
Pagi harinya ...
Andin menghampiri Wina yang sedang sibuk di dapur .
" Tante...Bik Inah kemana ?"
" Bik Inah ke tempat saudaranya katanya sakit ,tadi subuh berangkat ."
Wina sedang mengaduk nasi goreng .
Andin membantu menyiapkan piring saji di sebelahnya .
" oh ya Ndin ...ini Om udah berangkat juga tadi ...Tante titip Rey sebentar ya ."
Andin menatapnya heran ." Memang tante mau kemana ?"
" Mau ke sekolah Bella ..cuma sebentar kok ."
Andin mengangguk .
" obatnya Rey udah tante siapin di meja makan , nanti kasih setelah sarapan ya ."
" iya tante ."
" mama ...kakak.." Bella menghampiri mereka , sudah berpakaian rapi sekarang .
" ih ...Bella udah cantik ini .." puji Andin .
Bella tersenyum senang , sembari memainkan rambutnya yang terkuncir dua .
" Bella kakaknya udah bangun ?" Tanya Wina .
" sudah kok ..masih mandi sekarang ."
" ya sudah , kamu panggil biar sarapan ."
Bella mengangguk , kemudian berlari ke kamar Rey .
Tak lama Rey keluar digandeng Bella dan langsung ke meja makan .
" Rey , mama keluar bentar ya , ke sekolah Bella ...itu obat kamu udah disiapin ." Kata Wina .
Rey mengangguk sambil menikmati sarapannya .
Andin duduk didepannya .
" kamu mau dibeliin sesuatu ?" Tanya Wina lagi .
" nggak deh , papa udah berangkat ?"
" udah ...katanya ada meeting pagi ."
15 menit kemudian..
Selesai sarapan , Wina dan Bella bergegas berangkat .
Setelah mengambil tas punggungnya , Bella berlari menyusul mamanya yang sudah lebih dulu ke mobil .
Rey duduk di teras belakang rumahnya .
Hujan mulai turun sekarang .Memang cuaca sudah mendung sejak subuh tadi .
" Rey , kamu udah minum obatnya ?" Andin berjalan menghampiri .
Rey menoleh ." Udah ."
Andin duduk di sebelahnya .
__ADS_1
" oh ya , kondisi kamu kan udah membaik , jadi besok aku mau pulang ke Surabaya ."
Rey menatapnya kaget ." Kenapa pulang ?"
" ya ...aku nggak enak kalau nginap disini kelamaan ."
" nggak ." Potong Rey cepat ." Aku akan bicara sama Agnes dan membatalkan pernikahan ,jadi kita bisa menikah secepatnya .
" apa ?!" Andin membelalakkan matanya .
Rey hanya mengangguk .
" nggak semudah itu Rey , ini bukan masalah kecil ."
" aku nggak peduli ,ini sudah jadi keputusan aku ."
Lalu Rey berdiri dan menarik tangan Andin .
Mereka berdiri di tengah rerumputan .
Hujan turun mulai deras .
" Rey masuk ,kenapa malah hujan-hujanan kamu masih sakit ."
Andin menarik tangannya , tapi Rey dengan cekatan menahannya .
Tangan kirinya mengeluarkan sesuatu dari saku celananya .
Sebuah cincin .
Yang membuat Andin terkejut ,itu adalah cincin yang dulu pernah dikembalikannya saat Rey pernah menyatakan cintanya .
Sekarang ...cincin itu ada dihadapannya lagi ,setelah sekian lama .
Lalu Rey memegang tangan kanannya dan memasangkan cincin itu di jari manisnya .
Kali ini ia tak menolak .
" sekarang aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi ." Ucap Rey yang hanya terdengar samar karena suaranya tenggelam dalam derasnya hujan .
Rey menariknya ke dalam pelukan . Sampai tubuh mereka menyatu dalam guyuran hujan .
Tak jauh diluar pagar , sebuah mobil jalan perlahan disana .
Menyaksikan dengan jelas dari balik jendela mobil .
Air mata menetes seiring air hujan yang semakin deras .
--------------------------------------
" Nes ,mama akan bicara sama Rey hari ini ." Seru Nisa .
Agnes hanya diam .
Nisa menatapnya iba ." Kali ini pernikahan kalian akan terlaksana ...kondisi Rey sudah membaik kan .."
Agnes balas menatap mamanya , ada keyakinan disorot matanya . Tapi ... tak tahu kenapa , keyakinan itu justru hilang dari dirinya .
" tapi aku nggak yakin Rey mau melanjutkan pernikahan ini ."
Nisa nampak kaget ." Kenapa kamu pesimis begini ?"
" tapi kenyataannya memang Rey nggak mau melanjutkan pernikahan ini kan ..? Tanya nya balik .
Nisa menundukkan kepalanya .
Tapi tak lama ia sudah membuat keputusan ." Kamu nggak usah khawatir , mama akan urus semua nya ." Lalu ia melihat jam ditangannya .
__ADS_1
" mama ada urusan sebentar , nanti sepulangnya dari sana ...mama akan langsung ke rumah Rey ." Ia tersenyum dengan optimis ." Semua impian kamu akan tercapai , kamu percaya kan sama mama ?"
Agnes mengangguk .
Nisa berdiri ." Ya sudah mama pergi dulu ,kamu dirumah aja ...nanti mama pulang akan membawa kabar baik untuk kamu ."lalu bergegas keluar .
10 menit kemudian ...
Agnes sudah bersiap lalu mengambil ponsel .
Taksi online yang dipesan akan tiba 5 menit lagi .
Ia cepat-cepat keluar .
Pergi ke dapur dan mendapatinya dalam keadaan kosong .
Berarti Bik Nurul belum pulang dari belanja tadi .
Ini kesempatannya untuk segera keluar , ia menaruh tas hitam agak besar di pangkuannya .
Ia bergegas mendorong kursi rodanya keluar , mendengar suara klakson mobil .
Pasti taksi pesanannya datang .
Ia sudah sampai di teras , melihatnya hanya sendiri , sopir taksi keluar dan menghampirinya .
" mbaknya sendirian ?"
Agnes mengangguk ." Tolong bantu saya ya ."
" baik mbak ."
Tak lama mereka sudah di jalan , lalu Agnes meminta untuk mampir dulu ke suatu tempat .
Hujan deras mulai mengguyur .
Mereka sudah hampir sampai , tetapi jalan yang biasanya dilewati tertutup portal karena ada acara .
" mbak , apa ini bisa cari jalan lain .." tanya sopirnya .
" bisa pak , lewat blok sebelah ." Agnes menunjukkan arah jalannya .
Jadilah mereka lewat jalan lain dan sedikit lebih jauh memang .
" ini belok kanan pak ."
Mereka berbelok melewati belakang rumah Rey .
Saat melewati pagar belakang , matanya menangkap sesuatu .
" pak ...pak berhenti dulu ."
Dari balik jendela mobil dapat dilihatnya dengan jelas siapa yang sedang berdiri disana .
Mereka berdua bersama , ditengah deras hujan .
Rey memasangkan cincin di jarinya .
Lalu mereka berpelukan , sangat erat .
Air matanya jatuh tak tertahan lagi , seiring rasa sakit yang merembet ke hatinya .
Tak ada lagi harapan kini .
" jalan lagi pak ." Ucapnya terbata .
" ini nggak jadi mampir ?"
__ADS_1
" nggak ." Jawabnya pendek ,sambil menyandarkan kepala di bantalan jok mobil .
Semua nya berakhir begitu saja , kini ia kehilangan Rey untuk selamanya .