PERTAMA DAN TERAKHIR

PERTAMA DAN TERAKHIR
111


__ADS_3

Pagi itu...


Gerimis sudah membasahi sejak subuh ...


Agnes sudah bersiap di kamarnya .


Berpakaian kebaya warna putih dengan riasan lengkap ..


Sudah hampir sejam yang lalu ia bersiap dan sekarang semua benar-benar perfect .


Ia mengamati cincin yang melingkar di jari manis kirinya ...


Ia tersenyum ...sebentar lagi posisinya akan berpindah ke jari kanannya .


Setelah statusnya resmi menjadi istri dari laki-laki yang paling dicintainya dulu...sekarang dan mungkin selamanya .


Ia menarik nafas dalam .Jantungnya berdegup kencang ,mengamati setiap jarum jam yang berdetak di dinding .


Sebentar lagi ...semua yang diimpikannya selama ini akan menjadi kenyataan .


Rey ...mungkin akan menjadi yang pertama dan terakhir untuknya ...dan ia sangat bersyukur , jalan mereka bisa sampai titik ini .


Ia mengusap air mata yang menetes di pipinya , air mata kebahagiaan yang ingin selalu dirasakannya .


Meski ada sedikit keraguan di hatinya , ia sadar betul ...Rey belum sepenuhnya menerima dan bisa mencintainya sepenuh hati ,tapi ia yakin ...seiring berjalannya waktu , semua akan berubah .


Rey pasti bisa mencintainya kalau status mereka sudah menjadi suami istri ...dan itu tak lama lagi .


Sekali lagi , ia menarik nafas dalam-dalam , mencoba menenangkan gemuruh di dadanya .


Bahagia ,terharu bercampur jadi satu di hatinya sekarang .


" anak mama cantik sekali ." Nisa muncul dari balik pintu .


Agnes menoleh dan tersenyum .


Nisa menghampiri dan memeluknya sebentar .


" kamu udah siap ?" Tanyanya lagi .


Agnes mengangguk .


" diluar tamu sudah ada yang datang ."


Mereka sengaja tidak mengundang banyak orang , hanya kerabat terdekat saja karena ini hanya akad nikah .


" Rey belum datang ?" Tanya Agnes .


Nisa menggeleng ." Tadi mama telpon Tante Wina , katanya sudah siap mau berangkat , tapi Rey bawa mobil sendiri nggak bareng mereka ."


Agnes mengangguk sambil memainkan cincin di jari tangannya .


Nisa mengamatinya ." Sebaiknya cincin itu kamu lepas dulu ."


" memang kenapa ma ?" Tanya Agnes heran .

__ADS_1


" nanti biar Rey memasangkannya lagi ...setelah kalian selesai ijab qabul ."


Agnes diam sebentar , benar apa yang dibilang mama .Sebaiknya ia menaruh cincin ini dikotak nya .


Nanti ...Rey yang akan memasangkannya lagi ...setelah mereka sah menjadi suami istri .


Perlahan Agnes melepas cincin dari jari manisnya dan berniat mengambil kotak perhiasan yang ada dilaci meja riasnya dengan mengulurkan tangan kanannya .


Letaknya yang cukup jauh dari tempatnya ,membuatnya sedikit membungkukkan tubuhnya untuk bisa coba meraih laci paling atas .


Tanpa disadari , tangan kirinya yang sedang memegangi cincin tersenggol tubuhnya , sehingga cincin terlepas dari genggamannya .


Cincinnya menggelinding di lantai .


" kenapa Nes ?" Tanya Nisa .


" ma tolong cincinnya jatuh ."


Nisa menundukkan kepala , mencari-cari cincin yang menggelinding tadi dan ternyata ada di bawah meja rias , lalu ia berjongkok dan mengambilnya .


" hati-hati dong ." Ucapnya lalu mendekat ke laci dan mengambil kotak perhiasan di dalamnya .


" mama yang masukin ya ." Sambungnya , lalu membuka kotak perhiasan warna hitam itu dan memasukkan cincin kedalamnya .


Agnes mengambil ponsel dan menghubungi seseorang .


Nada sambung berkali-kali , tak ada jawaban .


" kamu nelpon Rey ?" Tanya Nisa .


" mungkin sudah dijalan , dia kan nyetir sendiri ..."


Agnes diam , tak tahu kenapa tiba-tiba perasaannya tak tenang .


Mungkin ini karena sebentar lagi ia akan menikah dan Rey pasti akan datang ,ucapnya menghibur diri sendiri .


" sebaiknya kita keluar , kamu temui juga tamu didepan ya ." Ajak Nisa .


Agnes mengangguk setuju , lalu Nisa mendorong kursi rodanya keluar .


Sudah ada beberapa kerabat mereka yang datang dan berkumpul di ruang tamu .


Ternyata Gunawan ,Wina dan Bella sudah duduk disana .


Agnes mendekat .


" tante kok Rey belum datang ?" Tanya nya .


Wina menoleh ." Mungkin sebentar lagi , karena tadi kita memang berangkat lebih dulu ."


" oh iya ."


Lalu Agnes menyapa saudaranya yang sudah datang disana .


" Agnes cantik banget ."

__ADS_1


" Makasih tante ."


" Tante jadi penasaran ini sama calon suami kamu ...pasti ganteng kan ?" Godanya .


Agnes tersenyum malu-malu .


30 menit kemudian ...


Penghulu sudah datang dari 10 menit yang lalu .


" apa kita mulai sekarang ?" Tanya nya pada Nisa .


" tunggu sebentar Pak , calon pengantin pria nya belum datang masih di jalan , mungkin sebentar lagi ."


" oh begitu ...baiklah ."


" Mas kamu coba telpon Rey , ini udah lama ...kenapa belum datang juga ..." bisik Wina .


Gunawan mengangguk , lalu merogoh saku celana ,ia terlihat panik dan beralih ke saku kemejanya .


" kenapa ?" Tanya Wina lagi .


" ponselnya kayaknya ketinggalan dirumah ."


Wina dengan cekatan mengambil tas dan mengambil ponselnya.


Hanya nada sambung , tak ada jawaban .


Ia mencoba nya lagi dan hasilnya sama .


" ada apa ?" Tanya Gunawan heran , melihat wajahnya cemas ." Nggak diangkat ?"


Wina menggeleng ...kali ini perasaannya mulai nggak enak .


" ya sudah kita tunggu saja , mungkin sebentar lagi datang ." Ucapnya menenangkan .


Wina hanya diam .


Tak lama ponselnya berdering ,ia buru-buru melihat , mungkin Rey .


Nomor tak dikenal .


" hallo ."


" iya saya sendiri ..."


Cukup lama , Wina hanya diam , mendengarkan suara seseorang ditelpon .


Sampai akhirnya ...raut wajahnya berubah ...


" ada apa ?" Tanya Gunawan yang duduk disampingnya .


Tak ada jawaban .


Tak lama , ponselnya jatuh dari genggamannya dan tubuhnya limbung tak sadarkan diri .

__ADS_1


__ADS_2