
Hari ke 3 di rumah sakit..
Kondisinya sudah mulai membaik , hanya luka di kepala yang membuatnya pusing kalo terlalu lama berdiri dan ia belum diperbolehkan pulang.
Bik Inah yang semalam menginap , baru pulang untuk mandi dan membawakan pakaian bersih untuknya.
" bro Agnes udah kesini lagi ?" tanya Riki ,kali ini Riki dan Rino yang menemaninya di rumah sakit.
"nggak ,kemarin lusa aja yang bareng Andin."
"eh tapi gue mau nanya serius ini." Rino yang tadi sibuk dengan ponselnya ,tiba-tiba bersuara.
"apaan?" Rey menoleh penasaran.
" kayaknya Agnes tuh masih suka deh sama loe."
Riki ikut menatap Rino heran ." jiah ,sok tahu pakai ngomongin cinta-cinta segala ,kayak pernah pacaran aja loe." Rino menjitak kepalanya.
Rey tertawa lebar.
"beneran bro , waktu loe lagi sama Andin ,dia ngeliatinnya ,gimana gitu."
" ya sih , kali ini gue setuju pendapat loe." Riki menepuk-nepuk pundak Rino.
"nggak usah ngaco ,gue sama agnes cuma temenan ,sama kayak kalian , nggak ada cinta-cintaan."
" masa sih loe nggak pernah punya perasaan ,Agnes cakep loe." Rino masih ngotot dengan pendapatnya.
" ya..ya..ya..Agnes itu cantik ,baik ,banyak yang suka , tapi... nggak pernah ada yang digubris , persis kayak loe."
__ADS_1
" jadi Agnes itu ...Rey versi cewek ."
Mereka berdua tertawa bersama.
Rey melempar bantal ke arahnya.
" kalau sampai Rey bisa jadian sama Agnes bagus tuh , bisa buat gosip disekolah ." Rino menambahkan.
" loe kali yang suka sama Agnes ,ngaku loe." balas Rey tak mau kalah.
" kalau gue sih yess sama Agnes , tapi Agnesnya yang nggak mau sama gue." Rino nyengir.
" ya iyalah ,nggak memperbaiki keturunan juga kalau sama loe."
Rey dan Riki kompak menertawainya. Rino manyun dan langsung masuk kamar mandi.
" Rey itu kasihan nduk ,meski dia punya segalanya dari kecil nggak pernah hidup susah . Tapi sebenarnya yang dilihat seseorang tidak seperti kenyataannya. Orang tuanya kurang memperhatikan dia dari kecil ,mereka itu seperti orang asing kalau dirumah , papa mamanya tak pernah mau tahu ,anaknya sedang apa ,lagi apa ,dia sehat atau sakit tak pernah peduli ,mereka hanya bisa memberinya uang dan uang, itu saja.
Cerita bik Inah waktu itu, membuatnya lebih bersyukur , walaupun kehidupannya pas-pasan , tapi kedua orang tuanya sangat perhatian padanya dan Rey... kebalikan dari dirinya . Hidupnya berlimpah harta tapi kurang kasih sayang.
Andin membuka ponsel dan mengetikkan sesuatu..
.. keadaan kamu gimana ? udah enakan?
__ADS_1
Rey mengambil ponsel disebelahnya , ada chat masuk .
~ keadaan kamu gimana ? udah enakan?~
Rey tersenyum senang , Agnes yang baru datang memperhatikan tingkahnya
"kenapa loe senyum-senyum gitu?" tanya nya curiga
"nggak papa ,baca cerita lucu aja nih ." jawabnya berbohong.
"kenapa belum makan ?" lagi-lagi dilihatnya nampan masih utuh makanannya .
Rey menoleh sekilas ." nggak lapar gue. " kembali menatap ponsel .
~ udah sehat ,ini lagi lari-lari di senayan ,mau ikut?~
~nggak usah becanda ya!!!!!!~
~ beneran ,mau aku jemput sekarang?~
~ udah lah , terserah~
~ marah???~
Tak ada lagi balasan dari Andin.
Agnes hanya menatapnya. Rey sibuk dengan ponselnya dan dia terlihat begitu bersemangat.
Apa itu dari Andin ?
__ADS_1