
Pagi ini ...
Semua masih sama ...
Semua berkumpul di depan ruang ICU , tidak ada perubahan apa-apa .
Rey masih disana , setelah operasi pun tak ada perubahan , keadaannya masih kritis .
Ia masih terpejam disana dengan beberapa alat bantu medis menempel ditubuhnya .
Kemarin sore ia sempat sadar beberapa menit ,tapi tidak ada respon . Hanya membuka matanya sebentar , lalu tak sadarkan diri lagi .
" Nes , kamu pulang dulu ya istirahat , biar mama yang disini ya ..." bujuk Nisa ,dari kemarin Agnes belum pulang sama sekali .
Agnes menggeleng .
" tapi kamu bisa sakit kalau begini terus , kamu juga harus istirahat kan ..?"
" aku mau disini ma ." Ucapnya lagi dan kali ini pun Nisa tak mencoba membujuknya lagi .
Gunawan baru saja keluar dari dalam ruang ICU .
" suster aku boleh masuk ya ...?" Tanyanya pada suster jaga .
" boleh mbak , tapi jangan lama-lama ."
" biar mama temenin ."
" nggak usah ma , aku mau sendiri aja ."
Akhirnya Nisa hanya mengantarnya masuk , lalu membiarkannya di dalam hanya berdua bersama Rey .
Saat mereka hanya tinggal berdua .
Agnes memegangi tangannya .
Lalu mengambil cincin dari sakunya dan memakaikannya lagi di jari manis Rey .
" Rey , jadi selama ini kamu nggak pernah memakai cincin pertunangan kita ?" Tanya nya lirih , air matanya menetes .
Meski tak ada jawaban ,tetap saja ini terasa menyakitkan baginya .
" apa ini cara kamu tetap bisa bersama dengan Andin , dengan memakai cincin kenangan kalian ..." ucapnya lagi sambil melihat keluar ruangan .
Andin berdiri dibalik kaca dan memang sama dengannya , ia tak pernah sekalipun meninggalkan Rey dari kemarin .
Tatapan mereka bertemu dan Andin memilih membalikkan badan lalu duduk di samping Wina .
Dari kemarin pun , Andin belum sekalipun memasuki ruang ICU ini dan hanya menunggu dan melihat dari balik kaca .
" Rey ... apa kamu akan sembuh dan mau bangun kalau Andin ada disini ?" Agnes berbicara dekat sekali di telinganya .
Tiba-tiba ia merasakan gerakan tangannya .
Agnes menatap ke tangannya ...dan benar saja jari telunjuknya memang bergerak .
" Rey kamu dengar omongan aku ?" Tanyanya antusias .
__ADS_1
Tapi senyum di bibirnya mendadak hilang , tatkala didapatinya tubuh Rey bergerak-gerak ,tubuhnya kejang-kejang .
Agnes segera mendorong kursi rodanya keluar .
" susteeeerrrrr..." teriaknya .
Suster jaga segera menghampiri .
" ada apa mbak ?"
" tolong sus ...itu Rey tubuhnya tiba-tiba kejang ."
" kalau begitu mbak silahkan keluar , saya akan panggilkan dokter ."
Agnes mengangguk dan bergegas keluar .
" ada apa ?" Tanya Gunawan panik ,melihatnya keluar setelah tadi ia berteriak memanggil suster .
" itu om ,Rey tiba-tiba kejang ." Ucapnya terbata .
Mereka yang menunggu disana berdiri dan melihat dari kaca .
Dokter dan 2 suster berlari masuk ke dalam ruangan ,
Seorang suster berjalan ke arah kaca dan menutup tirainya .
Sekarang ...mereka diluar hanya bisa menunggu , tanpa bisa melihat keadaan Rey dari luar .
5 menit berlalu ...
Agnes masih menangis dan memeluk mamanya .
10 menit kemudian ...
Pintu ruang ICU akhirnya terbuka .
Dokter keluar..
" dok ...gimana ?" Tanya Wina panik .
Dokter itu hanya menatapnya , sembari menarik nafas dalam-dalam .
" dokter tolong jawab ..." Rosa yang berdiri disampingnya ikut menimpali .
" maaf bu .." ucapnya pelan ." kondisi pasien semakin kritis , sampai sekarang tidak ada perubahan dan semakin menurun ..."
Wina membelalakkan matanya dan mendekat ke dokter ." Maksud dokter apa ?" Tanya nya lagi .
" kita hanya tinggal menunggu keajaiban untuk melihatnya sadar kembali ..."
" nggak mungkin ....!!!" Sentak Rosa , lalu tubuhnya mulai lemas dan akhirnya jatuh .
" Mbak .." Wina masih sempat memeganginya ." Mas tolong ini ." Gunawan mendekat dan langsung memapahnya ke kursi tunggu .
" dok ...tolong lakukan sesuatu lagi ,siapa tahu Rey bisa bangun ..." Agnes mendekat dan memegang tangan dokter sambil menangis .
" maaf mbak ...kita sudah melakukan yang terbaik , untuk sekarang kita serahkan pada Tuhan , sebaiknya mbak bantu doa saja ." Dokter itu menepuk bahunya , coba menenangkan .Lalu ia beranjak pergi .
__ADS_1
Kali ini suster jaga berjalan keluar .
" sus boleh saya masuk ?" Tanya Wina .
" iya bu silahkan ."
Wina berlari masuk , sementara Gunawan masih menjaga Rosa dikursi tunggu yang masih belum sadarkan diri .
" Rey ..." panggilnya pelan , sembari menggenggam tangan Rey .
Air matanya luruh juga ...
" tolong jangan seperti ini ...mama nggak suka ..." ucapnya terbata , sambil menatap wajah yang terbaring di depannya .
Wajah yang waktu awal mereka bertemu , terlihat begitu arogan dan sorot mata yang sangat membencinya ...
Sekarang ...wajah itu terlihat rapuh dan pucat . Tak ada kekuatan apapun disana .
Ia mendekat ." Rey dengerin mama ...apapun yang terjadi mama akan tetap bantu kamu untuk bisa bersatu sama Andin , apapun cara nya , meski semua orang akan menghalanginya .." bisiknya pelan .
Ia menatap kembali wajah pucat pasi itu ,tak ada yang berubah .
Tapi yang membuatnya terkejut , dari sudut mata ,terlihat air matanya menetes , membuat Wina semakin terisak .
" mama janji ...kalau kamu mau bangun dan berjuang untuk sembuh ...nggak akan ada lagi yang memaksa kamu untuk bersama dengan orang yang tidak kamu cintai ."
Kali ini ia merasakan ada gerakan di tangannya yang terus menggenggam tangan Rey tadi .
Tangisnya semakin kencang ,tapi kali ini hatinya merasa yakin ...ini pertanda baik . Ya ...Rey mendengar semua yang dikatakannya dan sekali lagi keyakinannya muncul .
Wina mengusap air matanya dan tersenyum .
Semua akan baik-baik saja dan untuk itu ia harus melakukan sesuatu .
Wina mengusap rambutnya perlahan dan mencium keningnya .
" waktu kamu bangun nanti ...orang pertama yang kamu lihat adalah Andin ..." ucapnya lagi , lalu berbalik dan berjalan keluar .
Sesampainya diluar , terlihat Rosa sudah mulai sadar , meski masih nampak lemas , matanya sembab .
Wina melihat ke arah Agnes yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri .
Mereka saling bertatapan .
Ia berjalan mendekati Agnes .
" tante kenapa ?" Tanya Agnes heran , melihat Wina menatapnya dengan mata berkaca-kaca .
" tante ...ada apa ?" Tanyanya lagi ,karena tak ada tanggapan dari Wina yang kini berdiri tepat di depannya .
Agnes semakin terkejut dan bingung , tatkala Wina menjatuhkan badan dan terduduk didepannya ,
" tante kenapa ?"
Wina memegangi kedua tangannya .
" tolong ...lepaskan Rey .." ucapnya pelan dan tangisnya pun pecah , lalu menangis tersedu di pangkuan Agnes .
__ADS_1