PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
59


__ADS_3

" Ndin , aku nggak turun deh , ini mau nyalin catetan dulu. "


Andin mengangguk. Lalu ia beralih ke belakang , Agnes masih di bangkunya , tumben istirahat ia tak langsung keluar kelas seperti biasa . Begitu tahu kalau Andin sedang melihatnya , ia seperti langsung mengalihkan pandangannya , berbicara dengan Putra yang duduk didepannya .


Andin mendesah pelan , secepatnya ia harus bicara sama Agnes . Karena sudah beberapa hari ini mereka tak bicara , setiap kali bertemu , Agnes selalu menghindarinya . Agnes kelihatannya benar-benar membencinya sekarang . Kalau sudah begini ia juga bingung harus berbuat apa , sementara Rey sendiri sudah terang-terangan bilang tak ada perasaan sama Agnes , tapi apa Agnes mau menerima begitu saja.


Ponselnya yang tergeletak di meja berbunyi , telpon masuk dari nomor tak dikenal.


" halo. "


" Ndin cepetan turun dong. "


" ini siapa ya ?"


" Riki , gue tungguin di kantin ya cepetan ."


" oh iya , ya udah aku turun ."


" siapa Ndin ?" tanya Amel , melihatnya menutup ponsel lalu menaruh di saku.


" Riki ." jawabnya pelan .


" Riki ? tumben nelpon kamu ?"


" nggak tahu , aku ke kantin dulu ya."


Amel mengangguk. Sebelum keluar ia melirik ke meja Agnes , rupanya dia memang nggak berniat untuk keluar kelas.


" Ndin." ia baru saja masuk kantin , terdengar Riki memanggilnya dari bangku pojok paling belakang . Ada Rey juga ternyata disana.


" Agnes nggak turun kan ?" tanya Riki memastikan setelah Andin duduk di depannya.


" nggak kayaknya , tadi aku lihat masih ngobrol sama Putra dikelas.


" baguslah ."


" ada apa Rik ?" tanya Andin penasaran.

__ADS_1


Riki melihat Rey sebentar. " Rey udah cerita sama loe kan ?"


Pasti yang dimaksud Riki soal Susi kemarin . Andin mengangguk.


" bantu gue ya bicara sama Susi , please. " kali ini wajah Riki terlihat memelas.


" hmm.. iya nanti aku coba ngomong ya , belum ketemu Susi juga hari ini. "


" oke makasih ya ." Riki terlihat lega sekarang.


Rey menatap sobatnya yang sedang galau itu . " kenapa ? takut diputusin loe ?"


Riki melotot. " bro loe doainnya yang bener napa. " hardiknya.


Rey terkekeh.


" gara-gara loe juga nih , gue jadi kena imbasnya ." Riki meninju lengannya.


" gue ? apa hubungannya ?"


" coba kalau Agnes nggak suka sama loe , dia jadi nggak bawa-bawa gue kan ."


" harusnya loe terus terang aja sama Agnes soal perasaan loe , biar dia nggak banyak berharap." saran Riki.


" ya gimana caranya coba , selama ini gue udah coba hindari Agnes kan."


" Kalau loe tiba-tiba hindari Agnes , bisa-bisa Andin ntar yang kena imbasnya."


Andin menatap Riki heran , namanya dibawa-bawa dalam permasalahan mereka. " kok bisa gitu ?" tanyanya.


" soalnya selama ini Agnes ngira kalau loe yang udah ngejar-ngejar Rey ."


" masa ??!!" sentak Rey.


" iya , dia sendiri yang ngomong gitu."


" duh , pusing gue lama-lama ribet gini ." Rey menepuk keningnya .

__ADS_1


Sementara Riki mengamati ke pintu kantin , ia terkejut ketika dilihatnya siapa yang masuk.


" bro , ada Susi . " serunya .


Andin dan Rey berbarengan menoleh , terlihat Susi masuk ke kantin , tapi ia berbelok ke arah kiri , bukan ke tempat mereka duduk .


" gue cabut dulu deh , mumpung dia nggak lihat . " Rey mengangguk. " Ndin gue duluan ya ." pamitnya sambil menepuk bahu Andin , lalu buru-buru keluar kantin , dan Susi memang tak melihatnya karena kantin cukup ramai sekarang.


" Rey kamu harus ngomong ke Agnes kayaknya. " Saran Andin kali ini , mereka hanya tinggal berdua saja sekarang.


" ngomong apalagi." Rey terlihat kesal sekarang .


" bilang kalau kita nggak ada hubungan apa-apa , biar dia nggak cemburu."


Rey menatapnya ." terus , itu artinya sama aja aku ngasih kesempatan untuk dekat sama Agnes ."


Andin diam .


" kamu nggak tahu Agnes itu seperti apa , dia akan terus memaksakan keinginannya."


Iya , benar juga . Mungkin Rey akan merasa serba salah disini . Rey memang lebih tahu sifat Agnes bagaimana .


Ia ingat apa yang Rey bilang kemarin.


" karena ... aku udah suka sama cewek lain . "


Apa selama ini Rey menyembunyikan sesuatu , kalau ternyata dia dekat dengan cewek lain . Mungkin sengaja menyembunyikan dari Agnes dan yang lainnya.


" Rey.. " panggilnya , Rey menatapnya. " kemarin kamu bilang kalau suka sama cewek lain kan ."


Rey kembali diam.


" kalau gitu kamu jadian aja sama dia , dengan begitu Agnes juga akan tahu kalau kamu ternyata menyukai cewek lain , bukan dia . " mengatakan itu , tiba-tiba saja ia merasakan sesak di dadanya . Mereka juga dekat selama ini dan ia tak membayangkan kalau nantinya Rey bersama cewek lain yang memang disukainya.


Perasaan apa ini..


Cukup Ndin...Rey itu cuma kasihan sama kamu , ucapnya pada diri sendiri , seperti mengingatkan status mereka dari awal , harusnya ia tak boleh punya perasaan terlalu jauh.

__ADS_1


Rey masih diam , terus menatapnya agak lama . Seperti menyimpan sesuatu dalam sorot matanya.


Perlahan ia berdiri lalu berjalan keluar , meninggalkan Andin sendirian disana.


__ADS_2