
Andin baru selesai mandi dan baru saja mau memakai seragam ,ketika terdengar pintu kamarnya diketuk.
"bu Indah." sapanya.
"udah siap mau berangkat Ndin ?" tanyanya serasa menyodorkan sepiring nasi goreng dengan potongan bakso goreng diatasnya. "tadi ibu masak banyak , kamu belum sarapan kan ?"
Andin menggeleng."belum sih bu, makasih ya." ucapnya lagi.
Untunglah ada nasi goreng dari bu Indah , ia memang tak menyiapkan sarapan untuk pagi ini.
Ia mulai memakan nasi gorengnya , disela menyiapkan buku -buku sekolahnya.
Di tempat lain ..
Amel baru sampai di gerbang depan ,ketika dilihatnya , Rey datang dengan Agnes diboncengannya.
" baru nyampe Mel?" tanya Agnes ,lalu turun dari motor.
Amel mengangguk sambil tetap memainkan ponsel ditangannya.
Andin sudah berdiri dan mengambil tas nya , ketika tiba-tiba tenggorokannya terasa gatal dan ia mulai batuk - batuk.
Ini kenapa ya ? padahal tadi baik-baik saja.
Tiba -tiba nafasnya tersengal-sengal dan sesak .
Ia terduduk di kasurnya..
"Mel ,yuk masuk ." ajak Agnes . Rey masih di atas motornya.
"bentar aku telpon Andin dulu , catetan fisikaku ketinggalan di tempatnya kemarin."
Amel mencari nomor Andin dan menelponnya.
"hallo Ndin."
__ADS_1
Setelah beberapa saat , raut wajah Amel berubah menjadi panik
"kamu kenapa Ndin? Ya Allah..kamu sendirian ini, ya udah aku ke tempat kamu sekarang."
Amel menutup ponselnya.
Rey yang baru mau ke parkiran, terlihat panik mendengar ucapan Amel di telepon.
"kenapa Mel? Andin kenapa ?"
"aku nggak tau , nggak begitu jelas suaranya ,tapi dia kayak sesak nafas gitu." jawab Amel sedikit terbata-bata.
" ya udah ,gue aja yang kesana ." putusnya , Rey langsung putar balik menuju kost nya Andin.
Hanya 5 menit ,Rey sudah sampai di kos Andin.
Lalu turun dan membuka pintu kamar ,yang ternyata tak dikunci.
"Ndin kamu kenapa?"
Rey menghampiri dan membantunya berdiri.
Mereka sudah di klinik tak jauh dari kost an. Ternyata alergi nya kambuh , ada udang di nasi goreng yang di makannya tadi. Bu Indah yang tadi menelponnya merasa nggak enak juga karena makanan yang diberinya tadi membuat Andin jadi sakit begini.
Dokter sudah memeriksanya tadi dan sekarang mereka sedang mengantri obat di apotik.
"lain kali jangan makan sembarangan ." kata Rey ,mereka duduk di depan apotik.
"nggak sembarangan ,kan ini dikasih bu kost." belanya.
Andin melihat jam ditanganya.
06.15
"Rey kamu duluan aja ,ntar malah telat ke sekolah."
__ADS_1
"nggak."
" tapi ini udah kurang seperempat jam lagi masuk."
" nggak ,udah diam deh .. nanti nama kamu dipanggil nggak kedengeran tuh."
Andin menatapnya kesal karena Rey malah terlihat santai sambil menyilangkan tangannya di dada.
Di sekolah , bel istirahat berbunyi . Agnes dan Amel sedang dikantin.
Rey juga nggak masuk hari ini , itu berarti dia masih bersama Andin sekarang.
Memikirkan itu membuat Agnes sedikit kesal.
"bentar ya Nes , aku telpon Andin dulu nanya gimana keadaannya."
Amel mengambil ponselnya di saku.
"Ndin ,gimana kamu udah baikan?"
"oh syukur deh ."
" kamu udah di kost an sekarang?"
" oh oke-oke, ya udah kamu istirahat aja , bye."
"gimana Mel?" tanya Agnes begitu Amel menutup ponselnya.
" udah baikan , tadi alerginya kambuh , tapi udah dibawa ke klinik.
" trus?"
" ya, sekarang udah di kost an kok ."
" sama Rey?" tanya Agnes terus.
__ADS_1
Amel mengangguk.