PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
78


__ADS_3

" makasih ya mas . " Wina membuka kotak kecil berwarna merah pemberian Gunawan . Sebuah cincin , yang terlihat cantik dengan model simple tapi terlihat elegan .


" tenang ... ini bukan cincin pertunangan , atau cincin kawin . " kata Gunawan menegaskan , lalu memasangkannya di jari manis tangan kirinya . " ini cuma untuk hadiah ulang tahun kamu aja ."


Wina tersenyum . " iya aku tahu ."


Gunawan menatapnya lekat . Wanita yang ada didepannya ini , mungkin nanti sebentar lagi akan menjadi istrinya , tapi bisa juga lain ceritanya ...


" aku nggak mau kamu paksa Rey lagi untuk terima aku , akibatnya bisa fatal ... "


kata-kata itu begitu diingatnya dengan jelas . Saat ia memaksa Rey untuk menerima keputusannya ... saat itu juga ia sudah membuat putranya sendiri celaka . Hal itu cukup membuat Wina trauma .


" Rey nanti jadi datang kan ?" tanya Wina , membuyarkan lamunannya .


Gunawan mengangguk .


" udah yuk ." Rey yang tengah duduk didepan kamarnya dan memainkan ponsel , seketika menaruh ponsel dan menatapnya .


Ia ternganga melihat penampilan Andin . Memakai dress pendek diatas lutut warna merah dengan sepatu warna senada , rambutnya tergulung rapi keatas , kali ini tanpa memakai kacamata yang biasanya selalu menutupi mata indahnya .


" kenapa ?" tanya Andin heran , melihat Rey cuma melongo melihatnya . " aneh ya pakai baju begini ?" tanyanya cemas , karena ia memang jarang pula memakai model baju seperti ini , biasanya ia lebih nyaman memakai celana panjang .


Tak ada jawaban dari Rey .


" aku ganti baju lain aja ya ." ucapnya akhirnya . Ini memang baju dengan warna sama seperti kemeja yang dipakai Rey sekarang . Yang dibelinya di butik kemarin.


Andin berbalik mau masuk ke dalam kamar , tapi Rey memegangi lengannya , ia berbalik .

__ADS_1


" nggak usah , pake ini aja cantik . " puji Rey , lalu menarik tangannya , berjalan menuju mobilnya yang terparkir di depan .


" mereka belum datang ya ?" Wina menatap jam ditangannya , sudah pukul 19.30 sekarang.


" mungkin masih macet ." jawab Gunawan menenangkan.


Beberapa makanan sudah tersedia di meja setelah baru saja waiters mengantarnya .


Wina tersenyum , meski sedikit cemas . Ia mengenakan dress semata kaki warna hitam , senada dengan jas yang dikenakan Gunawan sekarang .


" itu mereka . " tunjuk Gunawan sambil menunjuk ke pintu masuk .


Wina membalikkan badannya dari kursi . Rey dan Andin masuk mengenakan baju yang senada pula sekarang .


" ya ampun ... Andin cantik banget ." puji Wina , hampir tak percaya melihat penampilannya yang tak seperti biasanya .


" makasih loh jeng atas undangannya ... udah lama juga kita nggak ketemu nih kayaknya ."


" ya iyalah ... sebelum kamu pindah ke Surabaya dulu deh kayaknya terakhir ketemu rame-rame ..."


" iya sampai kangen aku ... Rika sama Ajeng juga udah nggak pernah kumpul sekarang ."


" Rika kan masih di malaysia sekarang .."


" oh ya ?"


" yap... kalau Ajeng aku juga nggak tahu ya , setelah nikah lagi hampir nggak pernah terlihat sekarang ."

__ADS_1


" loh ini Agnes ya ?"


" iya tante . " jawabnya , sedari tadi ia hanya diam mendengar percakapan mama dan tante Ayu . Sebenarnya malas juga ikut mama kesini , karena ia pasti bosan , nggak ada teman yang sebaya , karena tante Ayu cuma sendirian , kalau mengajak anaknya yang sepantaran dengannya mungkin ia nggak akan bosan.


" udah gede ya , sepantaran sama Inez kan ?"


" iya lah masa kamu lupa .. dulu waktu SD mereka kan satu sekolah ..."


" oh iya , ya ampun ... udah lama banget kayaknya , mereka sekarang udah gede aja."


Mereka tertawa bersama.


Ponsel Ayu berbunyi , lalu ia segera berdiri .


" Nis , aku angkat telpon dulu , sekalian ke toilet ya ." pamitnya.


Nisa mengangguk . Ayu pun berlari ke belakang.


Agnes masih sibuk dengan ponselnya , ketika Nisa menepuk-nepuk lengannya.


" kenapa ma ?"


" itu bukannya Gunawan ya ?" tunjuknya ke meja tengah paling ujung.


Agnes mengikuti arah tangan mamanya ." iya kayaknya ma. "


Iya memang itu Om Gunawan , Tante Wina dan ada Rey juga ... terus ada cewek yang duduk membelakanginya .

__ADS_1


" itu siapa ? ... " tanyanya dalam hati .


__ADS_2