
Pagi itu...
Gerimis sudah membasahi sejak subuh ...
Agnes sudah bersiap di kamarnya .
Berpakaian kebaya warna putih dengan riasan lengkap ..
Sudah hampir sejam yang lalu ia bersiap dan sekarang semua benar-benar perfect .
Ia mengamati cincin yang melingkar di jari manis kirinya ...
Ia tersenyum ...sebentar lagi posisinya akan berpindah ke jari kanannya .
Setelah statusnya resmi menjadi istri dari laki-laki yang paling dicintainya dulu...sekarang dan mungkin selamanya .
Ia menarik nafas dalam .Jantungnya berdegup kencang ,mengamati setiap jarum jam yang berdetak di dinding .
Sebentar lagi ...semua yang diimpikannya selama ini akan menjadi kenyataan .
Rey ...mungkin akan menjadi yang pertama dan terakhir untuknya ...dan ia sangat bersyukur , jalan mereka bisa sampai titik ini .
Ia mengusap air mata yang menetes di pipinya , air mata kebahagiaan yang ingin selalu dirasakannya .
Meski ada sedikit keraguan di hatinya , ia sadar betul ...Rey belum sepenuhnya menerima dan bisa mencintainya sepenuh hati ,tapi ia yakin ...seiring berjalannya waktu , semua akan berubah .
Rey pasti bisa mencintainya kalau status mereka sudah menjadi suami istri ...dan itu tak lama lagi .
Sekali lagi , ia menarik nafas dalam-dalam , mencoba menenangkan gemuruh di dadanya .
Bahagia ,terharu bercampur jadi satu di hatinya sekarang .
" anak mama cantik sekali ." Nisa muncul dari balik pintu .
Agnes menoleh dan tersenyum .
Nisa menghampiri dan memeluknya sebentar .
" kamu udah siap ?" Tanyanya lagi .
Agnes mengangguk .
" diluar tamu sudah ada yang datang ."
Mereka sengaja tidak mengundang banyak orang , hanya kerabat terdekat saja karena ini hanya akad nikah .
" Rey belum datang ?" Tanya Agnes .
Nisa menggeleng ." Tadi mama telpon Tante Wina , katanya sudah siap mau berangkat , tapi Rey bawa mobil sendiri nggak bareng mereka ."
Agnes mengangguk sambil memainkan cincin di jari tangannya .
Nisa mengamatinya ." Sebaiknya cincin itu kamu lepas dulu ."
" memang kenapa ma ?" Tanya Agnes heran .
__ADS_1
" nanti biar Rey memasangkannya lagi ...setelah kalian selesai ijab qabul ."
Agnes diam sebentar , benar apa yang dibilang mama .Sebaiknya ia menaruh cincin ini dikotak nya .
Nanti ...Rey yang akan memasangkannya lagi ...setelah mereka sah menjadi suami istri .
Perlahan Agnes melepas cincin dari jari manisnya dan berniat mengambil kotak perhiasan yang ada dilaci meja riasnya dengan mengulurkan tangan kanannya .
Letaknya yang cukup jauh dari tempatnya ,membuatnya sedikit membungkukkan tubuhnya untuk bisa coba meraih laci paling atas .
Tanpa disadari , tangan kirinya yang sedang memegangi cincin tersenggol tubuhnya , sehingga cincin terlepas dari genggamannya .
Cincinnya menggelinding di lantai .
" kenapa Nes ?" Tanya Nisa .
" ma tolong cincinnya jatuh ."
Nisa menundukkan kepala , mencari-cari cincin yang menggelinding tadi dan ternyata ada di bawah meja rias , lalu ia berjongkok dan mengambilnya .
" hati-hati dong ." Ucapnya lalu mendekat ke laci dan mengambil kotak perhiasan di dalamnya .
" mama yang masukin ya ." Sambungnya , lalu membuka kotak perhiasan warna hitam itu dan memasukkan cincin kedalamnya .
Agnes mengambil ponsel dan menghubungi seseorang .
Nada sambung berkali-kali , tak ada jawaban .
" kamu nelpon Rey ?" Tanya Nisa .
" mungkin sudah dijalan , dia kan nyetir sendiri ..."
Agnes diam , tak tahu kenapa tiba-tiba perasaannya tak tenang .
Mungkin ini karena sebentar lagi ia akan menikah dan Rey pasti akan datang ,ucapnya menghibur diri sendiri .
" sebaiknya kita keluar , kamu temui juga tamu didepan ya ." Ajak Nisa .
Agnes mengangguk setuju , lalu Nisa mendorong kursi rodanya keluar .
Sudah ada beberapa kerabat mereka yang datang dan berkumpul di ruang tamu .
Ternyata Gunawan ,Wina dan Bella sudah duduk disana .
Agnes mendekat .
" tante kok Rey belum datang ?" Tanya nya .
Wina menoleh ." Mungkin sebentar lagi , karena tadi kita memang berangkat lebih dulu ."
" oh iya ."
Lalu Agnes menyapa saudaranya yang sudah datang disana .
" Agnes cantik banget ."
__ADS_1
" Makasih tante ."
" Tante jadi penasaran ini sama calon suami kamu ...pasti ganteng kan ?" Godanya .
Agnes tersenyum malu-malu .
30 menit kemudian ...
Penghulu sudah datang dari 10 menit yang lalu .
" apa kita mulai sekarang ?" Tanya nya pada Nisa .
" tunggu sebentar Pak , calon pengantin pria nya belum datang masih di jalan , mungkin sebentar lagi ."
" oh begitu ...baiklah ."
" Mas kamu coba telpon Rey , ini udah lama ...kenapa belum datang juga ..." bisik Wina .
Gunawan mengangguk , lalu merogoh saku celana ,ia terlihat panik dan beralih ke saku kemejanya .
" kenapa ?" Tanya Wina lagi .
" ponselnya kayaknya ketinggalan dirumah ."
Wina dengan cekatan mengambil tas dan mengambil ponselnya.
Hanya nada sambung , tak ada jawaban .
Ia mencoba nya lagi dan hasilnya sama .
" ada apa ?" Tanya Gunawan heran , melihat wajahnya cemas ." Nggak diangkat ?"
Wina menggeleng ...kali ini perasaannya mulai nggak enak .
" ya sudah kita tunggu saja , mungkin sebentar lagi datang ." Ucapnya menenangkan .
Wina hanya diam .
Tak lama ponselnya berdering ,ia buru-buru melihat , mungkin Rey .
Nomor tak dikenal .
" hallo ."
" iya saya sendiri ..."
Cukup lama , Wina hanya diam , mendengarkan suara seseorang ditelpon .
Sampai akhirnya ...raut wajahnya berubah ...
" ada apa ?" Tanya Gunawan yang duduk disampingnya .
Tak ada jawaban .
Tak lama , ponselnya jatuh dari genggamannya dan tubuhnya limbung tak sadarkan diri .
__ADS_1