh tubuhnya terasa sakit semua .
" kamu kenapa ? " Wina mendekat , melihat Rey meringkuk dikasur , kecemasan nampak di wajahnya melihat kondisi Rey sekarang . Luka di bibir dan pipinya mulai membiru .
" tante ..." ucapnya lirih . Entah kenapa setelah ia masuk kamar tadi tubuhnya terasa lemas , bibirnya ngilu .
" Ya Allah kenapa bisa sampai kayak gini .."
Lalu ia mendekat ,memegangi tangan Rey , membantunya untuk bangun .
" kita ke rumah sakit ya ."
" nggak usah .. aku nggak papa."
" nggak papa gimana , muka kamu biru-biru gitu ." Wina menarik tangannya , lalu saat duduk ia meringis kesakitan .
" apanya yang sakit ?" tanya Wina panik .
__ADS_1
" perut aku agak kram ."
" ya udah berdiri pelan-pelan ." Wina coba memapahnya sekarang .
*****
" anak kamu itu benar-benar nggak punya aturan !!" sentak Alex , sambil mengepalkan tangannya .
" udah mas ...jangan emosi begini ." Rosa mengambil sapu tangan berisi es batu , lalu mengompresnya ke wajah suaminya yang masih lebam .
" bilang sama mantan suami kamu itu ... didik anaknya yang benar , biar nggak kurang ajar begitu ..!"
Rosa mulai sesenggukan .
" kamu telpon Gunawan sekarang.."
" sudah mas , mas Gunawan sedang keluar negeri untuk urusan pekerjaan ." jawabnya terbata .
" terus... kamu kenapa nggak hubungi anak kesayangan kamu itu , marahi dia ... biar punya sopan santun sama orang tua !!"
" Mas...Rey juga kondisinya pasti sama seperti kamu sekarang .. mana mungkin aku memarahinya ."
" dokter tolong diperiksa ya , tadi ia juga bilang perutnya kram ." Wina menjelaskan kepada dokter jaga di IGD , karena daritadi diperjalanan Rey terus mengeluhkan perutnya yang sakit .
" iya baik bu , akan kami periksa kondisinya lebih lanjut ." jawabnya sopan , sembari meminta suster untuk membawanya masuk ke dalam ruang IGD .
" apa ibu orang tua pasien ?"
Wina mengangguk .
" baik , silahkan tunggu disini , kami akan tangani dulu ..."
Wina duduk di kursi panjang depan IGD , lalu mengambil ponselnya yang berbunyi di saku celana .
" iya Mas .." kali ini ia langsung menjawab telpon dari Gunawan , setelah beberapa hari lalu , ia sama sekali tak meresponnya .
" tadi Rosa telpon ,dia bilang Rey berantem sama suaminya .."
" iya mas benar."
__ADS_1
" kamu juga tahu ?"
" iya , tadi Mbak Rosa juga telpon ."
" oh , jadi gimana kejadian sebenarnya ..?"
" aku juga kurang tahu ...tadi mbak Rosa nggak menjelaskan kejadian detailnya seperti apa ."
" sekarang kamu dimana ?"
" aku dirumah sakit .."
" rumah sakit..?!"
" iya Rey wajahnya lebam-lebam , terus tadi dia bilang perutnya kram , jadi aku bawa kesini , takutnya kenapa-napa ."
" terus gimana kata dokter ?"
" belum tahu , ini masih di periksa di IGD ."
" ya sudah makasih ya ... maaf kalo Rey sudah merepotkan kamu malam-malam begini ."
Wina mendesah pelan ." iya mas nggak papa ."
" nanti kabari aku , kalo dokter sudah selesai memeriksanya ."
" iya mas ."
telpon terputus .
Ia memasukkan lagi ponsel ke sakunya . Sekarang , ketika ia sudah mulai ingin menjauhi keluarga ini ,selalu saja ada kejadian yang mendekatkan mereka lagi .Ia hanya takut Rey merasa tak nyaman dengan keberadaannya .
Tapi...sekarang Rey benar-benar sendiri , apapun masalah yang telah terjadi di antara mereka , ia tak bisa menjauh .Semoga semua baik-baik saja , untuk sekarang ia tak mau memikirkan dulu masalah ini , yang terpenting kondisi Rey baik-baik saja .
" permisi bu ." Wina menoleh , suster menghampirinya .
" kenapa sus ?"
" dokter mau bicara sama ibu ."
__ADS_1
Wina mengangguk dan mengikuti suster itu masuk ke dalam .