PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
48


__ADS_3

"oh jadi saudara kamu ada yang di Samarinda ?" tanya tante Wina.


Selesai makan tadi , mereka bertiga pindah ke taman belakang rumah tante Wina yang cukup asri , ada kolam ikan kecil di tengahnya . Rupanya tante Wina cukup menyukai tanaman , terbukti ada berbagai macam bunga disana , tertata apik dan bersih .


"ada tante , adik sepupunya bapak." tadi tanpa sengaja Rey keceplosan bilang kalau ada saudaranya di kalimantan yang mau mengajaknya pindah kesana. Alhasil tante Wina langsung menginterogasinya sekarang.


Tante Wina mengangguk. "berarti kamu ada kemungkinan pindah kesana dong ."


"belum tahu sih tante , mungkin nanti dipikirin lagi kalau udah lulus sekolah."


" sebenarnya kalau disana juga nggak papa sih , paling tidak kan masih ada saudara dekat ." tante Wina melirik Rey , yang terlihat murung. "tapi kayaknya ada yang sedih nanti kalau kamu pindah ." godanya.


"siapa tante ?" tanya Andin polos.


"tuh." tante Wina menunjuk ke Rey dengan dagunya .


Rey yang merasa tersindir , menoleh sinis ."apaan nggak kok !"


"beneran ?"


Rey mengangguk.


" Rey sih nggak bakal keberatan tante , kalau untuk dapat teman cewek itu gampang kok , di sekolah banyak banget yang ngefans sama dia ."Andin menimpali.


"masa sih ?" tante Wina beralih menatapnya.


Andin mengangguk. "iya , kalau untuk nyari teman cewek kayaknya tinggal pilih aja , pasti mereka dengan senang hati menerima."


" wah kamu ngetop juga ya disekolah ." tante Wina menepuk-nepuk punggungnya , lalu mendekat dan memperhatikan wajahnya ." iya sih , emang kamu ganteng , pasti banyak yang suka ya."


Andin tertawa.


"apaan sih !" Rey melengos.


" tapi kenapa belum punya cewek juga sampai sekarang ?" tanya tante Wina lagi ,kali ini pun bikin Rey tambah sewot.


" soalnya dia galak tante , jadi mereka pada takut."

__ADS_1


Kali ini tante Wina yang tertawa lebar.


"emang macan galak ." balas Rey.


" tapi menurut tante sih ... kalau tipe cowok seperti Rey itu biasanya setia loh."


" masa sih tante ."


tante Wina mengangguk . " memang cuek sih sama semua cewek , tapi kalau udah bener-bener cinta , nggak akan gampang tergoda sama cewek lain , apa aja pasti dia korbankan."


tiba-tiba Rey berdiri . "ngambek nih kayaknya." tante Wina rupanya masih belum mau nyerah menggodanya.


"nggak ." jawabnya singkat , lalu berlari ke toilet yang ada di dekat pintu masuk ruang tengah.


"tapi sekarang dia agak berubah loh Ndin." bisik tante Wina , sesekali melihat ke samping takut Rey tiba-tiba muncul.


"berubah gimana tante ?"


"ya pembawaannya lebih kalem , kelihatan lebih penyayang juga."


" kayaknya sih gitu , ya bagus deh tante kalau ia jadi lebih baik."


"kamu sekarang udah makin dekat sama tante Wina ?" tanya Andin , ketika mereka berdua di dalam mobil dalam perjalanan pulang.


" biasa aja."


"apa itu berarti udah merestui hubungannya sama papa kamu ?" tanya Andin hati-hati , takut kalau Rey nanti marah .


" ya ... nggak ada pilihan lain , mau aku restui atau nggak , mereka juga akan menikah kan. "


" kelihatannya tante Wina orangnya baik kok , sayang sama kamu juga . "


" ya .. iya sih ."


Ponsel Rey yang diletakkan disamping tiba-tiba berdering , Andin melirik sekilas dan tertulis nama Agnes disana. Cukup agak lama , tapi Rey tak meresponnya . Tak berapa lama , berdering lagi masih dengan penelpon yang sama.


" Rey diangkat dulu telponnya , siapa tahu penting. "

__ADS_1


"biarin aja ."


" kamu lagi berantem sama Agnes ?" selidiknya lagi.


Rey menggeleng.


" terus ?"


" ya nggak papa , males aja."


" kamu sepertinya lagi menghindari Agnes ."


" bukan menghindari , tapi lebih baik nggak terlalu dekat aja."


" kenapa gitu ?"


Rey diam.


" karena Agnes suka sama kamu ?"


Ciiiiiitttt . Rey mendadak menghentikan mobilnya , lalu ia menatap Andin tajam.


" kenapa bisa ngomong gitu ?!"


" ya aku cuma nebak aja , karena kalian kan berteman udah lama , jadi bisa aja kan saling suka."


" nggak !" jawabnya sinis..


" oh ya , Agnes itu cantik loh , masa kamu nggak suka ?"kali ini pun Andin balas menatapnya , jadi mereka saling berhadapan sekarang.


" iya memang Agnes itu sangat cantik ." kali ini Rey lebih mendekatkan wajahnya dan tatapan tajam membuatnya sedikit takut. " terus aku harus suka gitu ?" tanya Rey balik.


Andin menggeleng . " kan aku cuma nanya ."


" nggak , aku nggak pernah menyukai Agnes lebih dari sahabat."


" terus kamu sukanya sama siapa ?"

__ADS_1


" kamu..."


__ADS_2