
Agnes berjalan sendirian ,tidak terlalu rame memang . Dipojokkan terlihat 3 sobatnya sudah sibuk melahap makanan didepannya. Rino nampak telah melahap habis semangkok mie ayamnya , sedangkan Riki masih berkutat dengan semangkok baksonya ,menambahkan sedikit kecap dan saos ,lalu mengaduknya pelan.
Di depan Rey hanya segelas es teh yang kini cuma tinggal separuh .
"kenapa loe ngga makan?" Rey menoleh , Agnes sudah berdiri disampingnya .
Rino dan Riki juga menatapnya . "duduk sini Nes. " Riki menunjuk bangku kosong di samping Rey.
"nggak papa ,nggak lapar aja." jawab Rey pelan ,seraya mengambil gelas es teh dan menghabiskan sisanya.
" sendirian aja loe?" tanya Rino ,mengipas-ngipas mulutnya karena pedas.
Agnes mengangguk. "Amel sama Dewi ga mau turun , ya udah gue sendirian aja."
"jangan-jangan loe emang ga punya teman disini?" tanya Rino ,lebih tepatnya seperti mengejek.
"enak aja!" Agnes meninggikan suaranya. Sedetik kemudian ia menendang kaki Rino dari balik meja.
Rino terkekeh.
Andin berdiri mendengar suara ketukan dikamar nya.
pintu terbuka . Bu Indah , ibu kos nya yang tinggal tak jauh dari sini yang dari kemarin membantunya .
Mengantarnya ke tukang urut dan memberikan makanan padanya.
" gimana kaki kamu?" tanyanya begitu masuk ,sambil menyerahkan rantang nasi padanya.
__ADS_1
" udah mendingan bu, makasih ya." lagi-lagi Andin merasa sungkan karena harus merepotkan orang lain. Dan kali ini pun bu Indah masih harus repot mengiriminya makanan.
"nasinya ibu bawakan agak banyak ,bisa sampai buat malam ,jadi kamu ngga perlu keluar-keluar." kemarin tukang urut nya memang bilang untuk sementara jangan terlalu banyak jalan , bengkaknya sudah mulai hilang pagi tadi , hanya tinggal nyeri yang masih terasa di pergelangan kakinya.
" makasih ya bu ," ucapnya lagi ketika bu Indah berpamitan pulang.
Tadi pagi sewaktu ibunya menelpon , ia hanya bilang baru bangun dan bersiap ke sekolah .ia memang tak menceritakan soal kakinya yang sakit kemarin ,takut ibu kepikiran macam-macam nantinya.
Dibukanya rantang yang tadi dibawakan bu indah dan memindahkan isinya ke piring.
Begitu bel berbunyi .
Riki bergegas ,"gue duluan ya." pamitnya pada Rey , dan ia langsung berlari duluan.
" kenapa tuh anak." tanya nya pada Rino ,mereka keluar kelas berbarengan dan sama-sama terheran dengan sikap aneh Riki beberapa hari ini.
Mereka sudah sampai di lantai bawah dan berjalan ke parkiran.
"tungguin gue dong. " Agnes tiba-tiba menepuk bahunya.
Rey menoleh ." gue anterin lagi?" tanya Rino, seolah mulai berfikir kejadiannya akan sama seperti kemarin.
Agnes menggeleng. "ngga deh makasih ,mama bentar lagi jemput ,sekalian mau ke supermarket. "
"baguslah." ucap Rino dalam hati.
Agnes mengeluarkan ponsel dan membaca chat yang masuk.
__ADS_1
"gue duluan deh ya ,mama udah nungguin di depan." pamitnya ,memasukkan ponsel lagi di saku.
"Nes tunggu." panggil Rey sebelum Agnes beranjak. "Andin kemana?" pertanyaan Rey kali ini membuatnya tak nyaman ,sama seperti kemarin.
"Andin ngga masuk , tadi pagi pas gue wa , dia bilang kakinya sakit jadi masih sulit jalan." Setelah mengatakannya ,Agnes melambaikan tangan dan berlari keluar.
Rey turun dari motornya.
Terlihat Andin duduk di kursi depan kamarnya sambil membaca majalah . Melihatnya datang ia segera menutup majalah ditangannya dan menaruh dimeja.
"Kenapa kesini?" tanya Andin langsung.
" Kenapa nggak bilang hari ini nggak masuk?" tanya Rey balik.
Andin menatapnya heran lalu tertawa.
"Emang kamu Pak Yanuar, kalo aku nggak masuk harus pakai surat izin sakit atau surat dokter . " candanya.
" ngga lucu!" sentak Rey ,lalu duduk disampingnya dan mengamati pergelangan kaki kanan Andin yang masih terbalut perban.
" ya udah tunggu sebentar ,aku ambil minum." Andin berdiri ,tapi posisi kakinya yang sakit masih belum sempurna ,sehingga ia kehilangan keseimbangan dan...
HAPPP!!! tubuhnya oleng dan jatuh ke depan , tapi tangan Rey berhasil menangkapnya.
" hati-hati." sungut Rey dengan kedua tangannya yang masih memegangi bahunya. jarak wajah mereka hanya beberapa cm saja sekarang.
__ADS_1
" maaf." Andin menegakkan badannya , perlahan Rey melepaskan pegangannya.
Andin berjalan masuk ke kamarnya.