
" tante , ini nggak papa aku kesini ?" tanya Andin cemas . Mereka sudah memasuki halaman rumah Rey sekarang. Terlihat Papanya Rey berdiri di depan pintu .
" nggak papa , kan tante yang minta kamu ke sini . " Wina memarkir mobilnya . " turun yuk ."
Mereka keluar dari mobil dan menghampiri Gunawan .
" hai Andin , baru pulang sekolah ?"
" iya Om ." Andin mendekat dan bersalaman.
" Rey masih dikamar ?" tanya Wina kali ini.
Gunawan mengangguk.
" ya udah yuk masuk ." Ajak Wina , lalu membawanya ke dalam rumah . " kita ke teras belakang aja . " mereka berjalan melewati ruang makan dan menuju teras belakang . Ada kolam renang memanjang disana .
" Ndin tunggu disini ya , biar tante panggil Rey ."
Andin mengangguk dan duduk di kursi panjang samping kolam renang.
Wina masuk kembali ke ruang makan . " Bik.." panggilnya.
Bik Inah yang sedang di dapur , berlari menghampirinya . " kenapa bu ?"
" tolong panggilin Rey ya , bilang ada Andin di belakang ."
" baik bu."
" tumben kamu kesini ?" Andin mendongak , Rey sudah berdiri di sampingnya .
__ADS_1
" oh iya ..." Rey duduk disebelahnya . " kamu kenapa nggak sekolah ?" tanya Andin langsung.
" hmm ... nggak papa ." Rey menatapnya ." kenapa kangen ya ?" godanya , seperti biasa sambil mengedipkan sebelah matanya.
Andin melengos .
" aku serius nanya...kamu sakit ?"
" nggak .."
" terus ...?"
" ya nggak papa.." jawabnya pendek.
Andin balas menatapnya kali ini . " beneran ?"
Rey mengangguk.
Rey memegangi tangannya . " kenapa buru-buru ?"
" kan kamu nggak papa , tadinya aku pikir kenapa-napa , makanya aku kesini ."
" iya deh aku kenapa-napa ." Andin melotot menatapnya , Rey cengengesan . " duduk ."
Dipintu penghubung antara ruang makan dan teras belakang . Wina dan Gunawan berdiri disana dari tadi . Mengamati mereka berdua.
" kamu benar , Rey sekarang sudah kelihatan lebih baik ." puji Gunawan.
Wina tersenyum . " ada yang mau aku ceritain soal Andin , kita bicara didepan aja ."
__ADS_1
" ada apa ?" tanya Gunawan penasaran . Mereka duduk diruang tamu sekarang . " memangnya kamu kenal dekat sama Andin ?"
Wina menggeleng . " nggak juga sih , Andin itu tetangga dekatnya Bik Inah."
" oh ya . " Gunawan terkesiap.
" iya Mas , aku kan waktu itu pernah bilang mau ikut ke tempat Bik Inah , itu pas ibunya Andin meninggal ."
" oh iya ...aku ingat ."
" tapi ... ada satu hal yang nggak kamu ketahui soal Andin."
Gunawan menatapnya . " apa ?"
" Mas ingat waktu dulu Rey kecelakaan ."
" yang kemarin setelah aku marahi ?"
" bukan ." jawab Wina . " yang waktu dia ke tempat bik Inah ."
" oh.." jawabnya pendek . Ingatannya melayang pada kejadian waktu itu . Memang ia tak tahu banyak ceritanya , karena ia sudah menyerahkan ke Rosa untuk menyelesaikan , saat itu ia sedang menangani proyek yang cukup besar dan sangat berpengaruh untuk perusahaannya.
" Mas tahu kan , waktu itu Rey hampir saja tertabrak mobil , kalau tidak ada seseorang yang menolongnya sampai harus kehilangan nyawanya .."
" iya . " terlihat penyesalan di wajahnya sekarang . " aku nggak nyangka bisa sampai seperti itu , aku juga nggak tahu siapa orang berhati malaikat yang sudah menolong Rey . Masalah itu Rosa yang handle dan setelah itu ..." ia tak meneruskan ucapannya.
Wina memegangi tangannya , coba memberi kekuatan .
Ia tahu saat itu masa-masa terberat dalam hidupnya . Perusahaannya dalam masalah besar dan ia harus sekuat tenaga berusaha mempertahankan semuanya , sampai ia melupakan masalah keluarganya , selain itu ... proses perceraian yang sudah sekian lama terbengkalai akhirnya diputuskan juga . Walaupun sebenarnya ia lega hubungan mereka akhirnya benar-benar selesai , tapi ia tak sampai hati untuk menyampaikan semua ke Rey , kalau orang tuanya telah resmi berpisah .
__ADS_1
" Mas ..." panggil Wina . " orang yang sudah menolong Rey waktu itu adalah ... ayahnya Andin ."
Gunawan seketika membelalakkan matanya .