PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
88


__ADS_3

" tante sibuk ?" tanya Rey , sambil mengamati Wina yang masih memakai celemek .


Mereka sudah ada di ruang tengah sekarang .


" nggak kok , cuma baru selesai masak ." jawab Wina , lalu melepas celemek dan meletakkannya di sandaran kursi ." kalian tumben kesini..baru pulang sekolah ..?"


Andin mengangguk ." iya tante ."


Rey berjalan ke meja makan ,dan mendapati nasi goreng disana . Tanpa bicara , ia mengambil piring dan langsung menyendokkan nasi goreng ke piringnya .


Wina menatapnya . " kelaparan kamu ?" godanya .


" Rey dateng-dateng kok makan ?" sela Andin .


Wina tertawa ." ya udah Ndin , sekalian makan dulu aja yuk ." lalu mengajaknya ke meja makan dan mereka menghabiskan nasi goreng yang masih panas itu .


Selesai makan mereka duduk di sofa panjang ruang tv .


" tante beneran nggak lagi sibuk kan ini ?" tanya Andin lagi memastikan .Wina yang sedang memasukkan snack ke dalam toples menatapnya .


" nggak lah Ndin , sekarang tante kan pengangguran ..jadi ya ...kerjaannya paling nonton tv aja dirumah ." lalu meletakkan toples di meja kecil di depannya. .


Rey keluar dari dapur , lalu bergabung bersama mereka .


" papa nggak ke sini ?" tanyanya .


" nggak , kemarin aja mampir sebentar pas pulang dari malaysia ." jawab Wina .


" oh iya ...kalian kok tumben maen kesini ?"


" aku cuma nganterin Rey aja tante ."


" anterin Rey ?" tanya Wina heran .


Andin mengangguk .


" mau ngapain Rey ...kok mesti dianter Andin segala ?"


" mau bantu-bantu .." jawab Rey , mengambil kacang yang tadi dimasukkan Wina ke dalam toples dan langsung memakannya .

__ADS_1


" bantu-bantu apa ?" tanya Wina , sambil menatapnya heran .


" ya nggak tahu ...mungkin buat keperluan pesta , atau nyiapin bajunya mungkin ..."


" pesta ?" Wina mengernyitkan alisnya ." siapa yang mau ngadain pesta Rey ?" tanyanya balik .


Rey menutup lagi toples kacangnya .


" tante gimana sih ?" Rey berdiri ." sebenarnya kalian jadi nikah nggak sih ...katanya bulan depan , kenapa sekarang masih santai-santai aja ." celoteh Rey .


Wina membelalakkan mata tak percaya , mendengar semua ucapan Rey . Ia sudah berusaha melupakan semua , karena ia tahu Rey menolak rencana ini , malam itu ...dengan kepergian Rey tiba-tiba dianggapnya sebagai penolakan meski tak ada ucapan secara langsung .


" nikah..? tapi Rey waktu itu kan..." Wina tak melanjutkan ucapannya ...karena lebih baik ia tak mengungkitnya lagi sekarang .


" emang resepsinya mau diadakan dimana ?" tanya Rey lagi .


Wina menggeleng .


Rey mengambil ponsel disakunya dan menghubungi seseorang .


" Pa ..dimana ?"


" iya ...papa kesini sekarang , aku dirumah tante Wina ."


" oke ."


ia mematikan ponselnya .


" Rey.." panggil Wina , ia mendekat , nada suaranya terdengar parau sekarang ." memangnya tante boleh menikah sama papa kamu ?" tanyanya hati-hati ,karena ia takut kejadian waktu itu terulang lagi .Rey sangat sensitif untuk urusan ini .


" ya boleh ... emang kenapa nggak boleh ?" tanya Rey balik .


Wina mendekati Rey dan langsung memeluknya , air matanya benar-benar tumpah sekarang .


" makasih ya ." bisiknya lirih .


Cukup lama mereka berpelukan , dan Wina pun tak bisa meluapkan kegembiraannya , hanya air mata yang menggambarkan semua suasana hatinya saat ini , ia bahagia ...sangat bahagia .Impiannnya untuk memiliki sebuah keluarga akan segera dicapainya sekarang .


" kok malah nangis ?" tanya Rey , begitu Wina melepaskan pelukannya .

__ADS_1


" nggak papa ." jawabnya sambil mengusap pipinya yang basah .Tapi ia tersenyum , benar-benar senyum kebahagiaan untuk semuanya .


Rey menoleh , Andin berdiri mematung disana ,hanya terpaku melihat mereka tadi .


" sini .." Rey mengulurkan tangannya .


Wina menatapnya . " mau ngapain ?" tanyanya kaget , melihat Rey mengulurkan tangan ke Andin .


" mau peluk juga ." jawabnya santai .


Wina melotot ." eh nggak boleh ..!" sentaknya ." jangan macem-macem Rey .." tambahnya ..


Andin dari kejauhan hanya menertawakannya .


Lalu mereka bertiga duduk lagi diruang tv , sembari mengobrol , menunggu Gunawan yang tadi memang bilang mau kesana .


" nggak ada pesta Rey ...cuma akad nikah sederhana aja dirumah ."


" cuma akad nikah aja .. tapi kenapa nggak ada pesta ?..bukannya teman dan rekan kerja papa juga banyak ."


" iya sih ...tapi ini kan bukan pernikahan pertama juga buat papa kamu , jadi yang sederhana aja juga nggak papa ."


Rey menatapnya ." tapi kan ini pertama buat tante ?"


" iya tapi kata papa kamu acara di rumah aja ...lagipula beberapa teman papa banyak yang belum tahu kalo papa sama mama kamu sudah berpisah..." Wina mengatakannya hati-hati .


" emangnya kenapa ?"


" mungkin papa kamu nggak mau nantinya akan banyak pertanyaan dari mereka ."


" tapi memang seharusnya mereka tahu kan...mama juga udah nikah lagi sekarang . " mengatakan itu sekarang sudah terasa biasa bagi Rey , lebih tepatnya membiasakan dirinya melihat mamanya dengan keluarga barunya sekarang , seperti yang pernah dibilang Andin...ia harus mengikhlaskannya , bukannya masih ada orang yang menyayanginya , setelah kehilangan mamanya ." lagipula kalau nggak ada pesta , kan nggak adil buat tante...inikan pernikahan pertama masak harus sederhana begitu ."


Wina menatapnya , merasa senang karena pembelaan dari Rey barusan ." nanti biar aku yang ngomong ke papa ."


" ya udah terserah kamu ." jawab Wina akhirnya , lalu berdiri .


" Andin bantuin tante yuk ...bikin salad buah ."


Andin ikut berdiri , lalu mereka berdua berjalan ke dapur .

__ADS_1


__ADS_2