PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
39


__ADS_3

Setelah 1 jam lebih perjalanan mereka sampai di sebuah rumah sakit tempat ibunya di rawat. Andin langsung menelpon budhe Iroh dan bilang sudah ada diparkiran , budhe Iroh bilang akan kedepan menjemputnya.


Andin dan Rey sudah berdiri didepan lobi rumah sakit , ketika dilihatnya budhe Iroh tergopoh-gopoh dari dalam .


"budhe." panggil Andin sedikit berteriak .


Budhe Iroh menoleh dan langsung berlari ke arahnya .


"Alhamdulillah kamu udah sampai ." ucapnya dengan nafas masih tersengal-sengal.


Mereka segera mengikuti langkah budhe Iroh , berjalan cukup jauh melewati lorong rumah sakit .


Begitu sampai di depan ruang rawat ibu , terlihat perawat sedang berada di balik pintu , sementara dokter sedang memeriksa di dalam.


"maaf mbak , jangan masuk dulu ya , dokter masih memeriksa kondisi ibunya. " perawat melarang mereka masuk , dan akhirnya hanya bisa menunggu di kursi depan .


"budhe , ibu sebenarnya kenapa ?" tanya Andin cemas.


Budhe Iroh tak langsung menjawab , tiba-tiba saja menangis dan langsung memeluknya.


Terdengar bunyi bel saat ia sendiri di ruang tamu , bik Inah sedang ada dikamarnya.


Ia segera berdiri dan membuka pintu .


"cari siapa?" tanyanya pada tamu didepan , yang diyakininya pasti teman Rey .


"Rey nya ada.. tante." tanyanya sedikit ragu.

__ADS_1


"Rey keluar , kamu siapa?"


"Agnes."


Wina mengamati gadis didepannya . Cantik..pikirnya .


"maaf tante ini siapa ya ?"


Wina diam sebentar mendengar pertanyaan itu . "saya tante nya ." jawabnya akhirnya. "masuk dulu yuk ." ajaknya , yang langsung diiyakan oleh Agnes.


Tak lama mereka sudah duduk berdua diruang tamu.


"mau minum apa?"


Agnes menggeleng ." nggak usah tante. " tolaknya. "Rey kemana ya ?" tanyanya lagi.


"Rey pergi sama Andin." ucapnya singkat.


Wina mengangguk ." ibunya sakit , jadi Rey mengantarnya pulang."


Sekali lagi Agnes dibuat terkejut , Rey mengantar Andin kerumahnya ? apa mereka sudah sedekat itu ?


Agnes menatap perempuan didepannya itu ." tante kenal juga sama Andin ?"


Wina menggeleng ."nggak sih kalau kenal langsung , tapi pernah ketemu aja . " dilihatnya wajah Agnes yang nampak sedikit kesal ."kamu teman sekolah Rey ?"


Agnes mengangguk.

__ADS_1


"kenapa kamu kelihatan nggak suka gitu ? Andin teman kamu juga kan ?" selidik Wina.


"iya sih tante.." jawab Agnes , kali ini wajahnya terlihat memelas. " cuma emang aku kurang suka aja dengan sikap Andin ."


Wina menatapnya heran ." kurang suka gimana ya ?"


"sepertinya Andin mulai memanfaatkan Rey ..."


"maksud kamu ?!"


"maaf tante sebelumnya... tapi Andin seperti memanfaatkan kedekatannya dengan Rey , karena ... tante mungkin juga tahu kondisi ekonominya bagaimana , tante bisa tanya kok ke bik Inah , mereka kan 1 kampung ."


"tunggu.."sela Wina , merasa kurang menyukai yang dibicarakan Agnes . "maaf ya , tante rasa sepertinya kayak kurang sopan aja kalau kamu tiba-tiba membahas soal kehidupan keluarga orang lain ..." hardiknya , lalu ditatapnya wajah Agnes sebentar , terlihat ia menyesali ucapannya tadi. "disini tante bukan membela Andin atau pun kamu , karena .. tante sama-sama nggak begitu kenal dengan kalian , tapi tante minta jangan saling menjelekkan seperti itu !" kali ini nada bicara nya sedikit tinggi.


Wina merasa ada sesuatu dengan Agnes , kenapa ia bisa terlihat begitu tak suka pada kedekatan Rey dan Andin.


Agnes menundukkan kepalanya. "maaf tante .. aku hanya sedikit emosi tadi."


Wina menggeser duduknya mendekat ke Agnes .


"apa kamu pacarnya Rey ?"


Agnes menggeleng.


Kamu pasti menyukai Rey , ucap Wina dalam hati.


"its oke ." Wina menepuk bahunya ." maaf kalau tante bicara agak keras tadi ." kali ini ia tersenyum ."tapi sebaiknya jangan bicara seperti itu lagi , karena kalian semua kan berteman."

__ADS_1


Agnes tersenyum lalu mengangguk .


Wina mendesah pelan , mulai berpikir . Seperti ada hal yang harus diluruskan disini , ia harus bicara dengan Andin . Biar ia bisa menilai seperti apa dia , apa benar yang dibilang Agnes ...


__ADS_2