PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
27


__ADS_3

"kemarin sampai kost jam berapa Ndin ?".tanya Amel begitu mereka bertemu di sekolah pagi ini.


"jam 5 an kayaknya." sesekali ia mengusap hidungnya dengan tisu, karena setelah kehujanan kemarin ,ia langsung bersin-bersin dan sekarang hidungnya mulai tersumbat.


"kamu pilek gara-gara kehujanan kemarin?"


Andin mengangguk.


Agnes muncul di pintu kelas dan langsung masuk.


" kamu sakit Ndin?" tanyanya , melihat hidungnya yang kemerahan.


" nggak cuma pilek aja ,kemarin habis kehujanan."


" yang dari rumah Amel?"


Andin mengangguk.


"bukannya diantar sama papanya Amel?"


"nggak jadi soalnya papa aku ternyata ada kerjaan lain." sambung Amel.


"iya aku pulang sendiri ,naik angkutan umum." jawabnya ,nggak mungkin juga ia bilang Rey yang mengantarnya pulang.


Mereka duduk di bangku masing-masing ,ketika tiba-tiba Rey masuk ke dalam kelas .


Rey mendekat ke mejanya dan mengulurkan roti dan obat. " makan dulu baru minum obat ." Andin cuma menatapnya ,tak menjawab.


"gue duluan ya." pamitnya pada Agnes dan Amel.


Saat itu juga Andin merasa sangat bersalah melihat tatapan Agnes yang terlihat sangat kecewa.

__ADS_1




Agnes masih sesenggukan ,tadi ia sudah menangis ,menumpahkan semua uneg-uneg yang selama ini disimpannya.


"loe kenapa sih sebenarnya?" Riki nampak khawatir ,melihatnya tak seperti biasa yang selalu ceria.


Mereka sedang berada di sebuah cafe sekarang.


"udah dong jangan nangis gitu ,cerita ke kita kalau loe ada masalah." Rino pun nampaknya juga sama seperti Riki.


" gue juga nggak tahu." Agnes mengusap air matanya , lalu meminum teh didepannya , untuk sekedar menenangkan hatinya. " tapi.. kenapa gue merasa nggak suka melihat Rey selalu deket sama Andin."


Riki menatapnya terkejut, saat tau perkataan Agnes ,lebih tepatnya saat dugaannya benar tentang perasaan Agnes ke Rey.


"apa loe cemburu?" tanyanya ragu.


Agnes mengangguk pelan.


" Rey sama Andin kan cuma teman." sahut Rino ,jangan sampai dia keceplosan dan menceritakan semuanya.


" tapi gue merasa Rey punya perasaan sama Andin."


"loe yakin ? apa Rey pernah bilang sama loe?" tanya Riki.


" nggak sih ."


"kenapa nggak coba loe tanyain?"


Agnes menggeleng. "selama ini gue yakin kalo perasaan Rey sama kayak gue , karena gue nggak pernah liat Rey dekat dengan cewek lain. Loe berdua juga tahu itu kan?"

__ADS_1


" iya sih , tapi ..."


" tapi..setelah ada Andin semua berubah ." potong Agnes , ada sedikit kekesalan di wajahnya.


"kok loe bisa ngomong gitu?" tanya Rino dan menatap Agnes.


" iya .. gue yakin kalau Andin yang lebih dulu mendekati Rey ."


Riki menatapnya , kali ini ia kurang menyukai kata-kata Agnes. "kalaupun Andin berniat mendekati Rey kalo Rey nya nggak suka juga nggak bakal mempan , loe tahu kan Rey seperti apa dan berapa cewek yang selama ini coba dekat ,tapi nggak ada yang berhasil kan."


" iya Ki, tapi gue nggak percaya kalo Rey yang mendekati Andin terlebih dulu."


" kok gitu?"


" Ki.. loe tau kan Andin itu seperti apa dan darimana asalnya ." Riki menatapnya kesal. "kok loe ngomongnya gitu !"


" nggak gitu Ki , bukannya gue mau ngehina atau gimana ,tapi kenyataanya semua itu bener kan ? Andin itu berbeda sama kita ."


Riki mendesah kesal ,tapi ia berusaha menahan nya.


" kalau sama gue aja Rey bisa nggak cinta , apalagi sama Andin.., gue lebih segalanya dari dia , baik fisik maupun materi ... jadi coba loe pikir , apa bisa Rey itu cinta sama Andin ??"kali ini pun Agnes tak mampu menahan kecewanya ,sampai ia tak tahu dan tak menyaring kata-kata yang diucapkannya.


Rino pun juga tak sependapat dengan yang dibilang Agnes ,tapi ia lebih memilih diam.


Riki meminum kopinya sampai tak bersisa , untuk kali ini ia benar-benar kesal pada Agnes , kalau saja tak ingat mereka bersahabat ,pasti ia sudah memarahinya sejak tadi.


Agnes menatap kedua sahabatnya itu." gue nggak bermaksud benci sama Andin , gue cuma nggak suka aja dia dekat sama Rey. " dan sekarang wajahnya terlihat memelas ." Ki,No ... kalian mau bantu gue kan?"


" bantu apa?" sergah Riki.


" bantu gue meyakinkan Rey ,kalau ia sebenarnya cintanya sama gue ,bukan sama Andin." Rino hanya menatapnya ." dan gue mau Andin sadar kalau ia tak pantas untuk Rey . Kalian mau kan?".pintanya.

__ADS_1


Riki mengangguk , bukan berarti setuju.


Agnes memang sahabatnya ,tapi ia baru tau sifat aslinya seperti ini . Melihat semua ini ,ia yakin Rey memilih pilihan yang tepat .Andin mungkin tidak selevel dengan mereka , tapi ia punya satu sisi yang Agnes tak punya dan cuma Rey yang tau itu.


__ADS_2