
" Ndin , aku nggak turun deh , ini mau nyalin catetan dulu. "
Andin mengangguk. Lalu ia beralih ke belakang , Agnes masih di bangkunya , tumben istirahat ia tak langsung keluar kelas seperti biasa . Begitu tahu kalau Andin sedang melihatnya , ia seperti langsung mengalihkan pandangannya , berbicara dengan Putra yang duduk didepannya .
Andin mendesah pelan , secepatnya ia harus bicara sama Agnes . Karena sudah beberapa hari ini mereka tak bicara , setiap kali bertemu , Agnes selalu menghindarinya . Agnes kelihatannya benar-benar membencinya sekarang . Kalau sudah begini ia juga bingung harus berbuat apa , sementara Rey sendiri sudah terang-terangan bilang tak ada perasaan sama Agnes , tapi apa Agnes mau menerima begitu saja.
Ponselnya yang tergeletak di meja berbunyi , telpon masuk dari nomor tak dikenal.
" halo. "
" Ndin cepetan turun dong. "
" ini siapa ya ?"
" Riki , gue tungguin di kantin ya cepetan ."
" oh iya , ya udah aku turun ."
" siapa Ndin ?" tanya Amel , melihatnya menutup ponsel lalu menaruh di saku.
" Riki ." jawabnya pelan .
" Riki ? tumben nelpon kamu ?"
" nggak tahu , aku ke kantin dulu ya."
Amel mengangguk. Sebelum keluar ia melirik ke meja Agnes , rupanya dia memang nggak berniat untuk keluar kelas.
" Ndin." ia baru saja masuk kantin , terdengar Riki memanggilnya dari bangku pojok paling belakang . Ada Rey juga ternyata disana.
" Agnes nggak turun kan ?" tanya Riki memastikan setelah Andin duduk di depannya.
" nggak kayaknya , tadi aku lihat masih ngobrol sama Putra dikelas.
" baguslah ."
" ada apa Rik ?" tanya Andin penasaran.
__ADS_1
Riki melihat Rey sebentar. " Rey udah cerita sama loe kan ?"
Pasti yang dimaksud Riki soal Susi kemarin . Andin mengangguk.
" bantu gue ya bicara sama Susi , please. " kali ini wajah Riki terlihat memelas.
" hmm.. iya nanti aku coba ngomong ya , belum ketemu Susi juga hari ini. "
" oke makasih ya ." Riki terlihat lega sekarang.
Rey menatap sobatnya yang sedang galau itu . " kenapa ? takut diputusin loe ?"
Riki melotot. " bro loe doainnya yang bener napa. " hardiknya.
Rey terkekeh.
" gara-gara loe juga nih , gue jadi kena imbasnya ." Riki meninju lengannya.
" gue ? apa hubungannya ?"
" coba kalau Agnes nggak suka sama loe , dia jadi nggak bawa-bawa gue kan ."
" harusnya loe terus terang aja sama Agnes soal perasaan loe , biar dia nggak banyak berharap." saran Riki.
" ya gimana caranya coba , selama ini gue udah coba hindari Agnes kan."
" Kalau loe tiba-tiba hindari Agnes , bisa-bisa Andin ntar yang kena imbasnya."
Andin menatap Riki heran , namanya dibawa-bawa dalam permasalahan mereka. " kok bisa gitu ?" tanyanya.
" soalnya selama ini Agnes ngira kalau loe yang udah ngejar-ngejar Rey ."
" masa ??!!" sentak Rey.
" iya , dia sendiri yang ngomong gitu."
" duh , pusing gue lama-lama ribet gini ." Rey menepuk keningnya .
__ADS_1
Sementara Riki mengamati ke pintu kantin , ia terkejut ketika dilihatnya siapa yang masuk.
" bro , ada Susi . " serunya .
Andin dan Rey berbarengan menoleh , terlihat Susi masuk ke kantin , tapi ia berbelok ke arah kiri , bukan ke tempat mereka duduk .
" gue cabut dulu deh , mumpung dia nggak lihat . " Rey mengangguk. " Ndin gue duluan ya ." pamitnya sambil menepuk bahu Andin , lalu buru-buru keluar kantin , dan Susi memang tak melihatnya karena kantin cukup ramai sekarang.
" Rey kamu harus ngomong ke Agnes kayaknya. " Saran Andin kali ini , mereka hanya tinggal berdua saja sekarang.
" ngomong apalagi." Rey terlihat kesal sekarang .
" bilang kalau kita nggak ada hubungan apa-apa , biar dia nggak cemburu."
Rey menatapnya ." terus , itu artinya sama aja aku ngasih kesempatan untuk dekat sama Agnes ."
Andin diam .
" kamu nggak tahu Agnes itu seperti apa , dia akan terus memaksakan keinginannya."
Iya , benar juga . Mungkin Rey akan merasa serba salah disini . Rey memang lebih tahu sifat Agnes bagaimana .
Ia ingat apa yang Rey bilang kemarin.
" karena ... aku udah suka sama cewek lain . "
Apa selama ini Rey menyembunyikan sesuatu , kalau ternyata dia dekat dengan cewek lain . Mungkin sengaja menyembunyikan dari Agnes dan yang lainnya.
" Rey.. " panggilnya , Rey menatapnya. " kemarin kamu bilang kalau suka sama cewek lain kan ."
Rey kembali diam.
" kalau gitu kamu jadian aja sama dia , dengan begitu Agnes juga akan tahu kalau kamu ternyata menyukai cewek lain , bukan dia . " mengatakan itu , tiba-tiba saja ia merasakan sesak di dadanya . Mereka juga dekat selama ini dan ia tak membayangkan kalau nantinya Rey bersama cewek lain yang memang disukainya.
Perasaan apa ini..
Cukup Ndin...Rey itu cuma kasihan sama kamu , ucapnya pada diri sendiri , seperti mengingatkan status mereka dari awal , harusnya ia tak boleh punya perasaan terlalu jauh.
__ADS_1
Rey masih diam , terus menatapnya agak lama . Seperti menyimpan sesuatu dalam sorot matanya.
Perlahan ia berdiri lalu berjalan keluar , meninggalkan Andin sendirian disana.