PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
extra part " ADA APA DENGAN AGNES ?"


__ADS_3

Make up nya sudah nampak sempurna , tinggal memoleskan lipstik warna peach di bibirnya .


Kali ini pun menguncir rambutnya , dengan pakaian yang lebih simple tentunya .


Kehamilannya yang sudah memasuki bulan ke 6 cukup membuatnya kerepotan dalam memilih baju .


Malam ini ia hanya mengenakan loose dress warna cream .Dengan sepatu teplek warna senada .


" Udah ?" Rey sudah nampak rapi ,mengenakan kemeja warna cream senada dengan dress yang dikenakannya .


Andin mengangguk .


Rey menggandeng tangannya keluar .


Di ruang makan ...Gunawan , Wina dan juga Bella sedang bersiap makan malam .


" Kakak mau kemana ?" Tanya Bella , yang melihat mereka berdua telah rapi .


" Ke rumah Kak Riki ,sebentar kok ." Jawab Rey .


Bella nampak manyun .


" Nanti pulangnya mau dibeliin cake ?" Tanyanya .


Wajah Bella langsung berubah riang ." Mau ."


" Ya sudah ,sekarang Bella makan ."


Wina berdiri dan mengambil bingkisan warna merah yang ditaruhnya di atas bufet .


" Ini nanti titip kasih ke Susi ya ." Ucapnya ,lalu memberikannya pada Rey .


Tak lama ponsel nya berdering .


Rino .


" Ya bro ." Sapanya .


" Iya ini mau berangkat ."


" Oke ."


Sambungan terputus .


" Rino datang juga ?" Tanya Wina .


Rey mengangguk .


" Tapi nggak nyangka juga ya ..." Sambung Gunawan ." Kalian bertiga sahabatan dari sekolah dan sekarang pun , punya anak bisa barengan ."


Wina terbahak mendengar komentar suaminya .


" Bagus juga ya kalau nanti mereka dijodohin ." Seru Wina .


" Anaknya cowok semua , Ma ." Balas Rey .


" Belum tentu ,bisa aja pas di USG cowok , keluarnya cewek ."


" Emang adiknya nanti cowok ya Ma ?" Tanya Bella yang mulai ikut nimbrung .


" Mungkin ..." Jawab Wina pendek .

__ADS_1


" Udah ah ,kita berangkat dulu ." Pamit Rey kemudian .


" Ya udah hati-hati , jangan kemalaman ." Seru Wina lagi .


" Iya ."


Tak lama mereka sudah di mobil , menuju rumah Riki .


Ini acara tujuh bulanan kehamilan Susi .


Tidak ada acara besar ,hanya teman dan keluarga terdekat saja yang diundang dan mereka mengadakannya di rumah yang baru 1 bulanan ini mereka tempati .


Ya , mungkin setelah ini mereka akan terpisah jarak .


Riki dan Susi saja yang akan tinggal di kota ini .


Sementara Rino dan Amel , setelah melahirkan buah hatinya nanti ,mereka akan menetap di Surabaya , karena restoran milik Rino lebih pesat di kota itu . Keputusannya mungkin tepat untuk lebih fokus di sana .


Tak ubahnya bagi Rey dan Andin sendiri . Setelah kelahiran anak mereka nanti ...sudah bersiap untuk menetap di Amerika , mengurus bisnis nya disana .


Sebenarnya Wina maupun Bella kurang menyetujui hal ini , tapi Gunawan pun lebih setuju kalau Rey sendiri yang memegang bisnisnya itu , ketimbang orang lain .


Mau tak mau mereka harus merelakannya tinggal berjauhan .


30 menit kemudian ...


Mereka sampai di pelataran luas rumah Riki .


Rumah bergaya modern dengan 4 lantai itu berdiri dengan megahnya disana .


Area parkir nampak memenuhi halaman yang banyak ditumbuhi pepohonan itu .


" Itu mobil Rino ." Tunjuk Andin .


Rey mengangguk .


Mereka berjalan masuk ,Rey melingkarkan tangan di pinggang istrinya itu .


Benar saja ,begitu mereka masuk .Semua nampak sudah berkumpul , hanya mereka saja yang telat rupanya .


" Harusnya nanti aja datangnya jam 9 malam ." Cetus Rino ,begitu melihatnya datang .


Rey meringis kesal ." Mana Riki ?"


" Hai Bro ." Sapa Riki yang berjalan dari dalam , menggandeng tangan Susi yang juga tengah hamil besar .


Usia kehamilan mereka pun hampir sama .


Amel menyusul , tadi ia dari kamar mandi rupanya .


Tanpa sengaja ..Susi , Andin dan Amel berdiri berjajar .


" Ya ampun kalian kayak pemain drum band aja kalau gini .." Cetus Rino , yang langsung mendapat sentilan di telinganya dari Amel .


" Sakit sayang ..."


" Makanya jangan macem-macem !" Sentak Amel .


Riki dan Rey terbahak mendengarnya .


" Mel jangan galak-galak sama Rino ,ntar anak lo mirip sama dia loh ." Sindir Riki kemudian .

__ADS_1


" Emang gue bapaknya ." Sela Rino tak mau kalah .


" Yah ,tapi alangkah baiknya jika wajahnya lebih dominan ke ibu nya ."


Rino menyeringai lebar ." Sirik lo !"


" Udah ah ,kalian kalau ketemu selalu aja berantem ." Cetus Susi menengahi .


" Sayangnya anak kalian sama cowok , coba kalau nggak lumayan dijodohin sejak dalam kandungan ." Ucap Rey kemudian , seperti usul Mamanya tadi .


" Ogah gue besanan sama dia ." Cibir Riki .


" Lihat aja anak gue ntar jadinya pasti ganteng ..." Kata Rino penuh percaya diri .


" Ganteng kalau wajahnya mirip ibunya ."


Bugh !!!!


Rino meninju lengannya .Riki meringis kesal .


Acara pengajian dimulai , dengan arahan dari Papanya Riki .


Mereka berkumpul di ruang tamunya yang sangat luas itu .


Selesai acara pengajian , dilanjutkan makan bersama di ruang tengah yang dikhususkan untuk teman-temannya saja ,sementara khusus keluarga berkumpul di ruang belakang .


" Oh ya ,gue kemarin juga undang Agnes ." Ucap Riki yang juga ikut makan bersama mereka .


" Mungkin nggak dateng ." Rino menimpali .


" Nggak enak juga sebenarnya ,kita semua nggak bisa datang di acara pertunangannya dulu ." Ucap Andin , yang dibarengi anggukan dari Susi dan juga Amel .


" Mau gimana lagi ,kalian waktu itu juga diluar kota kan ..." Cetus Rey ,waktu mendapat undangan dari Agnes kala itu , ia dan Andin sedang berada di Amerika ,tapi Mama dan Papanya yang mewakili untuk hadir .


" Sebisa mungkin kita datang ya di pernikahannya .." Sela Susi ." Dua minggu lagi kan ?"


Andin mengangguk ." Semoga nggak ada halangan deh ."


Mereka mengangguk setuju .


Tak lama setelah mereka membicarakan soal Agnes ,tiba-tiba saja ia muncul ditemani Mamanya .


" Loh Nes ,aku kira nggak dateng ." Sapa Susi yang langsung berjalan menghampiri .


Ia hanya tersenyum duduk di kursi rodanya , sembari menatap satu-persatu temannya yang sudah cukup lama tak ditemuinya .


Mengikuti Susi ,mereka semua bergantian menyapa Agnes .


Ketika giliran Rey yang bersalaman , ia mengungkapkan permintaan maafnya tidak bisa menghadiri acaranya waktu itu .


" Nes , sorry kita waktu itu nggak dateng ."


Agnes tersenyum ." Iya nggak papa ,Om Gun bilang kalian masih di Amerika kan ."


Rey mengangguk .


" Tapi kita pasti datang di acara pernikahan kamu nanti ."


Mendengar itu , Agnes mendongak menatap Mamanya .


" Iya ." Jawabnya kemudian sambil tersenyum , tetapi dari sorot matanya menyiratkan lain .

__ADS_1


__ADS_2