PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
122


__ADS_3

" loe kenapa ?" Tanya Susi sedikit cemas .


Beberapa menit ada di kamar , mereka hanya diam .


Agnes nampak menerawang ,matanya berkaca-kaca .


" ini soal Rey ?" Tanya Susi lagi .


Memang dari awal ia tak begitu menyukai Agnes , tapi melihatnya seperti ini membuatnya iba .


" gue lihat Rey sama Andin berdua ." Ucapnya terbata .


" iya ...memang kemarin gue telponan sama Andin , dia nginap di rumah Rey beberapa hari ini ."


Agnes menatapnya . " Andin nginap di rumah Rey ?" Tanyanya ulang.


Susi mengangguk .


Agnes menundukkan kepala , rasa sakit itu kembali muncul , membayangkan mereka bersama dalam satu rumah .


" Nes ..." panggil Susi ." Ini bukan karena gue nggak suka sama loe atau gue lebih bela Andin ya ..."


Agnes kembali menatapnya ,tanpa menjawab .


" sebaiknya loe lepasin Rey .."


Agnes membelalakkan matanya ." Kenapa loe ngomong gitu ?'


" menurut gue itu akan lebih membuat loe bahagia ...percuma juga loe berharap sama orang yang nggak akan pernah membalas perasaan loe .."


Agnes menarik nafas panjang ." Iya ...gue tahu itu ,tapi gue nggak bisa jauh dari Rey .." matanya nampak berkaca-kaca saat mengucapkannya .


" iya ...rasanya memang sulit , tapi lebih baik loe merasakan sakit sekarang daripada nanti kalau kalian sampai menikah ...akan lebih menyakitkan kalau suami loe nggak pernah punya rasa cinta .."


Agnes menangkupkan telapak tangannya menutupi wajahnya .


" Nes ...semua akan baik-baik saja kalau loe bisa berusaha mengikhlaskan semuanya ."


Tak ada jawaban , nampak bahunya berguncang dan suara isakan tangisnya semakin kencang .


Susi mendekat dan memeluknya .

__ADS_1


Cukup lama , Agnes meluapkan perasaannya dalam tangisan , tapi itu semua membuatnya sedikit lega .


Susi melepaskan pelukannya dan menatap wajah di depannya itu nampak sembab .


" ya udah mendingan loe istirahat aja sekarang ...sebaiknya loe pikirkan ulang pembicaraan kita tadi..tapi , gue nggak paksa kok ...semua terserah loe , apa yang membuat bahagia diri kita kan hanya kita sendiri yang tahu .." Susi mengusap bahunya sebentar , lalu berdiri ." Ya sudah sebaiknya loe istirahat dulu aja sekarang , nanti kita bicara lagi ."


--------------------------------------


" tante ..."


Wina menoleh .


" Iya Ndin kenapa ?"


" tadi barusan Riki nelpon , katanya Agnes menginap dirumahnya ."


" jadi Agnes di rumah Riki ?"


Andin mengangguk ." Tapi kata Susi , jangan sampai tante Nisa tahu , Agnes masih ingin menyendiri dulu katanya ."


Wina mendesah pelan ." Tapi gimana ya cara bilang ke mamanya Agnes ?"


Andin diam .


" iya tante ...biar tante Nisa juga nggak menyalahkan Rey sepenuhnya karena kepergian Agnes sekarang ."


Andin mengambil ponsel dan menghubungi Susi .


Semoga Agnes tak sampai berbuat nekat lagi seperti dulu .


Setidaknya ia berada di tempat yang aman sekarang .


Mungkin Riki dan Susi bisa mengajaknya bicara dari hati ke hati dan menyelesaikan semuanya .


Tak lama , Andin menutup ponselnya dan bisa bernafas lega sekarang .


Kata Susi Agnes sudah sedikit lebih tenang , tidak seperti biasanya .


Dan lagi Susi mau membantu untuk meyakinkan Agnes agar mau bilang ke mamanya .


Andin berjalan masuk dan kebetulan melewati kamar Bella .

__ADS_1


Gadis kecil itu tengah bermain boneka sendirian disana .


" Bella lagi ngapain ?" Tanya Andin ,lalu masuk dan mendekatinya .


" mainan sama teddy ..." Bella menunjukkan boneka teddy bear berukuran besar yang ada dipangkuannya .


" Besar banget , dibeliin mama ya ?" Tanya nya lagi .


Bella menggeleng ." Dikasih kakak ." Jawabnya .


Andin cukup senang mendengarnya , melihat kedekatan Rey dengan adiknya . Meski terlihat cuek sebenarnya ia juga sangat perhatian terhadap keluarga dan orang terdekatnya .


Bella menatapnya ." Kata mama ...kakak mau pulang ya ?"


Tanya nya lagi .


Andin mengangguk ." Iya kan kakak harus kerja juga ."


Bella menghampiri dan memeluknya ." Kakak nggak usah pulang , tinggal disini aja ya ." Bujuknya .


" nggak bisa dong kalau harus tinggal disini , lain waktu kalau libur kakak main sama Bella lagi ya ..."


Bella memanyunkan bibirnya .


" sebentar lagi juga kakak tinggal disini bareng kita ." Sebuah suara muncul dari ambang pintu .


Mereka menoleh .


Rey berjalan menghampiri mereka .


" beneran ? Tanya Bella antusias , matanya berbinar .


Rey mengangguk .


" Rey ...kok ngomongnya gitu ..." bisik Andin .


" ya beneran kan ...kalau kita udah nikah kan kamu tinggal disini juga .," ucap Rey yakin , sambil melingkarkan tangannya di bahu Andin .


Andin buru-buru menghempaskannya .


" Yeaaaaayyy ...kakak pacaran , aku bilangin mama ya ." Bella berlari keluar kamar .

__ADS_1


Rey terbahak , saat Andin memelototinya .


__ADS_2