PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
69


__ADS_3

" Gimana Pa ?" tanya Rey , begitu melihat Papanya masuk , ia langsung menghampiri.


Mereka duduk berdua di ruang tamu sekarang.


" udah beres , tenang aja .." tadi memang Papa menemui Om Alex , untuk menyelesaikan permasalahannya dengan Boby . Ia berniat ikut tadi , tapi Papa menolah dan memilih menyelesaikan sendiri masalah ini.


" aku boleh tanya sesuatu ?"


Gunawan menatapnya . " kenapa ?"


" mama ada hubungan apa sama Om Alex ?" sebenarnya ia mulai berfikir mereka memang ada hubungan , tapi bisa jadi lebih dari yang ia bayangkan.


Gunawan menarik nafas panjang , bingung harus menjawab apa , atau mungkin ini waktu yang pas untuk membuka semuanya , karena lambat laun semua akan terbongkar.


" udahlah , nanti bisa kamu tanyakan sendiri sama mamamu.."


" Pa..."


Gunawan diam.


" Kenapa Pa ? Kenapa aku nggak boleh tahu ?"


" bukan begitu Rey ...cuma..."


" apa mereka sudah menikah ?" tanyanya langsung , membuat papanya terperanjat. " Pa....?!"


" iya. " jawabnya langsung.


Rey membelalakkan matanya. " kenapa aku nggak dikasih tahu ?"


" Papa juga nggak tahu Rey , Papa tahu setelah mereka sudah resmi menikah.."

__ADS_1


" Terus kenapa Papa nggak langsung kasih tahu aku begitu tahu semuanya ."


Gunawan diam sebentar ." Papa cuma nggak mau kamu kecewa ." ucapnya pelan.


" terus kenapa mama juga nggak berniat kasih tahu aku , ini kan acara penting ?" cecarnya terus , daripada membuatnya semakin penasaran , lebih baik ia tahu semuanya sekarang .


Gunawan menatapnya iba ." entahlah ." mungkin lebih baik ia tak tahu alasan sebenarnya , daripada harus semakin kecewa dengan semua perbuatan mamanya .


Rey diam . Ia merasa masih ada yang disembunyikan Papanya . Hal ini membuatnya semakin penasaran. Sepertinya ia harus cari tahu sendiri . Lebih baik ia tanyakan langsung ke mamanya. Diambilnya ponsel di saku , lalu mengirimnya pesan ke seseorang .


Ia memasuki pelataran sebuah rumah , gerbangnya tak terkunci rapat tadi , jadi ia membukanya sendiri dan langsung memarkirkan motornya di teras.


" Ada apa Rey ." Wina tergopoh-gopoh keluar begitu mendengar suara motor memasuki halaman rumahnya .


" Tante aku kesana ya , tante di rumah kan ?" 15 menit lalu Rey mengirimkan chat dan sekarang ia sudah ada didepannya .


Rey turun dari motor dan berjalan menghampirinya.


Wina menatapnya kaget. " memangnya kenapa ?"


" anterin aku kesana ?"


" mau ngapain ?"


" udahlah ayuk ." tanpa menunggu persetujuan , Rey berjalan ke motornya. Lalu ia mengambil helm dan berniat memberikannya ke Wina.


" eh...kita pake mobil aja , sebentar tante ambil kunci . " Wina berlari ke dalam rumah.


Selama perjalanan , mereka lebih banyak diam . Wina sendiri mulai berfikir yang tidak-tidak . Apa yang mau dilakukan Rey di rumah mamanya nanti . Ini ada hubungannya dengan masalah kecelakaan kemarin atau ... masalah pernikahan mamanya . Memikirkan itu membuatnya takut , ia segera mengambil ponselnya di tas dan mengetikkan pesan.


" Mas aku lagi sama Rey sekarang ." Lebih baik ia bilang ke Mas Gunawan ,daripada terjadi kesalahpahaman nantinya .

__ADS_1


" mau kemana ?" balasnya.


" Rey minta diantar ke rumah Mbak Rosa."


" ya sudah nggak papa , mungkin sudah saatnya dia tahu sekarang , syukurlah dia nggak sendirian."


Wina bisa bernafas lega sekarang , tinggal memikirkan bagaimana selanjutnya untuk bertemu dengan Mbak Rosa dan suaminya .


" rumahnya yang ujung , gerbang hitam ." Mereka sudah masuk ke sebuah perumahan yang cukup elite , tertulis " Cluster Melati" lalu mereka berbelok .


" benar ini ya ." Mereka sudah berhenti di depan gerbang . Ketika membunyikan klakson , seorang satpam membuka sedikit gerbang dan menghampiri mereka .


Wina membuka kaca mobil . " Pak , Ibu Rosa nya ada ?" tanyanya.


" Ibu sudah ada janji ?" tanyanya balik .


Wina menggeleng ." bilang saja anaknya , Reyhan mau bertemu .."


" tunggu sebentar."


Satpam itu berlari masuk , tak lama ia kembali menghampiri mereka.


" iya bisa bu , tunggu sebentar ya " lalu ia membuka lebar pintu gerbang dan Rey segera memasukkan mobil ke pelataran rumah mewah itu .


Mereka diantar memasuki ruang tamu yang cukup luas dengan berbagai lukisan dan barang-barang pajangan antik menghiasi rak-rak yang terpajang di samping sofa . Di bufet besar yang ada disudut ruangan , terpajang pigura besar . Ada foto keluarga berisi 4 anggota keluarga .


Rey mengamatinya . Foto Mama , Om Alex , Boby dan 1 cewek yang seperti nya lebih muda . Apa itu anak mereka ?


Rey menarik nafas panjang . Mungkin ini sebabnya Mama tak pernah memberitahu soal pernikahannya . Mama sekarang pasti bahagia dengan keluarga barunya . Mereka mungkin tak menginginkannya untuk berada ditengah-tengah keluarga yang terlihat begitu bahagia itu .


" Kalian ada apa kesini ?" Rosa menghampiri mereka dengan wajah sedikit tegang , untung suaminya sedang tak ada dirumah sekarang .

__ADS_1


" Maaf Mbak .." Wina menjawab dengan sedikit gugup. " Rey memaksa ingin bertemu sama Mbak."


__ADS_2