PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
109


__ADS_3

Mayang sedang menata koper di apartement nya .


Memang tak terlalu banyak yang dibawa , karena ia berencana hanya seminggu saja disini , untuk menghadiri pernikahan putrinya .


Bel diluar berbunyi , ia bergegas keluar .


" masuk Ndin .. " sapanya begitu membuka pintu .


Andin tadi sudah menghubunginya dan akan datang ke apartement nya sebelum ia berangkat .


" nggak ganggu kan tante ?"


Mayang menggeleng ." Udah selesai kok packingnya ."


Mereka duduk di sofa panjang ." Kamu mau minum apa ?"


" nggak usah tante , aku cuma sebentar kok ."


" memangnya ada apa , katanya ada yang penting ?"


Andin diam sebentar . Mungkin keputusannya kali ini tepat .


Semoga Tante Mayang juga menyetujuinya .


" tante untuk cabang toko yang baru ... apa boleh kalau aku yang pegang ?"


Mayang menatapnya kaget ." Tapi kenapa tiba-tiba ?"


" nggak papa tante ...biar ganti suasana aja , kalau yang disini bisa cari karyawan baru ..biar di handle Amel ."


" tapi bukannya Amel mau nikah ?"


" iya sih tante...cuma katanya dia tetap mau ditoko setelah nikah juga ."


Mayang diam sebentar , menatapnya .


" kamu ada masalah apa ?" Tanya nya lagi .


" nggak ada apa-apa tante ."


" apa ini ada hubungannya sama Rey ?"


Andin nampak terkejut , karena selama ini ia tak pernah menceritakan masalah pribadinya sekalipun ke Tante Mayang .


Kenapa tiba-tiba sekarang bisa berpikir seperti itu...


" Susi yang menceritakan semua ..." jawabnya lagi ,tahu apa yang sedang dipikirkan Andin .

__ADS_1


" nggak ada kok tante ...aku sama Rey memang nggak pernah ada hubungan apa-apa juga ."


" kamu yakin ?"


Andin mengangguk .


" ya sudah terserah kamu ...kalau tante sih nggak masalah ."


" makasih tante ."


--------------------------------------


" Rey , boleh mama masuk ?"


Wina berdiri di depan kamar yang memang terbuka .


Rey yang tengah sibuk dengan laptopnya dikasur , menatapnya .


" iya ."


" sebenarnya apa yang terjadi waktu kamu ketemu Andin waktu itu ?" Selidiknya .


" maksudnya ?"


" yang kalian pulang dari nikahannya Riki ..."


" nggak mungkin ."


" beneran ."


" kalau nggak terjadi apa-apa , nggak mungkin kamu tiba-tiba menyetujui permintaan Tante Nisa ."


Rey mendesah pelan .


" apa Andin bilang sesuatu ?" Tanyanya lagi .


" Andin cuma bilang nggak pernah punya perasaan apa-apa sama aku ." Ucapnya akhirnya .


" dan kamu percaya ?" Tanya Wina balik .


Rey menatapnya .


" Rey ... terkadang apa yang terucap itu tidak sesuai dengan apa yang ada di hati ..."


" tapi dari dulu jawabannya tetap sama ."


" kalau dulu mungkin Andin belum yakin sama kamu , karena niat kamu dari awal mendekatinya hanya karena balas budi ke ayahnya ...jadi dia menganggap semua hanya karena kasihan bukan cinta ."

__ADS_1


" tapi sekarang juga tetap sama ..."


" kalau sekarang ... mungkin karena status kamu yang sudah bersama Agnes . Bagaimanapun dia pasti merasa bersalah kalau sampai hubungan kamu sama Agnes berakhir karena kehadirannya ."


Rey mengusap wajahnya .Semua ini terlalu rumit baginya .


" iya ...dan sepertinya memang sudah tidak ada harapan lagi sekarang ." Ucapnya pesimis .


" selalu ada harapan ... kalau kamu mau memperjuangkannya ."


" maksud mama ?"


" masih ada waktu kalau kamu mau memikirkannya lagi ...sebelum kamu benar-benar menikah sama Agnes .."


" tapi nggak mungkin kalau Agnes bisa menerima semua ini ."


" mama yakin dia bisa menerima semua ...karena kegagalan setelah menikah akan terasa lebih menyakitkan , ketimbang kegagalan sebelum menikah itu sendiri .."


Rey diam . Berusaha mencerna apa yang baru saja didengarnya .


Apa memang masih ada harapan untuk memperjuangkan cintanya ?


" karena kamu juga nggak yakin kan ,kalau bisa menerima dan mencintai Agnes setelah kalian menikah nanti ?"


Rey mengangguk .


" ya tapi semua terserah kamu ..." Wina mengusap punggungnya ." Tapi mama akan mendukung penuh setiap keputusan kamu nanti ...tapi kamu harus memperjuangkan cinta kamu ...kalau memang cuma itu yang bisa membuat hidup kamu bahagia ." Lalu Wina berdiri dan berjalan keluar kamar .


--------------------------------------


" kamu yakin ?" Tanya Mayang lagi .


Andin mengangguk .


" cuma Tante , Susi dan Riki yang tahu hal ini ." Jawabnya pasti .


" ya sudah .."


Andin hanya tersenyum menanggapinya .


Semoga keputusan ini yang terbaik .


Tak akan ada pertemuan lagi dengan Rey setelah ini .


Lebih baik segera pergi karena mungkin ia tak kan sanggup untuk melihatnya menikah dengan Agnes nanti .


Semua sudah berakhir . Ia hanya ingin memulai hidup barunya disana .

__ADS_1


Tanpa ada satupun yang dikenal .


__ADS_2