
Rosa berjalan sendirian memasuki lorong rumah sakit , hari ini akhirnya ia punya kesempatan untuk datang kesini .
" aku ada acara di Surabaya , mungkin 2 harian ." pamit Alex kemarin . Untuk pertama kalinya ia merasa senang mendengar kabar kepergian suaminya itu , karena dengan begini ia punya kesempatan untuk bertemu dengan putranya sendiri .
Setelah kejadian kemarin , pastinya akan susah mendapatkan izin dari suaminya itu untuk sekedar mengecek keadaan Rey .
Dan ia tahu , sekarang suaminya semakin membenci keberadaan Rey . Kalau sudah begini akan semakin susah posisinya , disatu sisi ia mau menuruti perintah suaminya , tapi disisi lain ia juga tak bisa kalau hubungannya dengan Rey akan semakin renggang setelah masalah ini .
VVIP Melati 1
Ia membaca tulisan besar diatas pintu , tanpa mengetuknya , ia langsung membuka .
Tampak keterkejutan disana ,melihat kedatangannya yang tiba-tiba .
Wina tengah duduk di sofa panjang , dengan ponsel ditangannya , ia segera berdiri melihat siapa yang datang .
" Mbak Rosa ." sapanya .
Rey sepertinya tadi ketiduran dan baru saja membuka mata mendengar ada yang datang .
Rosa tersenyum ,lalu berjalan mendekati Rey .
" kamu nggak papa kan ?" Rosa berniat memegangi pipinya , tapi ia menghindar ." mama minta maaf ya atas perbuatan Om Alex .." ucapnya lembut .
Tak ada reaksi dari Rey , ia hanya diam .
" Win , kata dokter gimana ?"
" udah nggak papa kok mbak , besok udah bisa pulang ."
" syukurlah...Mas Gun belum pulang ?"
Wina menggeleng ." belum mbak , mungkin lusa ."
__ADS_1
Rosa mengangguk . " makasih ya Win , udah mau merawat Rey disini .."
Wina tersenyum . " sama-sama mbak ."
Seorang suster masuk ke ruangan , membawa nampan berisi makan siangnya , Rosa langsung mengambilnya dari suster .Ia meletakkan nampan di atas nakas dan hanya mengambil semangkok buburnya .
" kamu makan ya Rey ...biar mama suapin ."
Rey menggeleng ." nggak usah , nanti aja ."
Wina menatap perempuan di depannya itu , terlihat kekecewaan disana atas penolakan Rey tadi dan itu membuatnya iba .
Mungkin ini konsekuensi yang harus diterima , setelah ia lebih memilih untuk bersama keluarga barunya sekarang , tanpa memikirkan atau memperdulikan perasaan anak kandungnya sendiri .
" biar aku aja mbak .." ucapnya hati-hati , lalu Rosa memberikan mangkok itu padanya .
Tanpa berbicara lagi , ia menyendok bubur dalam mangkok , langsung menyuapkannya ke Rey dan tak ada penolakan kali ini .
Rey memaksa pulang sore ini , walaupun dokter sudah bilang besok baru bisa pulang .
" saya buatkan resep nanti ya ."
" makasih dok ."
Wina mengemasi pakaian Rey ke dalam tas , ia tak membawa banyak baju kemarin .Syukurlah kalau dokter mengijinkannya pulang sekarang .
Selesai menata baju , Wina berdiri ." Rey , tante ke administrasi dulu ya ." ia lalu keluar ruangan .
Wina baru saja menghentikan mobilnya di halaman ,ketika bik Inah berlari menghampiri mereka .
" kamu udah nggak papa kan ?" tanya nya panik , begitu melihat Rey turun dari mobil . Ia lalu mengambil tas yang ada di jok belakang .
" nggak papa bik ."
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam rumah .
" ya udah kamu ke kamar aja ." kata Wina .
Rey mengangguk dan berjalan ke tangga .
Wina mengeluarkan kantong kecil dari dalam tasnya .
" bik , ini obatnya Rey ya ."
Bik Inah mengambil kantong plastik itu . " saya buatin minum dulu ya ."
Wina menggeleng . " nggak usah bik , aku langsung pulang aja ."
" ya sudah ,sekali lagi makasih ya bu sudah merawat Rey ."
Wina tersenyum , lalu berpamitan pulang .
" iya Mas ...tadi Rey maksa pulang , tapi ternyata diizinkan sama dokter . "
Wina mulai menjalankan mobilnya , dengan masih berbicara di ponselnya .
" iya tadi Mbak Rosa juga kesana."
" aku nggak tahu ... ini aku mau pulang ."
" ok ... bye ..."
Ia mematikan ponselnya .
Sekarang semua sudah selesai dan selama bersama Rey kemarin , mereka sama sekali tak membahas persoalan waktu itu .
Sepertinya ia harus coba mengikhlaskan semua dan tak terlalu berharap lebih kedepannya.
__ADS_1