
Make up nya sudah nampak sempurna , tinggal memoleskan lipstik warna peach di bibirnya .
Kali ini pun menguncir rambutnya , dengan pakaian yang lebih simple tentunya .
Kehamilannya yang sudah memasuki bulan ke 6 cukup membuatnya kerepotan dalam memilih baju .
Malam ini ia hanya mengenakan loose dress warna cream .Dengan sepatu teplek warna senada .
" Udah ?" Rey sudah nampak rapi ,mengenakan kemeja warna cream senada dengan dress yang dikenakannya .
Andin mengangguk .
Rey menggandeng tangannya keluar .
Di ruang makan ...Gunawan , Wina dan juga Bella sedang bersiap makan malam .
" Kakak mau kemana ?" Tanya Bella , yang melihat mereka berdua telah rapi .
" Ke rumah Kak Riki ,sebentar kok ." Jawab Rey .
Bella nampak manyun .
" Nanti pulangnya mau dibeliin cake ?" Tanyanya .
Wajah Bella langsung berubah riang ." Mau ."
" Ya sudah ,sekarang Bella makan ."
Wina berdiri dan mengambil bingkisan warna merah yang ditaruhnya di atas bufet .
" Ini nanti titip kasih ke Susi ya ." Ucapnya ,lalu memberikannya pada Rey .
Tak lama ponsel nya berdering .
Rino .
" Ya bro ." Sapanya .
" Iya ini mau berangkat ."
" Oke ."
Sambungan terputus .
" Rino datang juga ?" Tanya Wina .
Rey mengangguk .
" Tapi nggak nyangka juga ya ..." Sambung Gunawan ." Kalian bertiga sahabatan dari sekolah dan sekarang pun , punya anak bisa barengan ."
Wina terbahak mendengar komentar suaminya .
" Bagus juga ya kalau nanti mereka dijodohin ." Seru Wina .
" Anaknya cowok semua , Ma ." Balas Rey .
" Belum tentu ,bisa aja pas di USG cowok , keluarnya cewek ."
" Emang adiknya nanti cowok ya Ma ?" Tanya Bella yang mulai ikut nimbrung .
" Mungkin ..." Jawab Wina pendek .
__ADS_1
" Udah ah ,kita berangkat dulu ." Pamit Rey kemudian .
" Ya udah hati-hati , jangan kemalaman ." Seru Wina lagi .
" Iya ."
Tak lama mereka sudah di mobil , menuju rumah Riki .
Ini acara tujuh bulanan kehamilan Susi .
Tidak ada acara besar ,hanya teman dan keluarga terdekat saja yang diundang dan mereka mengadakannya di rumah yang baru 1 bulanan ini mereka tempati .
Ya , mungkin setelah ini mereka akan terpisah jarak .
Riki dan Susi saja yang akan tinggal di kota ini .
Sementara Rino dan Amel , setelah melahirkan buah hatinya nanti ,mereka akan menetap di Surabaya , karena restoran milik Rino lebih pesat di kota itu . Keputusannya mungkin tepat untuk lebih fokus di sana .
Tak ubahnya bagi Rey dan Andin sendiri . Setelah kelahiran anak mereka nanti ...sudah bersiap untuk menetap di Amerika , mengurus bisnis nya disana .
Sebenarnya Wina maupun Bella kurang menyetujui hal ini , tapi Gunawan pun lebih setuju kalau Rey sendiri yang memegang bisnisnya itu , ketimbang orang lain .
Mau tak mau mereka harus merelakannya tinggal berjauhan .
30 menit kemudian ...
Mereka sampai di pelataran luas rumah Riki .
Rumah bergaya modern dengan 4 lantai itu berdiri dengan megahnya disana .
Area parkir nampak memenuhi halaman yang banyak ditumbuhi pepohonan itu .
" Itu mobil Rino ." Tunjuk Andin .
Rey mengangguk .
Mereka berjalan masuk ,Rey melingkarkan tangan di pinggang istrinya itu .
Benar saja ,begitu mereka masuk .Semua nampak sudah berkumpul , hanya mereka saja yang telat rupanya .
" Harusnya nanti aja datangnya jam 9 malam ." Cetus Rino ,begitu melihatnya datang .
Rey meringis kesal ." Mana Riki ?"
" Hai Bro ." Sapa Riki yang berjalan dari dalam , menggandeng tangan Susi yang juga tengah hamil besar .
Usia kehamilan mereka pun hampir sama .
Amel menyusul , tadi ia dari kamar mandi rupanya .
Tanpa sengaja ..Susi , Andin dan Amel berdiri berjajar .
" Ya ampun kalian kayak pemain drum band aja kalau gini .." Cetus Rino , yang langsung mendapat sentilan di telinganya dari Amel .
" Sakit sayang ..."
" Makanya jangan macem-macem !" Sentak Amel .
Riki dan Rey terbahak mendengarnya .
" Mel jangan galak-galak sama Rino ,ntar anak lo mirip sama dia loh ." Sindir Riki kemudian .
__ADS_1
" Emang gue bapaknya ." Sela Rino tak mau kalah .
" Yah ,tapi alangkah baiknya jika wajahnya lebih dominan ke ibu nya ."
Rino menyeringai lebar ." Sirik lo !"
" Udah ah ,kalian kalau ketemu selalu aja berantem ." Cetus Susi menengahi .
" Sayangnya anak kalian sama cowok , coba kalau nggak lumayan dijodohin sejak dalam kandungan ." Ucap Rey kemudian , seperti usul Mamanya tadi .
" Ogah gue besanan sama dia ." Cibir Riki .
" Lihat aja anak gue ntar jadinya pasti ganteng ..." Kata Rino penuh percaya diri .
" Ganteng kalau wajahnya mirip ibunya ."
Bugh !!!!
Rino meninju lengannya .Riki meringis kesal .
Acara pengajian dimulai , dengan arahan dari Papanya Riki .
Mereka berkumpul di ruang tamunya yang sangat luas itu .
Selesai acara pengajian , dilanjutkan makan bersama di ruang tengah yang dikhususkan untuk teman-temannya saja ,sementara khusus keluarga berkumpul di ruang belakang .
" Oh ya ,gue kemarin juga undang Agnes ." Ucap Riki yang juga ikut makan bersama mereka .
" Mungkin nggak dateng ." Rino menimpali .
" Nggak enak juga sebenarnya ,kita semua nggak bisa datang di acara pertunangannya dulu ." Ucap Andin , yang dibarengi anggukan dari Susi dan juga Amel .
" Mau gimana lagi ,kalian waktu itu juga diluar kota kan ..." Cetus Rey ,waktu mendapat undangan dari Agnes kala itu , ia dan Andin sedang berada di Amerika ,tapi Mama dan Papanya yang mewakili untuk hadir .
" Sebisa mungkin kita datang ya di pernikahannya .." Sela Susi ." Dua minggu lagi kan ?"
Andin mengangguk ." Semoga nggak ada halangan deh ."
Mereka mengangguk setuju .
Tak lama setelah mereka membicarakan soal Agnes ,tiba-tiba saja ia muncul ditemani Mamanya .
" Loh Nes ,aku kira nggak dateng ." Sapa Susi yang langsung berjalan menghampiri .
Ia hanya tersenyum duduk di kursi rodanya , sembari menatap satu-persatu temannya yang sudah cukup lama tak ditemuinya .
Mengikuti Susi ,mereka semua bergantian menyapa Agnes .
Ketika giliran Rey yang bersalaman , ia mengungkapkan permintaan maafnya tidak bisa menghadiri acaranya waktu itu .
" Nes , sorry kita waktu itu nggak dateng ."
Agnes tersenyum ." Iya nggak papa ,Om Gun bilang kalian masih di Amerika kan ."
Rey mengangguk .
" Tapi kita pasti datang di acara pernikahan kamu nanti ."
Mendengar itu , Agnes mendongak menatap Mamanya .
" Iya ." Jawabnya kemudian sambil tersenyum , tetapi dari sorot matanya menyiratkan lain .
__ADS_1