PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
6


__ADS_3

ANDINI PUTRI


Sebenarnya tak ada yang spesial dari fisiknya ,memang ia terlihat manis dengan kulit sawo matangnya dan tak membosankan kalau dilihat . Rambutnya yang lebih sering dibiarkan terurai di padu kan kacamata minusnya seperti menjadi ciri khasnya tersendiri.


Bukan bermaksud sombong ,tapi di sekolah itu memang banyak cewek cantik yang selalu beramah tamah dengannya ,berusaha untuk dekat , bahkan ada dari mereka yang nekat pernah datang kerumah , dengan alasan tak sengaja lewat , atau alasan lain yang membuatnya tak percaya ,walaupun mungkin yang diucapkan benar adanya.


Susi contohnya , anaknya cantik dengan rambut ikal sebahu dan kulitnya putih mulus ,jelas..ia beberapa kali memenangkan ajang model remaja ,penampilannya memang selalu sempurna .Satu waktu pernah tiba-tiba datang kerumah membawa cake yang diyakininya buatannya sendiri ,tapi ia toh tak yakin dan sialnya ada mama yang menemui ,Setelah berbincang lama ,baru tau kalau ternyata Susi anak sahabat mama waktu kuliah dan mulailah acara perjodohan dimulai.


"kamu satu kelas sama Susi?" tanya mama sewaktu gadis cantik itu baru saja pulang.


" nggak sekarang , dulu kelas 1 iya." waktu itu mereka masih duduk di kelas 2 dan memang kelas mereka bersebelahan.


"ternyata dunia sempit , dia anaknya om Dion sahabat mama dulu." mama menerawang ,membayangkan masa lalunya atau lebih tepatnya masa remajanya . Om Dion , mama punya sahabat cowok? ato mungkin dulu mereka pacaran?"cantik ya, wajahnya mirip banget sama papanya , setahu mama istrinya om Dion itu model majalah ternama , pantas nurun ke anaknya."


" sepertinya dia naksir sama kamu ,mama setuju deh kalau sama dia ." mama menatapnya. "kamu suka sama Susi?" selidiknya lagi.


"nggak." jawabnya pendek.


"tapi menurut kamu Susi itu cantik kan?"


Rey mengangguk malas.

__ADS_1


" trus kenapa kamu ngga suka ? kurang apalagi coba?" mama masih terus mengintrogasi.


Ya mama mungkin benar ,melihat seseorang dari fisiknya yang nampak sempurna ,bagaimana mungkin ia tidak menyukainya? sejauh ini belum ada cewek yang benar-benar bisa membuatnya nyaman .


Apa kecantikan fisik menjadi satu keutamaan untuk bisa disukai?


"Rey gue suka sama loe , maukan jadi pacar gue?" siang itu sepulang sekolah. Susi sudah mencegatnya di parkiran,


Bau parfume nya benar-benar menggangu hidungnya, rambutnya dibiarkan tergerai sedikit basah dan sedikit make up membuat penampilannya terlihat mempesona , tak bisa dipungkiri ia pun mengakui cewek yang berdiri hanya berjarak beberapa cm darinya itu sangat cantik , lalu ... harusnya ia bahagia bisa disukainya? harusnya ia terima ,dengan begitu ada kebanggaan tersendiri dalam dirinya dengan menjadi pacar Susi, sementara banyak cowok disekolah yang berebut mendapatkan cintanya ,termasuk Riki. Sobatnya itu sangat menggilainya tapi tak pernah ditanggapi.


Susi mulai menarik tangannya dan menggenggamnya.


"maaf gue ngga bisa. " perlahan ia melepaskan genggaman tangan Susi.


Lamunannya terhenti mendengar suara getar ponselnya.


1 chat dari Andin.


...makasih ya tadi udah anterin pulang..


Rey tersenyum datar. tidak ada yang membuatnya menarik , tidak ada yang bisa membuatnya tertantang . tepatnya tidak ada yang membuatnya benar-benar merasa nyaman.

__ADS_1




Selesai sarapan ,ia mengecek lagi buku yang dimasukkan ke tasnya , setelah itu diambilnya ponsel yang tergeletak di kasur.


1 chat dari ibu


.. nduk , uang kamu sudah ibu tranfer .cepetan bangun ,nanti kamu telat sekolahnya..


..iya bu makasih , aku udah mau siap-siap berangkat sekolah ini.. balasnya cepat.


dibawah chat ibu ,berisi chat nya tadi malam.


hanya dibaca ,tapi ga dibales .Andin mendesah sedikit kecewa , melihat tanda dua centang biru disana.


Setelah memasukkan ponsel ke dalam tas , ia bergegas jalan keluar kamar.


Begitu ia membuka pintu kamar tiba-tiba...


"Rey." sentaknya setengah menjerit.

__ADS_1


Rey tersenyum simpul dan seperti biasa langsung menyodorkan helm merah ditangannya.


__ADS_2