PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
119


__ADS_3

Pagi harinya ...


Andin menghampiri Wina yang sedang sibuk di dapur .


" Tante...Bik Inah kemana ?"


" Bik Inah ke tempat saudaranya katanya sakit ,tadi subuh berangkat ."


Wina sedang mengaduk nasi goreng .


Andin membantu menyiapkan piring saji di sebelahnya .


" oh ya Ndin ...ini Om udah berangkat juga tadi ...Tante titip Rey sebentar ya ."


Andin menatapnya heran ." Memang tante mau kemana ?"


" Mau ke sekolah Bella ..cuma sebentar kok ."


Andin mengangguk .


" obatnya Rey udah tante siapin di meja makan , nanti kasih setelah sarapan ya ."


" iya tante ."


" mama ...kakak.." Bella menghampiri mereka , sudah berpakaian rapi sekarang .


" ih ...Bella udah cantik ini .." puji Andin .


Bella tersenyum senang , sembari memainkan rambutnya yang terkuncir dua .


" Bella kakaknya udah bangun ?" Tanya Wina .


" sudah kok ..masih mandi sekarang ."


" ya sudah , kamu panggil biar sarapan ."


Bella mengangguk , kemudian berlari ke kamar Rey .


Tak lama Rey keluar digandeng Bella dan langsung ke meja makan .


" Rey , mama keluar bentar ya , ke sekolah Bella ...itu obat kamu udah disiapin ." Kata Wina .


Rey mengangguk sambil menikmati sarapannya .


Andin duduk didepannya .


" kamu mau dibeliin sesuatu ?" Tanya Wina lagi .


" nggak deh , papa udah berangkat ?"


" udah ...katanya ada meeting pagi ."


15 menit kemudian..


Selesai sarapan , Wina dan Bella bergegas berangkat .


Setelah mengambil tas punggungnya , Bella berlari menyusul mamanya yang sudah lebih dulu ke mobil .


Rey duduk di teras belakang rumahnya .


Hujan mulai turun sekarang .Memang cuaca sudah mendung sejak subuh tadi .


" Rey , kamu udah minum obatnya ?" Andin berjalan menghampiri .


Rey menoleh ." Udah ."


Andin duduk di sebelahnya .

__ADS_1


" oh ya , kondisi kamu kan udah membaik , jadi besok aku mau pulang ke Surabaya ."


Rey menatapnya kaget ." Kenapa pulang ?"


" ya ...aku nggak enak kalau nginap disini kelamaan ."


" nggak ." Potong Rey cepat ." Aku akan bicara sama Agnes dan membatalkan pernikahan ,jadi kita bisa menikah secepatnya .


" apa ?!" Andin membelalakkan matanya .


Rey hanya mengangguk .


" nggak semudah itu Rey , ini bukan masalah kecil ."


" aku nggak peduli ,ini sudah jadi keputusan aku ."


Lalu Rey berdiri dan menarik tangan Andin .


Mereka berdiri di tengah rerumputan .


Hujan turun mulai deras .


" Rey masuk ,kenapa malah hujan-hujanan kamu masih sakit ."


Andin menarik tangannya , tapi Rey dengan cekatan menahannya .


Tangan kirinya mengeluarkan sesuatu dari saku celananya .


Sebuah cincin .


Yang membuat Andin terkejut ,itu adalah cincin yang dulu pernah dikembalikannya saat Rey pernah menyatakan cintanya .


Sekarang ...cincin itu ada dihadapannya lagi ,setelah sekian lama .


Lalu Rey memegang tangan kanannya dan memasangkan cincin itu di jari manisnya .


Kali ini ia tak menolak .


" sekarang aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi ." Ucap Rey yang hanya terdengar samar karena suaranya tenggelam dalam derasnya hujan .


Rey menariknya ke dalam pelukan . Sampai tubuh mereka menyatu dalam guyuran hujan .


Tak jauh diluar pagar , sebuah mobil jalan perlahan disana .


Menyaksikan dengan jelas dari balik jendela mobil .


Air mata menetes seiring air hujan yang semakin deras .


--------------------------------------


" Nes ,mama akan bicara sama Rey hari ini ." Seru Nisa .


Agnes hanya diam .


Nisa menatapnya iba ." Kali ini pernikahan kalian akan terlaksana ...kondisi Rey sudah membaik kan .."


Agnes balas menatap mamanya , ada keyakinan disorot matanya . Tapi ... tak tahu kenapa , keyakinan itu justru hilang dari dirinya .


" tapi aku nggak yakin Rey mau melanjutkan pernikahan ini ."


Nisa nampak kaget ." Kenapa kamu pesimis begini ?"


" tapi kenyataannya memang Rey nggak mau melanjutkan pernikahan ini kan ..? Tanya nya balik .


Nisa menundukkan kepalanya .


Tapi tak lama ia sudah membuat keputusan ." Kamu nggak usah khawatir , mama akan urus semua nya ." Lalu ia melihat jam ditangannya .

__ADS_1


" mama ada urusan sebentar , nanti sepulangnya dari sana ...mama akan langsung ke rumah Rey ." Ia tersenyum dengan optimis ." Semua impian kamu akan tercapai , kamu percaya kan sama mama ?"


Agnes mengangguk .


Nisa berdiri ." Ya sudah mama pergi dulu ,kamu dirumah aja ...nanti mama pulang akan membawa kabar baik untuk kamu ."lalu bergegas keluar .


10 menit kemudian ...


Agnes sudah bersiap lalu mengambil ponsel .


Taksi online yang dipesan akan tiba 5 menit lagi .


Ia cepat-cepat keluar .


Pergi ke dapur dan mendapatinya dalam keadaan kosong .


Berarti Bik Nurul belum pulang dari belanja tadi .


Ini kesempatannya untuk segera keluar , ia menaruh tas hitam agak besar di pangkuannya .


Ia bergegas mendorong kursi rodanya keluar , mendengar suara klakson mobil .


Pasti taksi pesanannya datang .


Ia sudah sampai di teras , melihatnya hanya sendiri , sopir taksi keluar dan menghampirinya .


" mbaknya sendirian ?"


Agnes mengangguk ." Tolong bantu saya ya ."


" baik mbak ."


Tak lama mereka sudah di jalan , lalu Agnes meminta untuk mampir dulu ke suatu tempat .


Hujan deras mulai mengguyur .


Mereka sudah hampir sampai , tetapi jalan yang biasanya dilewati tertutup portal karena ada acara .


" mbak , apa ini bisa cari jalan lain .." tanya sopirnya .


" bisa pak , lewat blok sebelah ." Agnes menunjukkan arah jalannya .


Jadilah mereka lewat jalan lain dan sedikit lebih jauh memang .


" ini belok kanan pak ."


Mereka berbelok melewati belakang rumah Rey .


Saat melewati pagar belakang , matanya menangkap sesuatu .


" pak ...pak berhenti dulu ."


Dari balik jendela mobil dapat dilihatnya dengan jelas siapa yang sedang berdiri disana .


Mereka berdua bersama , ditengah deras hujan .


Rey memasangkan cincin di jarinya .


Lalu mereka berpelukan , sangat erat .


Air matanya jatuh tak tertahan lagi , seiring rasa sakit yang merembet ke hatinya .


Tak ada lagi harapan kini .


" jalan lagi pak ." Ucapnya terbata .


" ini nggak jadi mampir ?"

__ADS_1


" nggak ." Jawabnya pendek ,sambil menyandarkan kepala di bantalan jok mobil .


Semua nya berakhir begitu saja , kini ia kehilangan Rey untuk selamanya .


__ADS_2