PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
7


__ADS_3

" loe nggak beneran suka sama dia kan?" Rino yang malam ini memilih menginap di rumahnya ,karena rumahnya kosong ,orangtuanya sedang keluar kota .. dan walaupun bertubuh agak bongsor tapi jiwa penakutnya tak juga hilang .


Iya pada intinya ia takut dirumah sendirian.


Rey menggeleng pelan ,seraya merebut guling didekapan Rino.


Dan pada akhirnya , ia menceritakan semuanya , tentang kecelakaan itu.. tentang pak Samsul..tentang Andin..dan tentang bagaimana ia membalas hutang nyawa.


Loe kan bisa minta bokap untuk memberikan uang santunan kepada keluarga pak Samsul, kasih yang banyak , bokap loe ga bakal marah kalo soal uang .


Uang .. memang selalu bisa menyelesaikan semuanya , Rino benar .. papa ngga akan mempermasalahkan kalo ia meminta uang dengan jumlah banyak, tapi apa itu semua cukup menggantikan sebuah nyawa ,sebuah kasih sayang ,menggantikan peran suami dan ayah bagi keluarganya?


" Terus apa? loe pura-pura deketin dia ? pura-pura suka ? terus sampai berapa lama ?" Rino terus mencecarnya.


Rey menatapnya sinis , tapi sedetik kemudian ,tatapannya melemah . "gue juga bingung." sesekali ia menggaruk-nggaruk kepalanya . Iya dia hanya mengikuti kata hatinya sesaat ,tapi setelah itu apa yang akan dilakukannya?


" jangan sampai Andin benar-benar merasa loe ada hati sama dia."


Kemarin saat mengantar Andin pulang ,ternyata Rino ada dibelakang mereka dan menyaksikan semuanya.


Andin


Tiba-tiba ia membayangkan tatapannya , terlihat ketulusan disana , apa sanggup ia menggoreskan luka didalamnya , luka yang belum sembuh setelah apa yang menimpa ayahnya.

__ADS_1



Selesai sholat subuh , Andin mengambil buku yang ada di tas dan mengambil posisi duduk yang nyaman diatas kasurnya .


Detik berikutnya ia sudah sibuk membaca ,mengulang lagi pelajaran yang kemarin ,sesekali ia menguap ,kemarin matanya benar-benar sulit terpejam ,sampe lewat tengah malam ia masih asik dengan game di ponselnya.


tok..tok..tok


"sebentar." terdengar suara ketokan di kamarnya , siapa yang datang pagi-pagi begini ? ia bergegas berdiri ,membetulkan rambut dan baju nya yang masih berantakan.


Pintu terbuka ,ia menoleh ke kanan -kiri , tak ada orang disana ,langit masih gelap di pagi ini.


Pandangannya tertuju ke meja di samping pintu . Ada bungkusan dengan kresek putih . Ia berjalan keluar , masih terdengar suara deru motor yang mulai menjauh ,sembari memalingkan wajahnya ke arah kanan , masih sempat dilihat nya bagian belakang motor yang menjauh dari tempatnya , karena pagi itu masih sepi.


Andin kembali menuju meja didepan kamarnya , perlahan ia membuka tali kresek yang hanya terikat simpul. Ada kotak makan warna hitam , diatasnya termos kecil yang ketika dipegang masih terasa hangat ,


sandwich dan kentang goreng.


Andin menutup lagi kotak makan , menaruh nya dikresek bersama termos susunya. Ia melangkah masuk kekamar.


Senyumnya merekah di pagi buta ini, jantungnya berdegup kencang .


Ia bahagia , hanya itu yang mampu diucapkannya ,perasaan campur aduk berkecamuk di dadanya .Secepat kilat ia mengambil ponselnya dikasur , mencari satu nama didalamnya, dan mengetikkan sesuatu..

__ADS_1


.. makasih ya.. dan sekali lagi ia tak mampu mengekspresikan bagaimana perasaannya sekarang ,tangannya sampai bergetar mengetikkannya ..



Rey memarkir motornya digarasi samping motornya Rino dan bergegas masuk , sempat dilihatnya bi Inah menyapu di halaman samping.


Setelah membuka jaket ia meletakkanya di sofa ruang tengah dan berjalan ke meja makan .


Ia mengambil selembar roti dan mengoleskan selai coklat diatasnya ,


" mau bibik masakin nasi goreng?" bik Inah masuk dengan sapu ditangannya ,ia menggeleng sambil duduk menikmati roti ditangannya


"Rino udah bangun?" tanyanya agak keras melihat bik Inah sudah mulai menjauh dan hampir sampai dapur.


" sudah , tadi udah turun ke dapur ,minta minum." bik Inah menimpali dari jauh.


diambilnya ponsel disaku celananya.


chat dari Riki


..bro ntar gue nebeng ya..


dibawahnya 1 chat lagi masuk

__ADS_1


..makasih ya ..


Diletakkanya lagi ponsel dimeja , sembari menikmati roti coklat yang tinggal separuh. Tak lama bik Inah menghampirinya , membawakan segelas susu coklat kesukaannya.


__ADS_2