PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
12


__ADS_3

Pukul 06.00


Andin terperanjat dan langsung menegakkan badannya . Kenapa ia baru bangun jam segini? apalagi jam pertama ada tes ,jadi nggak boleh telat .Ia menyabet handuk di depannya dan berlari ke kamar mandi .


Baru saja masuk selangkah dan...


Brakkk!!!!!!


ia terpeleset dan jatuh terduduk disana.


ingin menangis rasanya ,tapi ia sadar tak ada seorang pun yang bisa menolongnya sekarang.


ia coba berdiri ,pantatnya terasa ngilu dan ah ..kakinya terasa sakit , ia merangkak kembali ke kasur , rasanya pergelangan kakinya terkilir.


ia coba memijitnya sendiri ,mungkin bisa sedikit meredakan sakitnya.


5 menit kemudian ,sakit dikakinya sedikit berkurang ,ia coba berdiri dan berjalan ke kamar mandi ,sudah lumayan lah ,meski sedikit pincang .


Dan benar saja ,ia telat sampai sekolah .Langkahnya tak bisa cepat mengingat kakinya yang masih pincang .


pintu gerbang sudah tertutup dan ia coba memanggil pak satpam ,menjelaskan semuanya. Alhamdulilah.. pak satpam masih mau membantunya , membukakan gerbang untuknya.


__ADS_1



" untung aja tadi pak Yanuar kasih kesempatan kamu ikut tes meski agak telat. " Agnes berceloteh saat mereka berjalan keluar sekolah ,tadi juga Agnes membantunya menuruni tangga. Kakinya masih terasa sakit , apalagi tadi terlihat agak bengkak juga.


" nanti pulang sekolah kamu urut ya ,biar nggak nambah parah." kata pak Yanuar tadi memberi saran.


" iya kalo nggak aku harus ikut tes ulang besok ." mereka berjalan keluar gerbang ,sesekali Andin meringis kesakitan.


Dari parkiran , Rey dan Rino keluar hampir bersamaan dan menghampiri mereka berdua.


"tumben kalian barengan ." Agnes menyapa duluan " Riki mana? tanyanya lagi karena mereka terlihat hanya berdua.


" udah cabut duluan ." jawab Rino ,motornya tepat ada dibelakang Rey.


" Ndin ,tapi kamu bisa pulang sendiri?" tanyanya iba, sambil menatap kakinya.


" bisa kok." Andin menjawab cepat .


"emang kenapa?" Rey yang sedari tadi tak bersuara ,ikut berkomentar . Ketika dilihatnya Agnes memperhatikan kaki Andin.


"Andin tadi jatuh di kamar mandi." jawab Agnes.


" kok bisa?!"

__ADS_1


" iya tadi dia telat bangun dan buru-buru mandi ,jadinya terpeleset , tuh lihat kakinya bengkak jalannya aja pincang."


Andin menatap Agnes . " udah nggak papa ,kamu pulang duluan aja sana." Andin menarik tangan Agnes ,mendekat ke motor Rey.


Andin melangkahkan kakinya beranjak dari tempat itu ,baru selangkah ,ia meringis kesakitan tapi coba untuk ditahannya.


Ia coba lagi selangkah pelan-pelan ,tapi terhenti ketika ada yang menarik pergelangan tangannya.


Ia menoleh dan Rey sudah memegang kuat tangannya . "pulang sama aku, itu kaki kamu bengkak."


" ngga usah ,udah mendingan kok , aku bisa sendiri." Andin berusaha melepaskan tangan, tapi Rey malah menggenggamnya lebih kuat.


Agnes menatap mereka bergantian , tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang berbeda.


Dibelakang Rino yang menyaksikan mereka bertiga pun cukup dibuat bingung ,ia berusaha menetralkan keadaan.


"Agnes bareng gue aja ,biar Rey anterin Andin." cetusnya.


Agnes mengangguk setuju meski hatinya masih merasa tak enak.


Ia memberikan helmnya pada Andin ,meski sahabat barunya itu pun merasa tak enak padanya. Setelah itu ,ia bergegas menghampiri Rino.


Saat duduk diboncengan Rino , ia melihat dengan jelas ,bagaimana telatennya Rey membantu Andin untuk duduk diboncengannya.

__ADS_1


Dan ia berlalu mendahului Rey , hatinya pun campur aduk , yang membuatnya tak nyaman.


__ADS_2