PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
21


__ADS_3

"keadaannya gimana?" tanya Andin ,mereka berdua sedang di dalam kelas pagi ini. Agnes cerita kemarin ke rumah sakit.


" udah baikan sih ,hari ini udah boleh pulang katanya."


" oh syukurlah."


" tapi ya gitu.."


" kenapa?" tanya Andin.


Dia sulit kalo disuruh makan .


"masak sih?"


" iya ,tapi heran waktu kemarin lusa pas kamu yang suapin dia langsung habisin makanannya."


Andin menatap Agnes , merasa tak enak .Agnes memang tak pernah bicara langsung tentang perasaannya ke Rey , tapi ia yakin ada sesuatu di antara mereka ." kebetulan aja kali." jawabnya akhirnya ,bingung juga harus bilang apa.


"Ndin ,kamu beneran nggak ada apa-apa sama Rey ?" tanya Agnes akhirnya .


Andin menggeleng. " ya nggak lah ,aku juga baru kenal sama Rey."


" tapi sepertinya Rey perhatian sama kamu."


Seandaianya kamu tau ,arti perhatian Rey selama ini?


"biasa aja kok ,sama yang lain juga gitu."


Kali ini pun Andin merasa tak nyaman, pertanyaan Agnes seperti menyudutkannya .Ia hanya takut menjadi penghalang untuk Rey dan Agnes.


Tak lama Andin pamit keluar ke kelas sebelah ,mengambil buku catatan.


Sewaktu Andin keluar , Agnes mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


" halo bik, ini Agnes."


suara bik Inah di ujung telpon.


"Rey udah pulang ke rumah ?"


" oh gitu , ya udah makasih ya."


Agnes menutup ponselnya .


"udah ,tapi ya gitu tiduran terus ditawarin ini itu nggak mau ,padahal dari kemarin malam belum makan apa-apa."


Tak lama Andin kembali ke kelasnya.


" Ndin pulang sekolah ada acara nggak?"


"nggak ada ,kenapa?"


" ikut aku ya."


"kemana?"


"udah nanti juga tau."


Andin mengangguk setuju.



__ADS_1


Andin sampai di gerbang masuk sebuah rumah yang bisa dibilang sangat mewah , Agnes langsung membuka gerbang tinggi yang ternyata tak terkunci.


Mereka langsung masuk ke pelataran depan yang luasnya mungkin sama dengan luas rumahnya .


Apa mungkin ini rumah Agnes?


Agnes sampai duluan di depan pintu masuk , ia membunyikan bel yang ada di pojok kanan.


Tak lama seseorang keluar membukakan pintu .


Bik Inah ..


Saat itu juga Andin tau di mana dia sekarang.


"loh Andin kesini juga." sapa bik Inah ,sedikit kaget melihat kemunculannya.


"kalian udah saling kenal?" tanya Agnes.


"iya bik Inah ini tetangga aku di kampung."


" ya udah yuk masuk ."


Bik Inah langsung mengantarnya ke kamar Rey .


"kalian." Rey terkejut melihat kedatangan mereka dan langsung duduk di kasur.


"kata bik Inah loe nggak mau makan dari kemarin , mau puasa ya?" tanya Agnes langsung duduk di pinggiran kasur.


Rey cengengesan.


Andin hanya mengikuti ,duduk disebelah Agnes.


"lapar gue." tiba-tiba Agnes memegangi perutnya." bik Inah masak ga?"


" boleh nih gue numpang makan?"


"nggak."


Agnes memonyongkan bibirnya.


"yuk ndin." ajaknya.


Andin menggeleng ."nggak deh ,kamu aja." tolaknya, merasa nggak enak juga ia baru pertama kali kesini.


"lah masa gue makan sendiri?"


Agnes kembali duduk.


" ayok Rey ,loe aja yang temenin makan ya?" rengeknya.


Rey menggeleng.


" ayok lah ,bujukin Andin juga tuh .Dia belum makan juga dari pagi."


Rey beralih ke Andin.


"kenapa nggak sarapan ?" tanya Rey.


Andin cuma menatapnya tak menjawab.


Rey berdiri." ya udah ,yuk turun."


"kalian berdua aja deh." tolak Andin.

__ADS_1


Tanpa mengulur waktu , Rey menarik tangannya dan mengajaknya keluar kamar .


Melewati Agnes yang berjalan di belakangnya , ia merasa senang Rey akhirnya mau makan juga , tapi juga sedih melihat perhatian Rey ke Andin , yang terlihat langsung di depan matanya.



Di meja makan ,bik Inah memang sudah menyiapkan makanan. Dilihatnya mereka bertiga turun. Ia tersenyum ,bahagia melihat Rey mau makan juga akhirnya .


Sampai di bawah ,tanpa disadari Rey masih memegang tangan Andin . Bik Inah melihat itu , Andin yang merasa ,langsung menarik tangannya.


Mereka duduk bertiga di meja makan. Banyak makanan tersedia di meja.


Agnes sudah lebih dulu mengambil nasi ,lauk dan segera melahap makanannya.


Andin hanya mengambil setengah centong nasi dan ayam bakar.


Rey menyendok sedikit makanan didepannya dan memperhatikan Andin .


"kenapa dikit gitu ngambilnya." tanya Rey.


Andin melihatnya."nggak papa ,aku belum begitu lapar kok."


Rey mengambil beberapa lauk dan menaruhnya di piring Andin.


"udah ya stop ,ntar nggak abis ."


Agnes didepannya melihat semua itu ,ia hanya pura-pura tak peduli dan meneruskan makannya.


Ponsel disampingnya berbunyi , Agnes langsung mengangkatnya.


"iya ma , kenapa?"


" ya udah aku pulang abis ini."


"kenapa?" tanya Rey


" mama nyuruh cepet pulang ,mobilnya mau dipakai soalnya." Agnes beralih ke Andin ,karena tadi ia yang mengajaknya kesini dan ia tiba-tiba mau pergi duluan.


" ya udah kamu pulang aja duluan." seru Andin seperti tau apa yang dipikirkan Agnes.


" kamu gimana?" tanyanya balik.


" aku bisa pulang sendiri."


Agnes mengangguk ,berdiri dan berjalan keluar setelah pamitan ke bik Inah.


Selesai makan . Andin pun ingin cepat pulang ,nggak enak bertamu lama-lama disini.


" kalau gitu aku pulang juga ya ." pamitnya ,lalu berdiri.


"aku antar."


"nggak usah!" tolaknya langsung .


Ia berdiri dan pamitan ke bik Inah yang ada di dapur .


Saat berjalan keluar ,Rey menjajari langkahnya. Lalu ia mengambil kunci motor .


Andin yang melihatnya langsung menolak."nggak usah Rey , aku bisa pulang sendiri ,kamu kemarin habis jatuh dari motor ,sekarang udah naik motor lagi."


Andin memelototinya." ya udah kita nggak naik motor." Rey meletakkan kunci motor di rak samping meja makan dan menukar dengan kunci mobil di sebelahnya.


"yuk." tanpa menunggu persetujuan , Rey menggandeng tangannya keluar.

__ADS_1


__ADS_2