
" Gimana Pa ?" tanya Rey , begitu melihat Papanya masuk , ia langsung menghampiri.
Mereka duduk berdua di ruang tamu sekarang.
" udah beres , tenang aja .." tadi memang Papa menemui Om Alex , untuk menyelesaikan permasalahannya dengan Boby . Ia berniat ikut tadi , tapi Papa menolah dan memilih menyelesaikan sendiri masalah ini.
" aku boleh tanya sesuatu ?"
Gunawan menatapnya . " kenapa ?"
" mama ada hubungan apa sama Om Alex ?" sebenarnya ia mulai berfikir mereka memang ada hubungan , tapi bisa jadi lebih dari yang ia bayangkan.
Gunawan menarik nafas panjang , bingung harus menjawab apa , atau mungkin ini waktu yang pas untuk membuka semuanya , karena lambat laun semua akan terbongkar.
" udahlah , nanti bisa kamu tanyakan sendiri sama mamamu.."
" Pa..."
Gunawan diam.
" Kenapa Pa ? Kenapa aku nggak boleh tahu ?"
" bukan begitu Rey ...cuma..."
" apa mereka sudah menikah ?" tanyanya langsung , membuat papanya terperanjat. " Pa....?!"
" iya. " jawabnya langsung.
Rey membelalakkan matanya. " kenapa aku nggak dikasih tahu ?"
" Papa juga nggak tahu Rey , Papa tahu setelah mereka sudah resmi menikah.."
__ADS_1
" Terus kenapa Papa nggak langsung kasih tahu aku begitu tahu semuanya ."
Gunawan diam sebentar ." Papa cuma nggak mau kamu kecewa ." ucapnya pelan.
" terus kenapa mama juga nggak berniat kasih tahu aku , ini kan acara penting ?" cecarnya terus , daripada membuatnya semakin penasaran , lebih baik ia tahu semuanya sekarang .
Gunawan menatapnya iba ." entahlah ." mungkin lebih baik ia tak tahu alasan sebenarnya , daripada harus semakin kecewa dengan semua perbuatan mamanya .
Rey diam . Ia merasa masih ada yang disembunyikan Papanya . Hal ini membuatnya semakin penasaran. Sepertinya ia harus cari tahu sendiri . Lebih baik ia tanyakan langsung ke mamanya. Diambilnya ponsel di saku , lalu mengirimnya pesan ke seseorang .
Ia memasuki pelataran sebuah rumah , gerbangnya tak terkunci rapat tadi , jadi ia membukanya sendiri dan langsung memarkirkan motornya di teras.
" Ada apa Rey ." Wina tergopoh-gopoh keluar begitu mendengar suara motor memasuki halaman rumahnya .
" Tante aku kesana ya , tante di rumah kan ?" 15 menit lalu Rey mengirimkan chat dan sekarang ia sudah ada didepannya .
Rey turun dari motor dan berjalan menghampirinya.
Wina menatapnya kaget. " memangnya kenapa ?"
" anterin aku kesana ?"
" mau ngapain ?"
" udahlah ayuk ." tanpa menunggu persetujuan , Rey berjalan ke motornya. Lalu ia mengambil helm dan berniat memberikannya ke Wina.
" eh...kita pake mobil aja , sebentar tante ambil kunci . " Wina berlari ke dalam rumah.
Selama perjalanan , mereka lebih banyak diam . Wina sendiri mulai berfikir yang tidak-tidak . Apa yang mau dilakukan Rey di rumah mamanya nanti . Ini ada hubungannya dengan masalah kecelakaan kemarin atau ... masalah pernikahan mamanya . Memikirkan itu membuatnya takut , ia segera mengambil ponselnya di tas dan mengetikkan pesan.
" Mas aku lagi sama Rey sekarang ." Lebih baik ia bilang ke Mas Gunawan ,daripada terjadi kesalahpahaman nantinya .
__ADS_1
" mau kemana ?" balasnya.
" Rey minta diantar ke rumah Mbak Rosa."
" ya sudah nggak papa , mungkin sudah saatnya dia tahu sekarang , syukurlah dia nggak sendirian."
Wina bisa bernafas lega sekarang , tinggal memikirkan bagaimana selanjutnya untuk bertemu dengan Mbak Rosa dan suaminya .
" rumahnya yang ujung , gerbang hitam ." Mereka sudah masuk ke sebuah perumahan yang cukup elite , tertulis " Cluster Melati" lalu mereka berbelok .
" benar ini ya ." Mereka sudah berhenti di depan gerbang . Ketika membunyikan klakson , seorang satpam membuka sedikit gerbang dan menghampiri mereka .
Wina membuka kaca mobil . " Pak , Ibu Rosa nya ada ?" tanyanya.
" Ibu sudah ada janji ?" tanyanya balik .
Wina menggeleng ." bilang saja anaknya , Reyhan mau bertemu .."
" tunggu sebentar."
Satpam itu berlari masuk , tak lama ia kembali menghampiri mereka.
" iya bisa bu , tunggu sebentar ya " lalu ia membuka lebar pintu gerbang dan Rey segera memasukkan mobil ke pelataran rumah mewah itu .
Mereka diantar memasuki ruang tamu yang cukup luas dengan berbagai lukisan dan barang-barang pajangan antik menghiasi rak-rak yang terpajang di samping sofa . Di bufet besar yang ada disudut ruangan , terpajang pigura besar . Ada foto keluarga berisi 4 anggota keluarga .
Rey mengamatinya . Foto Mama , Om Alex , Boby dan 1 cewek yang seperti nya lebih muda . Apa itu anak mereka ?
Rey menarik nafas panjang . Mungkin ini sebabnya Mama tak pernah memberitahu soal pernikahannya . Mama sekarang pasti bahagia dengan keluarga barunya . Mereka mungkin tak menginginkannya untuk berada ditengah-tengah keluarga yang terlihat begitu bahagia itu .
" Kalian ada apa kesini ?" Rosa menghampiri mereka dengan wajah sedikit tegang , untung suaminya sedang tak ada dirumah sekarang .
__ADS_1
" Maaf Mbak .." Wina menjawab dengan sedikit gugup. " Rey memaksa ingin bertemu sama Mbak."