PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
85


__ADS_3

Rosa berjalan sendirian memasuki lorong rumah sakit , hari ini akhirnya ia punya kesempatan untuk datang kesini .


" aku ada acara di Surabaya , mungkin 2 harian ." pamit Alex kemarin . Untuk pertama kalinya ia merasa senang mendengar kabar kepergian suaminya itu , karena dengan begini ia punya kesempatan untuk bertemu dengan putranya sendiri .


Setelah kejadian kemarin , pastinya akan susah mendapatkan izin dari suaminya itu untuk sekedar mengecek keadaan Rey .


Dan ia tahu , sekarang suaminya semakin membenci keberadaan Rey . Kalau sudah begini akan semakin susah posisinya , disatu sisi ia mau menuruti perintah suaminya , tapi disisi lain ia juga tak bisa kalau hubungannya dengan Rey akan semakin renggang setelah masalah ini .


VVIP Melati 1


Ia membaca tulisan besar diatas pintu , tanpa mengetuknya , ia langsung membuka .


Tampak keterkejutan disana ,melihat kedatangannya yang tiba-tiba .


Wina tengah duduk di sofa panjang , dengan ponsel ditangannya , ia segera berdiri melihat siapa yang datang .


" Mbak Rosa ." sapanya .


Rey sepertinya tadi ketiduran dan baru saja membuka mata mendengar ada yang datang .


Rosa tersenyum ,lalu berjalan mendekati Rey .


" kamu nggak papa kan ?" Rosa berniat memegangi pipinya , tapi ia menghindar ." mama minta maaf ya atas perbuatan Om Alex .." ucapnya lembut .


Tak ada reaksi dari Rey , ia hanya diam .


" Win , kata dokter gimana ?"


" udah nggak papa kok mbak , besok udah bisa pulang ."


" syukurlah...Mas Gun belum pulang ?"


Wina menggeleng ." belum mbak , mungkin lusa ."

__ADS_1


Rosa mengangguk . " makasih ya Win , udah mau merawat Rey disini .."


Wina tersenyum . " sama-sama mbak ."


Seorang suster masuk ke ruangan , membawa nampan berisi makan siangnya , Rosa langsung mengambilnya dari suster .Ia meletakkan nampan di atas nakas dan hanya mengambil semangkok buburnya .


" kamu makan ya Rey ...biar mama suapin ."


Rey menggeleng ." nggak usah , nanti aja ."


Wina menatap perempuan di depannya itu , terlihat kekecewaan disana atas penolakan Rey tadi dan itu membuatnya iba .


Mungkin ini konsekuensi yang harus diterima , setelah ia lebih memilih untuk bersama keluarga barunya sekarang , tanpa memikirkan atau memperdulikan perasaan anak kandungnya sendiri .


" biar aku aja mbak .." ucapnya hati-hati , lalu Rosa memberikan mangkok itu padanya .


Tanpa berbicara lagi , ia menyendok bubur dalam mangkok , langsung menyuapkannya ke Rey dan tak ada penolakan kali ini .


Rey memaksa pulang sore ini , walaupun dokter sudah bilang besok baru bisa pulang .


" saya buatkan resep nanti ya ."


" makasih dok ."


Wina mengemasi pakaian Rey ke dalam tas , ia tak membawa banyak baju kemarin .Syukurlah kalau dokter mengijinkannya pulang sekarang .


Selesai menata baju , Wina berdiri ." Rey , tante ke administrasi dulu ya ." ia lalu keluar ruangan .


Wina baru saja menghentikan mobilnya di halaman ,ketika bik Inah berlari menghampiri mereka .


" kamu udah nggak papa kan ?" tanya nya panik , begitu melihat Rey turun dari mobil . Ia lalu mengambil tas yang ada di jok belakang .


" nggak papa bik ."

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam rumah .


" ya udah kamu ke kamar aja ." kata Wina .


Rey mengangguk dan berjalan ke tangga .


Wina mengeluarkan kantong kecil dari dalam tasnya .


" bik , ini obatnya Rey ya ."


Bik Inah mengambil kantong plastik itu . " saya buatin minum dulu ya ."


Wina menggeleng . " nggak usah bik , aku langsung pulang aja ."


" ya sudah ,sekali lagi makasih ya bu sudah merawat Rey ."


Wina tersenyum , lalu berpamitan pulang .


" iya Mas ...tadi Rey maksa pulang , tapi ternyata diizinkan sama dokter . "


Wina mulai menjalankan mobilnya , dengan masih berbicara di ponselnya .


" iya tadi Mbak Rosa juga kesana."


" aku nggak tahu ... ini aku mau pulang ."


" ok ... bye ..."


Ia mematikan ponselnya .


Sekarang semua sudah selesai dan selama bersama Rey kemarin , mereka sama sekali tak membahas persoalan waktu itu .


Sepertinya ia harus coba mengikhlaskan semua dan tak terlalu berharap lebih kedepannya.

__ADS_1


__ADS_2