
Disudut cafe lain ...
3 sahabat bercengkerama setelah sekian lama mereka tak berjumpa ,memang ada yang kurang .. 1 dari mereka belum melengkapi pertemuan ini.
Agnes mengaduk-aduk orange juice yang didepannya dengan sedotan .
" kenapa loe ? celoteh Riki.
Sementara Rino sibuk dengan makanan di depannya , hari ini sengaja Agnes merencanakan pertemuan ini ,tanpa sepengetahuan Rey.
" Gue mau pindah kesini."seru Agnes .Rino dan Riki berbarengan menatapnya.
"serius loe?!"
Agnes mengangguk.
"dan gue akan satu sekolah lagi sama kalian . " ucap Agnes heboh.
Rino dan Riki saling menatap.
" tapi kalian diem ya ,jangan kasih tau Rey."
" emang kenapa?" tanya Rino
" surprise..." Agnes mengambil segelas orange juice nya ,meminumnya hingga tinggal separuh.
Rino dan Riki terdiam , yah surprise untuk Rey .. bisa jadi surprise untuk dirinya sendiri. yang mereka tahu dari dulu Agnes menyukai Rey. Dan sekarang mereka akan dekat lagi..tapi kalau sampai Agnes tau soal Andin bagaimana ?
Andin masih menatap cowok didepannya , tak seperti dulu yang terlihat dingin . Kini cowok didepannya itu sangat rapuh .
Tatapan matanya terlihat kosong .
Ada masalah apa sebenarnya ?
Rey berdiri dan berjalan ke sudut , menyandarkan tubuhnya ke tembok besi yang hanya setinggi punggungnya. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Ia sedang tidak baik-baik saja saat ini.
Andin berjalan mendekat.
"Rey." panggilnya lirih.
Perlahan Rey menurunkan tangannya. Matanya nampak mulai memerah .
"kamu.."
Belum selesai dengan pertanyaannya ,tiba-tiba Rey mendekat dan..
Happp !!!
Rey memeluknya erat ,tanpa membiarkannya untuk menolak .
Terdengar jelas ditelinga, isakan tangisnya. Andin tak sampai hati untuk mengelak , Rey benar-benar butuh seseorang sekarang ini.
Cukup lama ia berada di dekapannya , membiarkan Rey menumpahkan semua rasa di hatinya.
"aku minta maaf ya." ucap Rey sesaat setelah turun dari motor , mereka sudah berada di depan kost.
Andin tersenyum.
"udah kamu pulang aja sekarang , minum obat terus istirahat , biar cepat baikan."
Rey membalas senyumannya ,terlihat dari ekspresi wajahnya ,kondisinya sudah sedikit lebih baik.
Andin memberikan helm yang baru dilepasnya.
Rey tiba-tiba menarik tangannya dan menggenggamnya ." makasih."
__ADS_1
Andin menatapnya iba. " kamu bisa cerita apa aja sama aku ,siapa tahu itu bisa sedikit membantu ." Rey melepaskan genggamannya.
Rey mengenakan lagi helm dan menghidupkan mesin motornya.
"hati -hati "Andin masih mematung sampai motornya tak terlihat lagi dikejauhan.
Pagi ini, riuh terdengar didalam kelas.
"ada anak baru dikelas kita ,cantik banget ,wajahnya kayak artis." celoteh Anton ,yang terkenal paling playboy dikelasnya .
" katanya dia udah ada diruang kepala sekolah ." bisik Amel di sebelahnya. Andin hanya menatapnya ,tanpa jawaban.
Pak Yanuar memasuki kelasnya "selamat pagi" sapa wali kelas yang juga mengajar mata pelajaran biologi begitu sampai, disampingnya ada sesosok murid baru yang sedari tadi mereka bicarakan.
"cantik ."
"nama aku Agnes , aku pindahan dari Surabaya." ia mulai memperkenalkan diri .Rambut panjangnya terkuncir rapi.
" ok untuk perkenalan lebih lanjut ,kalian bisa tanya-tanya lagi nanti ya." Pak Yanuar menengahi dan mencari-cari kursi kosong untuk Agnes.
"kamu duduk disitu , di baris no 3." tunjuk Pak Yanuar ke bangku kosong tepat dibelakang Andin.
Agnes bergegas ke bangku yang ditunjuk dan menaruh tasnya di sana sebelum duduk.
Andin menoleh ke belakang. "Andin." ia mengulurkan tangannya ."Agnes."
Istirahat pertama Agnes mengajak Andin ,Amel dan Dewi teman sebangkunya untuk makan-makan di kantin."biar aku yang traktir." ucapnya.
Agnes tergolong anak yang supel .Baru beberapa jam saja mengenalnya ,mereka sudah nampak begitu akrab ,tak ada kecanggungan di dalamnya.
Amel memesan nasi pecel yang terkenal paling enak dikantin.
"Nes ini tuh pecel nya enak banget ,cobain deh ,pasti bikin nagih ." Amel begitu semangatnya mempromosikan pecel bu Jum ,seolah-olah ia menjadi tim marketingnya.
Amel mengacungkan jempolnya .
Setelah menghabiskan makanannya ,Dewi berdiri ." gaees ,sorry ya aku duluan ,lupa tadi mau ke perpus ,bentar lagi udah bel masuk." Agnes menatapnya dan mengangguk setuju.
Dewi pun berlari keluar kantin.
"kamu emang asli orang Surabaya ya ?" tanya Andin .
Agnes menggeleng ." aku asli orang sini kok , pas lulus smp terpaksa pindah soalnya papa ditugasin di sana , tapi sekarang papa mutasi lagi kesini .. balik kucing deh .." Agnes menyeringai lebar.
"oh ya .. waktu smp aku bersahabat sama 3 cowok , jadi kemana-mana kita sering berempat , aku jadi yang cantik sendiri dong ." Agnes mulai bercerita , sambil menghabiskan pecelnya . Sesekali ia menenggak es teh didepannya. " itu sebabnya aku memilih sekolah disini, karena mereka bertiga juga sekolah disini."
Amel membelalakkan matanya. "oh ya ? siapa? "
"anak ips ." jawabnya singkat.
"namanya?" Amel mulai penasaran.
" Riki , Rino sama Reyhan." jawaban Agnes kali ini mengagetkan Andin yang sedari tadi diam tak berkomentar.
" what !!!!" Amel melotot. " jadi kamu sahabatan sama mereka?"
Agnes mengangguk " iya ,kata Rino mereka bertiga cukup ngetop di sekolah ini. "
"nggak juga sih sebenarnya ..cuma Rey doang yang.. " Amel menghentikan ocehannya, ketika dirasa kaki Andin sengaja menyenggolnya.
"kenapa Mel ? " tanya Agnes.
Amel menggeleng.
" dulu mereka dapat julukan Triple R si kembar siam ." Agnes tersenyum sendiri membayangkan masa-masa itu.
"kok bisa?" kali ini Andin yang bertanya.
__ADS_1
"iya karena mereka bertiga hampir tak pernah terpisahkan ,kayak kembar siam." Agnes cekikikan sendiri.
" iya ya ,kok bisa mereka bersahabat, sama pula huruf awalan namanya ." sambung Amel.
"iya emang kebetulan yang seru itu ." Agnes menimpali.
" tapi nih kalo dipikir-pikir ,kita bisa sama kayak mereka ."
Amel dan Andin menatapnya bersamaan ."maksudnya?"
" coba deh , nama kita jajarin ,Amel .. Andin ..Agnes , berarti kita ...."
" TRIPLE A." seru mereka bersamaan .
Amel menutup mulutnya dengan satu jari ,tanda menyuruh mereka diam. " tapi gimana sama dewi ya?"
Merekapun tertawa bersama.
Bel pulang sekolah berbunyi..
Agnes berlari menghampiri Amel dan Andin yang berjalan duluan .
Amel membaca chat yang baru masuk di ponselnya. " aku duluan ya , udah dijemput." ia berlari seraya melambaikan tangannya.
Tinggal Agnes dan Andin berdua ,mereka berdiri di depan gerbang .
"kamu pulang dijemput?" tanya Agnes.
"nggak aku jalan kaki biasanya , kost an aku dekat kok dari sini."
" kamu anak kost ternyata?"
Andin mengangguk ." iya aku tinggal sendiri disini."
Agnes mengarahkan pandangan ke parkiran , dilihatnya seseorang keluar dari sana dan semakin mendekat kearahnya.
"Rey."
Rey menatapnya kaget.
Andin membalikkan badannya.
" loe ngapain disini?" tanya Rey heran .
" ya sekolah lah ,masak main air ." jawabnya asal.
Rey masih menatapnya heran ." nggak usah ngelihatin gitu , nih ya aku ceritain.. per hari ini aku resmi jadi murid disini , ok."
"kenapa ga bilang pas kemarin ke rumah ."
"surprise dong .. kenapa loe seneng kan kita bisa 1 sekolah lagi?" Agnes mengedipkan sebelah mata kearahnya.
Rey melengos.
Agnes melihat helm yang ada ditangan kirinya. " nah kebetulan loe bawa helm 2 , gue nebeng ya ." ujarnya ,lalu merebut helm yang dipegang Rey .
setelah memasangkan helm dikepalanya ,Agnes menatap ke arah Andin.
" loh terus Andin gimana dong?"
Andin yang sedari tadi hanya mengamati pembicaraan mereka ,sedikit terkejut. " eh nggak papa ,udah kalian duluan , aku jalan kaki aja deket kok."jawabnya ,merasa sedikit tak enak juga berada diantara 2 sahabat itu.
"Beneran ?" tanya Agnes lagi
Andin mengangguk pasti.
Agnes segera naik ke boncengan .
__ADS_1
Andin hanya melambaikan tangannya. Sebelum menjalankan motor ,Rey masih menatapnya sebentar.